31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

DPR Kaget, PT Semen Indonesia Bertahun-tahun Impor Kertas Rp960 Miliar dari Rusia – kbr.id

BeritaDPR Kaget, PT Semen Indonesia Bertahun-tahun Impor Kertas Rp960 Miliar dari Rusia - kbr.id
PT Semen Indonesia

Ilustrasi: Truk barang pengangkut semen. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta— PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. masih bergantung pada impor kertas kraft dari Rusia untuk pembuatan karung semen. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, nilai impor tersebut mencapai Rp960 miliar per tahun.

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Donny Arsal menyebut, importasi kertas kraft itu sudah dilakukan sejak awal hingga kini.

“Bahan baku kita ada impor untuk bag semen kraft dari Rusia. Sekarang kita masih punya stok sampai lebih kurang di Agustus dan September. Di samping itu kita juga lagi mencari sumber lainnya dan bahan pengganti yang sebelumnya sudah kita produksi dalam bentuk woven,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (12/5/2022).

Baca Juga:

Donny mengatakan, perang yang tak kunjung berhenti antara Rusia dan Ukraina membuat pasokan kertas kraft dari Rusia menjadi terhenti. 

Oleh karena itu, kata Donny, pihaknya akan mengganti karung semen yang semula berbahan kraft menjadi woven.

Menurutnya, di segi kualitas, bahan woven masih kalah dibandingkan kertas kraft. Namun, dia berjanji melakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas woven agar sebanding dengan kertas kraft.

“Kedua juga gipsum. Tetapi kita sudah dapat sumber dari dalam negeri. Jadi, kebutuhannya enggak terlalu banyak di sisi gipsum. Dua itu yang impor dari sisi material,” sambung dia.

Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding mengaku kaget dengan impor kertas kraft yang dilakukan PT Semen Indonesia. Apalagi, importasi tersebut memakan biaya yang sangat tinggi.

“Berarti memang selama ini kita impor. Tidak produksi dalam negeri kertasnya ya. Seberat itu Indonesia ini ya. Jadi, saya sedih ini masa kertas kita enggak bisa produksi. Nilai ya Rp900. Ini enggak bisa produksi atau enggak bisa yang lain ya Pak ini. Sorry agak curiga saya,” katanya.

Editor: Agus Luqman

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles