Dosen IAT UIN Maliki Malang Berikan Tips Sabar

by -6 views
dosen-iat-uin-maliki-malang-berikan-tips-sabar

TIMESINDONESIA, MALANG – Sabar suatu perkara yang sangat sulit dijalani mudah untuk diujarkan. Miski Mudin, S.Th.I., M.Ag, Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur an dan Tafsir (IAT) di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) memberikan tips agar hati senantiasa sabar. Apa saja tips sabar yang perlu kita lakukan? 

Ia kepada TIMES Indonesia, Senin (15/2/2021) menuturkan, menurut ulama, sabar, berasal dari bahasa Arab al-shabru. Kata tersebut merujuk pada sejenis buah yang rasanya sangat pahit. Kata itu digunakan karena tidak mudah menjalani kesabaran dan menjadi pribadi yang penyabar. Bisa dikatakan, sabar itu laksana jamu pahit.

“Kira-kira begitu ungkapan sesepuh kita pasti pahit,” ujar pria kelahiran 1990 ini.

Miski Mudin mengatakan, tidak semua orang bisa menelan sabar dengan mudah. Harus ada usaha-usaha keras untuk bisa sampai ke tenggorokan tanpa muntah. Tapi apabila dia berhasil melewatinya, tubuhnya akan sehat.

Ia memberikan beberapa tips utama yang bisa digunakan agar hati senantiasa sabar.

Kesadaran

Kesadaran tentang posisi diri, sebagai pribadi, sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai hamba Tuhan. Kesadaran akan posisi ini penting. Kita bisa lebih mengenal diri. Memahami situasi. Akhirnya, bisa bertindak secara proporsional. Sesuai kapasitas diri.

Kesiapan

Kesiapan diri dan kesiapan hati untuk segala sesuatu yang sekiranya tak diinginkan. Kesiapan diri yang sudah ditanamkan sejak awal akan lebih memudahkan kita menata kembali pecahan-pecahana hati yang terlanjur berserakan. Kesiapan akan membantu hati lebih tenang. Hati yang tenang, lahir kebahagiaan. Hati bahagia, hari-hari terasa indah, memesona.

Yakin

Yakin adalah kata kunci lainnya agar hati lebih mudah menerima kenyataan yang tidak mengenakkan. Abu Maimun pernah menegaskan, sabar memiliki syarat. Lalu, seseorang bertanya tentang syarat-syaratnya. Dia pun menyebutkan satu persatu. Antara lain ia harus yakin dengan perilaku sabar itu baik, untuk siapa kesabaran itu diberikan, apa yang diharapkan dari kesabaran tersebut, termasuk punya maksud dan tujuan yang baik di balik kesabaran.

Ikhlas

Ibn Syuraih ulama besar di masanya pernah mengatakan, Saat aku terkena musibah, aku akan mengucapkan alhamdulillah sebanyak empat kali. Kali pertama karena yang menimpaku tidak lebih dari itu. Kali kedua, karena aku diberi kesabaran menerimanya. Kali ketiga, karena aku bisa meyakini sepenuhnya bahwa itu dari Allah dan aku bisa mendapatkan pahala. Kali keempat, karena musibah tersebut hanya menimpa kehidupan duniaku. Tidak sampai menimpa kehidupan akhiratku.

Ia menuturkan, dalam hadist dijelaskan, apabila seorang mukmin mendapatkan anugerah, dia akan bersyukur. Sebaliknya, bila dia tertimba musibah, dia akan bersabar. Dan, keduanya adalah pilihan terbaik.

“Hadist Nabi tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau menegaskan bahwa menjadi seorang mukmin itu benar-benar mengagumkan,” ucap Miski Mudin, Dosen Program Prodi IAT UIN Maliki Malang ini. (*)

Leave your vote

554 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *