Diundang Mantan Tunangan, Wajibkah Hadir?

by -4 views
diundang-mantan-tunangan,-wajibkah-hadir?
Diundang Mantan Tunangan, Wajibkah Hadir?
Diundang Mantan Tunangan, Wajibkah Hadir?

BincangSyariah.Com –Sebelum pernikahan, Islam memberlakukan konsep khitbah (tunangan) dalam masa pra-nikah. Namun demikian, tidak semua orang yang sudah menjalani pertunangan berakhir dalam pernikahan. Tidak sedikit, justru pupus sebelum akad nikah dilangsungkan. Dan mantan tunangan menikah dengan orang lain. Lantas, bagaimana hukumnya menghadiri walimah mantan tunangan jika diundang?

Pada dasarnya, menghadiri walimah nikah (‘ursy) hukumnya wajib bagi orang yang sudah diundang karena berdasarkan hadis Nabi dan dalam kitab Fathu al-Qarib (236) juga disebutkan.

(والإجابة إليها) أي وليمة العرس (واجبة) أي فرض عين في الأصح

“menurut pendapat ashah: menghadiri undangan  resepsi pernikahan hukumnya wajib, artinya fardu ‘ain”

Akan tetapi, kewajiban hadir ke walimah tersebut tidak secara mutlak. Seseorang yang memiliki uzur/halangan dibolehkan untuk tidak hadir. Adapun hukum kehadiran sang mantan tunangan diperinci. 

Pertama, jika tidak ada hal-hal yang membuatnya merasa sakit hati maka boleh menghadirinya. Namun, jika merasa sakit hati misalnya mantan tersebut tidak terima bahwa mantan tunangannya menikah dengan orang lain, maka tidak wajib menghadiri. 

Syekh Jamal mengatakan dalam kitab Hasyiah al-Jamal  (4/274).

(وَ) كَأَنْ (لَا يَكُونَ ثَمَّ مَنْ يَتَأَذَّى بِهِ أَوْ تَقْبُحُ مُجَالَسَتُهُ) كَالْأَرْذَالِ فَإِنْ كَانَ ثَمَّ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ انْتَفَى عَنْهُ طَلَبُ الْإِجَابَةِ لِمَا فِيهِ مِنْ التَّأَذِّي أَوْ الْغَضَاضَةِ

“dan seperti tidak ada orang yang merasa sakit atau tidak pantas duduk bersama semisal orang-orang yang rendah.

 Oleh karena itu, jika di tempat acara ada orang yang menyakiti atau orang yang tak pantas bersamanya, maka tidak berkewajiban menghadiri karena ada yang tersakiti”

Ibnu Qasim juga menandaskan dalam kitab Fath al-Qarib (237). 

وقوله (إلا من عذر) أي مانع من الإجابة للوليمة، كأن يكون في موضع الدعوة من يتأذي به المدعو أو لا تليق به مجالست

“(wajib hadir) kecuali orang yang memiliki halangan untuk hadir. Semisal di tempat acara ada seseorang yang bisa menyakiti para undangan, atau tidak layak duduk bersama”

Dengan demikian, bisa disimpulkan seseorang yang mendapat undangan dari mantan tunangannya tidak memiliki kewajiban hadir jika merasa tersakiti. Namun, alangkah baiknya tetap menghadiri untuk menjaga silaturahmi bersama keluarga besarnya.

Demikian penjelasan terkait hukum diundang mantan tunangan, wajibkah hadir? Semoga bermanfaat. (Baca juga: Dua Jenis Khitbah dalam Islam).

Leave a Reply

Your email address will not be published.