Dituduh Terlibat Kegiatan Separatis, Dua Mantan Pejabat Uighur Divonis Mati

by -4 views
dituduh-terlibat-kegiatan-separatis,-dua-mantan-pejabat-uighur-divonis-mati

Mantan kepala departemen pendidikan dan keadilan Xinjiang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan membantu kegiatan separatis. Cina bersikeras menepis tuduhan pelanggaran hak terhadap minoritas muslim Uighur.

Pekerja berjalan di sepanjang pagar perimeter pusat pendidikan ulang di Xinjiang

Kelompok hak asasi melaporkan bahwa Cina telah menangkap lebih dari satu juta warga Uighur, Kazakh, dan kelompok muslim minoritas lainnya di Xinjiang

Kantor berita milik pemerintah, Xinhua, melaporkan pihak berwenang di provinsi Xinjiang, Cina barat laut telah menjatuhkan hukuman mati kepada dua mantan pejabat pemerintah dari kelompok minoritas Uighur.

Kedua pria dari kelompok minoritas muslim Turki itu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman selama dua tahun pada hari Selasa (06/04), karena dituduh melakukan kegiatan separatis dan menerima suap.

Aturan penangguhan hukuman seperti yang diberikan kepada dua terpidana, kerap kali diubah menjadi penjara seumur hidup.

Shirzat Bawudun dan Sattar Sawut merupakan dua mantan pejabat Xinjiang terbaru dari kelompok muslim minoritas yang dijatuhi hukuman atas tuduhan keamanan nasional.

Cina mengatakan pihaknya telah melakukan kampanye melawan “pejabat bermuka dua” yang diduga berusaha untuk melemahkan kekuasaan Cina di wilayah tersebut.

Partai Komunis yang saat ini berkuasa dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia di tengah tindakan keras skala besar terhadap kelompok minoritas muslim di wilayah tersebut sejak serangan teror mematikan beberapa tahun lalu.

Dugaan kolusi kelompok teror

Sebuah pernyataan yang dimuat di situs web pemerintah daerah mengatakan Bawudun, mantan Kepala Departemen Kehakiman Xinjiang, dijatuhi vonis mati karena tudingan “memecah belah negara”.

Pengadilan memutuskan dia bersalah karena berkolusi dengan teroris Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) setelah bertemu dengan seorang anggota kunci dari kelompok itu pada tahun 2003, Xinhua melaporkan.

Dia didakwa secara ilegal memberikan informasi kepada pasukan asing dan melakukan kegiatan keagamaan ilegal di pernikahan putrinya.

Namun, Amerika Serikat (AS) menghapus ETIM dari daftar kelompok teroris pada November lalu dengan mengatakan “tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ETIM masih eksis.”

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Kritik terhadap Cina

    Dunia internasional telah berkali-kali mengeritik Cina karena mendirikan sejumlah fasilitas yang digambarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai tempat penahanan, di mana lebih sejuta warga Uighur dan warga muslim lainnya ditempatkan. Beijing menyatakan, langkah itu harus diambil untuk mengatasi ancaman dari militan Islam. Foto: aksi protes terhadap Cina di halaman mesjid Fatih di Istanbul.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Tekanan ekonomi

    Pada foto nampak seorang perempuan menikmati santapan yang dihidangkan restoran Uighur di Istanbul, Turki. Pemilik restoran, Mohammed Siddiq mengatakan, restorannya mengalami kesulitan karena warga Uighur biasanya menyantap makanan di rumah sendiri, dan warga Turki tidak tertarik dengan masakan Uighur.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Suara perempuan Uighur

    Gulbhar Jelilova adalah aktivis HAM dari Kazakhstan, dari etnis Uighur. Ia sempat ditahan selama 15 bulan di tempat penahanan yang disebut Cina sebagai “pusat pelatihan kejuruan.” Ia mengatakan, setelah mendapat kebebasan ia mendedikasikan diri untuk menjadi suara perempuan Uighur yang menderita.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Mencari nafkah di Turki

    Dua pria Uighur tampak bekerja di toko halal di distrik Zeytinburnu, di mana sebagian besar warga Turki di pengasingan bekerja. Ismail Cengiz, sekjen dan pendiri East Turkestan National Heart yang berbasis di Istanbul mengatakan, sekitar 35.000 warga Uighur tinggal di Turki, yang sejak 1960 menjadi “tempat berlabuh” yang aman bagi mereka.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Merindukan kampung halaman

    Gulgine Idris, bekerja sebagai ahli rpijat efleksi di Istanbul. Ketika masih di Xinjiang, Cina, ia bekerja sebagai ahli ginekolog. Kini di tempat prakteknya ia mengobati pasien perempuan dengan pengetahuan obat-obatan dari Timur. Turki adalah negara muslim yang teratur menyatakan kekhawatiran tentang situasi di Xinjiang. Bahasa yang digunakan suku Uighur berasal usul sama seperti bahasa Turki.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Tekanan bertambah sejak beberapa tahun lalu

    Sexit Tumturk, ketua organisasi HAM National Assembly of East Turkestan, katakan, warga Uighur tidak hadapi masalah di Turki hingga 3 atau 4 tahun lalu. Tapi Turki pererat hubungan dengan Cina, dan khawatir soal keamanan. Pandangan terhadap Uighur juga berubah setelah sebagian ikut perang lawan Presiden Suriah Bashar al Assad, yang berhubungan erat dengan Cina.

  • Türkei unsichere Lage für Uiguren aus China (Reuters/Murad Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Kehilangan orang tua

    Anak laki-laki Uighur yang kehilangan setidaknya salah satu orang tua mengangkat tangan mereka saat ditanya dalam pelajaran agama di madrasah di Kayseri. Sekolah itu menampung 34 anak. Kayseri telah menerima warga Uighur sejak 1960-an, dan jadi tempat populasi kedua terbesar Uighur di Turki. Sejak keikutsertaan warga Uighur dalam perang lawan Assad, Cina memperkeras tekanan terhadap mereka.

  • Türkei - ohne Papiere fürchten sich die Uiguren um ihre Zukunft (Reuters/M. Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Mengharapkan perhatian lebih besar

    Sebagian warga Uighur di Turki berharap pemerintah Turki lebih perhatikan kesulitan mereka, dan memberikan izin bekerja, juga sokongan dari sistem asuransi kesehatan. Foto: seorang anak perempuan menulis: “Kami, anak Turkestan, mencintai kampung halaman kami” dengan bahasa Uighur, di sebuah TK di Zeytinburnu. Warga Uighur di pengasingan menyebut kota Xinjiang sebagai Turkestan Timur.

  • Türkei - ohne Papiere fürchten sich die Uiguren um ihre Zukunft (Reuters/M. Sezer)

    Uighur – Diskriminasi di Cina dan Terdesak di Turki

    Situasi terjepit

    Warga Uighur juga tidak bisa memperbarui paspor mereka di kedutaan Cina di Turki. Jika kadaluarsa mereka hanya akan mendapat dokumen yang mengizinkan mereka kembali ke Cina, kata Munevver Ozuygur, kepala East Turkestan Nuzugum Culture and Household Foundation. (Sumber: reuters, Ed.: ml/hp)


Memasukkan konten radikal ke buku

Sawut, mantan Direktur Departemen Pendidikan Xinjiang dinyatakan bersalah karena memasukkan konten separatisme etnis, kekerasan, terorisme, dan ekstremisme agama dalam buku teks bahasa Uighur.

Pengadilan menghubungkan isi buku itu dengan serangan di ibu kota daerah Urumqi pada 2009 yang menewaskan sedikitnya 200 orang.

“Sattar Sawut mengambil keuntungan dari mengumpulkan dan menerbitkan buku teks berbahasa daerah untuk sekolah dasar dan menengah yang bertujuan memecah kesatuan negara, sejak tahun 2002. Dia menginstruksikan orang lain untuk memilih beberapa orang dengan pemikiran separatis untuk bergabung dengan tim kompilasi buku teks,” lapor Xinhua, mengutip dari komentar Wang Langtao, Wakil Presiden Pengadilan di Xinjiang yang menjatuhkan hukuman tersebut.

Turki panggil duta besar Cina

Pemerintah Turki memanggil duta besar Cina pada hari Selasa (06/04) setelah kedutaannya mengatakan memiliki “hak untuk menanggapi” para pemimpin oposisi yang mengkritik perlakuan Cina terhadap muslim Uighur tiga dekade lalu.

Para politisi, pemimpin Partai IYI Meral Aksener, dan Wali Kota Ankara Mansur Yavas dari oposisi utama CHP, menandai peringatan 31 tahun pemberontakan Uighur melawan pemerintah di ujung barat Cina.

Aksener mengatakan di Twitter “kami tidak akan tinggal diam atas penganiayaan mereka.” Sedangkan Yavas mengatakan “kami masih merasakan sakitnya pembantaian itu” pada tahun 1990.

Duta Besar Liu Shaobin dipanggil setelah kedutaannya mencuitkan pernyataan di Twitter: “Pihak Cina dengan tegas menentang siapa pun yang mengganggu kedaulatan Cina dan integritas teritorial, serta mengutuk tindakan itu,” katanya. “Cina memiliki hak yang sah untuk memberi tanggapan.”

ha/rzn (AFP, AP, Reuters)

Karte China Xinjiang EN

Peta Xinjiang dan Cina

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *