Ditinggal Suami Nikah Siri, Begini Cerita Pilu Istri Oknum PNS Kemenhub

by -2 views
ditinggal-suami-nikah-siri,-begini-cerita-pilu-istri-oknum-pns-kemenhub

Seorang ibu rumah tangga bernama Rika Oktina mengaku bingung dengan masalah yang dihadapinya. Biduk rumah tangga yang dibinanya dengan BM hancur lantaran suaminya diduga nikah siri.

Rika menduga, suaminya yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Perhubungan menjalin cinta terlarang dengan rekan sekantornya. Rasa sakit hati dan keinginannya bercerai secara sah dengan BM tak berjalan mulus, karena belum ada izin dari atasan suaminya.

“Karena suami saya PNS, jadi jika bercerai harus ada izin dari atasannya. Sementara atasannya belum memberi izin,” ujar Rika dalam keterangannya.

Saat ini, kata Rika, suaminya hanya mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sebesar Rp 1,35 juta. Padahal sebelum adanya pernikahan siri, ia mendapat uang belanja sebesar Rp 20 juta.

“Selama ini saya hanya dikasih (uang belanja) Rp 1,35 juta dari sebelumnya Rp 20 juta per bulan. Bagaimana cukup, sedangkan untuk uang sekolah dua anak saya saja sudah Rp 1,2 juta,” jelasnya.

Tak berdiam diri, Rika juga menempuh sejumlah langkah agar apa yang menjadi hak ia dan anak-anaknya dapat terpenuhi. Dia mengadukan persoalan nikah siri itu ke Kemenhub, selaku tempat suaminya bekerja.

“Tapi sampai sekarang saya hanya disuruh sabar oleh pihak yang memproses, saat tanya perkembangan sanksi indisiplinernya,” ucapnya.

Selain ke Kemenhub, Rika juga melaporkan apa yang menimpanya ke Polres Jakarta Pusat. Namun lagi-lagi, laporan yang sudah dibuat sembilan bulan lalu itu tak kunjung naik ke penyidikan.

Padahal laporan itu telah dibuat ke Polres Metro Jakarta Pusat dan diterima dengan nomor laporan polisi (LP) Nomor: 067/K/I/2021/RESTRO JAKPUS, tertanggal 16 Januari 2021.

Rika mengadukan sang suami dan perempuan berinisial IM yang diduga dinikahi siri BM, dengan sangkaan perzinahan.

“Tapi kata polisi kurang bukti-buktinya. Padahal saya sudah sertakan chat mesra, dan berbagai bukti lainnya. Padahal saya punya bukti suami saya sering ke Apartemen Graha Cempaka Mas, karena saya pasang GPS di mobilnya,” terangnya.

Sedangkan, sambung Rika, sanksi etik dan gugatan cerai bisa diberikan di Kemenhub jika proses dari laporan polisi yang dibuat telah diputuskan. Namun hingga saat ini laporan polisi yang dibuatnya juga belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Izin melakukan gugatan cerai katanya bisa diberikan jika sudah diputus bersalah dalam laporan kasus dugaan perzinahan yang saya laporkan, dan sanksi disiplin PNS dijatuhkan. Keduanya saat ini nggak jalan, makanya saya bingung harus ngadu kemana lagi?” katanya.

Saat ini guna menyambung hidup, Rika dan anaknya dibantu oleh orang tuanya. Dia mengaku saat ini hanya ingin berpisah dengan suaminya, dan apa yang menjadi hak-hak ia dan anak-anaknya dipenuhi.

“Sekarang saya ingin cerai saja sudah, terserah dia mau nikah siri atau apa. Tapi kasih apa yang menjadi hak saya dan anak-anak saya,” tukasnya.

Leave your vote

466 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *