Diguncang Dugaan Makar, Seberapa Stabil Sebenarnya Yordania?

by -3 views
diguncang-dugaan-makar,-seberapa-stabil-sebenarnya-yordania?

Yordania diguncang intrik dugaan makar dari kalangan istana untuk mengganggu stabilitas negara kerajaan itu. Para pengamat mengatakan konflik keluarga kerajaan hanyalah contoh kecil dari masalah jangka panjang.

Selama bertahun-tahun, Yordania dianggap sebagai negara yang stabil dan damai, terutama jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Suriah, Palestina, Israel, dan Irak.

Tetapi dugaan tentang upaya anggota keluarga kerajaan yakni Pangeran Hamzah bin Hussein untuk menggulingkan pemerintah, mengubah persepsi tentang negara Timur Tengah ini.

Apakah pemahaman negara-negara dunia, terutama pemahaman sekutu Barat seperti AS dan Jerman yang memiliki pasukan militer di sana dan merupakan donor keuangan penting, salah tentang Yordania selama ini?

Terlepas dari pandangan Yordania sebagai negara yang stabil, ketidakpuasan publik semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, kata Adam Coogle, wakil direktur divisi Timur Tengah dan Afrika Utara Human Rights Stare, yang berkantor pusat di ibu kota Yordania, Amman.

“Situasi menjadi semakin tegang di sini dalam beberapa tahun terakhir,” kata Coogle kepada DW. “Reputasi negara ini sebagai wilayah yang tenang dan hening telah berubah.”

Yordania paling tepat digambarkan sebagai “kediktatoran yang lunak”, seperti yang ditulis oleh Yasmina Abouzzohour, peneliti tamu di lembaga pemikir Doha Center Brookings Institution.

Di Yordania, Raja Abdullah II dapat menunjuk atau memberhentikan perdana menteri dan menteri kabinet negara serta anggota majelis tinggi parlemen. Sementara anggota majelis rendah yang dipilih setiap empat tahun tetapi cenderung memiliki pengaruh yang relatif kecil.

Generasi baru para pengunjuk rasa

Sistem ini telah berada di bawah tekanan selama beberapa puluh tahun terakhir. Tetapi sejak Arab Spring pada tahun 2011, yakni aksi demonstrasi besar-besaran di negara-negara Arab untuk menggulingkan rezim otoriter, ketegangan semakin meningkat.

Yordania juga memiliki protes gaya Arab Springnya sendiri. Dimulai pada Januari 2011 dan melibatkan generasi muda Yordania yang lebih kritis, yang dikenal sebagai Hirak atau gerakan populer. Tetapi, seperti yang ditunjukkan Abouzzohour, kebanyakan monarki Arab berhasil menahan protes ini dengan cara yang sama: “Mereka memberikan insentif moneter dan konsesi politik terbatas… dikombinasikan dengan taktik penindasan.” 

Protes warga Yordania

Protes warga Yordania disebabkan oleh buruknya ekonomi negara Timur Tengah ini

Kesengsaraan ekonomi Yordania

Namun, protes terus berlanjut sepanjang puluhan tahun, sebagian besar didorong oleh situasi ekonomi yang memburuk, standar hidup yang memburuk, dan pemerintah yang melanggar janji.

Demonstrasi para guru Yordania yang dimulai pada 2019 adalah contoh yang signifikan. Pemerintah menjanjikan para guru kenaikan gaji 50% pada tahun 2014. Namun, pemerintah membuat penyesuain kembali terkait janji tersebut, sebelum akhirnya benar-benar menghentikan sepenuhnya saat semua kenaikan gaji sektor publik dibekukan pada tahun 2020 karena pandemi virus corona.

Pada pertengahan 2020, pemerintah Yordania telah menangkap belasan pemimpin serikat guru dan melarang organisasi tersebut.

Tren yang mengkhawatirkan

“Itu masalah besar,” ucap Adam Coogle dari Human Rights Stare. “Kelompok ini adalah organisasi independen terbesar di Yordania yang mampu melakukan mobilisasi semacam itu, dan ditutup hampir dalam semalam. Itu menunjukkan jenis tren yang sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Organisasi lain juga mengamati tren ini. Freedom Residence, sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di AS ini mengukur seberapa “bebas” demokrasi di sebuah negara, dan hasilnya peringkat Yordania turun dari “setengah bebas” pada tahun 2020 menjadi “tidak bebas” pada tahun 2021.

Pengawas kebebasan media, Reporters without Borders, juga mencatat bahwa ratusan situs web lokal telah diblokir sejak Yordania merombak undang-undang medianya pada 2012, dan menggarisbawahi fakta bahwa postingan di media sosial berpotensi hukuman penjara.

Yordania pun kini telah melarang media dan warganet untuk mempublikasikan konten apapun yang berkaitan dengan keluarga kerajaan, terutama soal Pangeran Hamzah. 

Jordanien | Hochzeit Hamzah Bin Al-Hussein und Noor Bent Aasem Bin Nayef

Prince Hamzah (paling kanan) berfoto bersama King Abdullah (kedua dari kiri)

Kebebasan berekspresi terancam punah

“Pada dasarnya, ada ketidakpuasan dan frustrasi yang meningkat serta persepsi bahwa hak-hak dasar sedang terkikis,” kata Coogle kepada DW. “Orang-orang di sini merasa mereka tidak bisa mengekspresikan diri seperti dulu.”

Dan dalam konteks ini mencerminkan pula perselisihan publik yang tidak biasa antara anggota keluarga kerajaan Yordania.

Perihal peristiwa akhir pekan itu, Pangeran Hamzah, saudara tiri Raja Abdullah II dan mantan putra mahkota yang populer, diduga hendak melakukan plot jahat untuk mengguncang negara kerjaaan ini. Dia juga pengguna media sosial yang cerdik.

Seorang warga lokal dari Amman yang tidak ingin disebutkan namanya atas alasan keamanan, mengatakan bahwa pesan video yang dirilis Pangeran Hamzah ke media yang mengeluhkan tentang dirinya yang dijadikan tahanan rumah, “mengungkapkan semua hal yang benar. Seolah-olah dia telah mendengarkan orang-orang yang mengeluh tentang pemerintah. Hal-hal yang dia katakan persis seperti yang Anda dengar di jalan di sini. ” 

  • city of al-salt

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Kota metropolis kuno

    Fotografer Fatima Abbadi lahir di Abu Dhabi, tapi 10 tahun terakhir ia mempelajari kota As-Salt di Yordania, yang didirikan 300 S.M dengan populasi 90.000 warga. As-Salt adalah kota kosmopolitan dimana budaya Arab dan Eropa melebur berkat hubungan yang harmonis.

  • people out shopping

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Tidak ada tembok, tidak ada batasan

    Berkat keunikannya, kota ini masuk nominasi situs warisan dunia UNESCO. Tapi tidak hanya arsitektur dan fesyen Timur dan Barat yang bisa ditemukan di As-Salt. “Mayoritas umat Muslim dan populasi Kristen hidup berdampingan tanpa ada pemisahan,” ujar Ismael Abder-rahman Gil, peneliti yang membantu Abbadi dengan proyek fotografinya.

  • inside of a church

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Dari St. George ke al-Khidr

    Gil menjelaskan, umat Kristen As-Salt memainkan peran penting dalam perkembangan budaya, ekonomi, dan politik. Sejarah kedua agama saling terkait di As-Salt, sehingga seringnya harus berbagi rumah ibadah. Pada foto tampak gereja Saint George dengan altar yang dikelilingi oleh kutipan dari Al Qur’an dan kisah dari Alkitab.

  • Woman standing at altar

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Rumah bagi semua

    Rumah ibadah ini didirikan tahun 1682, setelah seorang penggembala mendapat wahyu dari Santo Georgius untuk membangun gereja setelah melindunginya dari hewan liar yang mengancam ternaknya. “Hingga kini gereja dipenuhi oleh umat Kristen dan Muslim As-Salt yang menyalakan lilin untuk mendoakan Santo,” ujar Abder-rahman Gil. Gereja latin, anglikan dan ortodoks juga ditemukan di kota ini.

  • city street

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Sejarah 2000 tahun

    Hubungan Yordania dan umat Kristen diawali dengan pembaptisan Yesus di sungai Yordan. Banyak komunitas Kristen yang menetap di Yordania pada abad ke-1 dan hingga kini bisa menjalankan agamanya secara bebas dan terbuka. Umat Kristen terwakili di parlemen dan memiliki fungsi resmi kenegaraan.

  • Two religious leaders

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Demonstrasi dan proklamasi

    Walau hidup berdampingan secara damai selama ratusan tahun, dan penegasan Raja Abdullah II bahwa “umat Arab Kristen adalah bagian integral wilayah saya baik di masa lalu, masa kini, maupun masa depan,” ketegangan antara umat Muslim dan Kristen meningkat di Yordania. Aksi protes bermunculan. “Keistimewaan As-Salt, hubungan antara kedua agama tersebut tidak terpengaruh disini,” ujar Abbadi.

  • A woman in a house

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Berpesta bersama

    “Saat Natal misalnya, warga Muslim yang pertama membuka pintu rumahnya bagi warga Kristen dan merayakannya bersama mereka. Begitu pula sebaliknya,” cerita Abbadi. 35 persen populasi As-Salt beraga Kristen. Sangat kontras dibandingkan 4 persen populasi umat Kristen di seluruh Yordania.

  • woman in a church

    Kota Tua As-Salt di Yordania – Tempat Aman Umat Beragama

    Resep damai – saling menghormati

    Seri foto Abbadi tentang As-Salt menggambarkan kehidupan pertanian tradisional hingga pengaruh barat di warga perkotaan. Ia yakin hubungan antara umat Muslim dan Kristen tidak akan berubah di kota ini. “Warga yang tinggal di As-Salt punya sejarah pribadi yang panjang. Mereka saling menghormati dan menganggap semua seakan adalah keluarga besar.” Ed:Jan Tomes (vlz/hp)


Stabilitas adalah prioritas

Situasinya sudah mulai tenang sekarang. Pangeran Hamzah secara terbuka menolak tuduhan bahwa dia mencoba merongrong negara, dan menegaskan kembali kesetiaannya kepada Raja Abdullah, setelah dimediasi keluarga kerajaan.

Bagi warga Yordania biasa, peristiwa itu tetap menjadi misteri. Ada desas-desus tentang konspirasi internasional dan dinas keamanan yang bertindak terlalu jauh untuk menghentikan pangeran yang populer itu. Tapi warga Amman mengatakan, orang tidak akan membicarakannya secara terbuka.

“Semua orang takut berbicara dan takut mengungkapkan perasaan apa pun,” kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya. “Kebanyakan orang di Facebook hanya menuliskan hal-hal seperti ‘semoga Tuhan melindungi Yordania.’”

“Tampaknya masalah telah diselesaikan untuk saat ini. Jadi saya tidak yakin ada bahaya bagi stabilitas negara dalam jangka pendek dan menengah,” kata Edmund Ratka, kepala kantor Yayasan Konrad Adenauer Jerman di Amman, kepada DW.

“Tetapi fakta bahwa situasi yang meningkat seperti ini menunjukkan kegugupan rezim, batasan untuk gaya pemerintahan saat ini dan suasana tegang di negara ini. Dan dalam jangka panjang, jelas tantangan Yordania harus ditangani dengan cara yang lebih berkelanjutan.” (pkp/yf )

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *