Dibayangi Perselisihan India-AS, KTT ‘Quad’ Bahas Cina dan Ukraina di Jepang | DW | 24.05.2022

by -7 views
dibayangi-perselisihan-india-as,-ktt-‘quad’-bahas-cina-dan-ukraina-di-jepang-|-dw-|-2405.2022

Kepala negara Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia bertemu di Tokyo untuk memperkuat aliansi melawan pengaruh Cina. Namun perselisihan antara India dan AS soal invasi Rusia masih membayangi jalannya pertemuan

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan keempat negara sedang menghadapi “masa-masa kegelapan dalam sejarah kita bersama,” katanya merujuk pada invasi Rusia terhadap Ukraina. Krisis ini “lebih dari sekedar isu Eropa, ia adalah isu global,” imbuhnya.

Keempat negara, yang tergabung dalam forum keamanan segi empat, Quadrilateral Security Dialog atau Quad, mencanangkan keterbukaan akses terhadap kawasan Indo-Pasifik dan penanggulangan krisis iklim sebagai agenda utama dalam KTT di Tokyo, Selasa (24/5)

Dibentuk sebagai aliansi negara-negara demokratis melawan Cina pada 2017 lalu, Quad kini menjadi kendaraan diplomasi AS untuk kawasan Indo-Pasifik. “Ini adalah soal demokrasi melawan autokrasi, dan kita harus memastikan bahwa kita akan berhasil,” tutur Biden di awal KTT.

Dalam menghadapi pengaruh Cina, Perdana Menteri Fumio Kishida mengimbau negara Quad untuk “mendengarkan dengan seksama” aspirasi negara-negara jiran di Indo-Pasifik, “untuk membantu menanggulangi tantangan yang mereka hadapi.”

Peta Laut Cina Selatan

Laut Cina Selatan menjadi medan konflik utama antara negara Quad dan Cina

“Tanpa berjalan bersama dengan negara-negara di kawasan, kita tidak akan berhasil,” kata dia, merujuk kepada upaya diplomasi Cina merajut aliansi dengan negara-negara Asia, hingga ke Kepulauan Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon.

Hari Selasa (24/5), Kementerian Luar Negeri Cina mengumumkan rencana lawatan Menlu Wang Yi ke delapan negara Kepulauan Pasifik, antara 26 Mei hingga 4 Juni mendatang.

Sementara itu, KTT di Tokyo digunakan oleh para kepala negara untuk bertemu secara langsung dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang baru terpilih 21 Mei silam.

Dialog damai India dan AS

Betapapun, perselisihan antara AS dan India terkait hubungan dagang dengan Rusia masih membayangi jalannya pertemuan puncak di Tokyo. Analis meyakini, Biden akan berusaha menggunakan pendekatan lunak kepada Modi.

“Hukum internasional, hak asasi manusia harus selalu ditegakkan, terlepas di mana pun ia dilanggar di dunia,” kata Biden dalam pembukaan KTT. 

  • Calon ARP berselimut, tidur di luar di atas beton keras dan dingin saat program pelatihan mereka yang berat

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Tangguh seperti pasak baja

    Program pelatihan bagi mereka yang ingin bergabung dengan unit angkatan laut elit Taiwan berlangsung selama 10 minggu. Tahun ini, 31 peserta lolos tes untuk mengikuti program ini, tetapi hanya 15 orang yang akan diterima. Di pangkalan angkatan laut Zuoying di Taiwan selatan, tubuh dan jiwa benar-benar diuji — satu latihan mengharuskan peserta tidur di atas beton yang dingin.

  • Peserta pelatihan ARP disiram dengan air dingin agar mereka tetap terjaga. Kelelahan, tetapi tetap terkunci bahu-membahu

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Disiram air dingin

    Setelah menghabiskan sepanjang hari di laut, peserta pelatihan disiram dengan air dingin. Lelah dan gemetar, mereka berdiri di dermaga. Tujuan dari kamp pelatihan ini adalah untuk menempa para peserta mengembangkan kemauan yang kuat. Tidak peduli seberapa sulit misi mereka, kesetiaan terhadap rekan-rekan mereka, dan angkatan laut harus teguh.

  • Yu Guang-Cang dengan rekan-rekannya menjalani program pelatihan ARP yang super berat

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Latihan berat di pantai

    Yu Guang-Cang ikut dalam latihan di pantai. Sepintas terlihat seperti latihan senam bis. Namun, sebetulnya peserta melakukan latihan berat, mulai dari “long march” hingga berjam-jam dan latihan di dalam air. Instruktur mereka memiliki reputasi sebagai orang yang tegas tanpa kompromi. Waktu istirahat pendek dan jarang. Sering kali hanya ada waktu untuk minum seteguk dan ke toilet.

  • Seorang peserta program pelatihan ARP mencoba untuk tidak tertidur saat diolesi dengan cat kamuflase

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Cat perang

    Seorang peserta pelatihan berjuang melawan kelelahan saat dia diolesi cat kamuflase. Semua peserta ikut secara sukarela. Kebanyakan ingin menguji coba batas ketangguhannya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mensimulasikan tantangan berat perang. Komandan angkatan laut mengharapkan, para peserta dapat difungsikan ketika keadaan menjadi sangat gawat.

  • Peserta program pelatihan ARP duduk di tepi kolam renang, mengikat kaki mereka untuk latihan menyelam

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Hanya semangat baja yang lulus

    Para kandidat menghabiskan sebagian besar waktu mereka di laut atau kolam renang. Mereka harus belajar menahan napas untuk waktu yang cukup lama, berenang dengan peralatan tempur lengkap, dan menyerbu pantai dari laut. Sering kali untuk aksinya kaki dan tangan mereka diikat. Latihan ini bukan untuk mereka yang cengeng.

  • Seorang pria sedang diregangkan di pantai oleh sesama peserta pelatihan

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Mendekati batas peregangan

    Para peserta tidak hanya harus lulus tes kekuatan dan daya tahan, mereka juga menghadapi beberapa latihan peregangan ekstrem. Ou Zhi-Xuan yang berusia 25 tahun menangis kesakitan saat dia diregangkan mendekati batas kelenturan. Jika ada yang melawan instruktur saat berada di bawah tekanan berat, mereka segera dikeluarkan dari program ARP.

  • Seorang pelatih ARP memarahi seorang peserta pelatihan dengan perlengkapan tempur saat ia berbaring di samping peserta pelatihan lainnya di tanah basah

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Dihina dan dilecehkan

    Tentu saja, para kandidat harus berlatih sambil mengenakan perlengkapan tempur. Mereka harus menghadapi semburan pelecehan dan penghinaan dari instruktur unit elit angkatan laut. Pesrta mendapat istirahat satu jam setiap enam jam. Selama waktu ini, mereka harus makan, biasanya bawang putih untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, mendapatkan bantuan medis, pergi ke toilet, dan tidur.

  • Seorang peserta pelatihan wajahnya berkerut kesakitan

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Jalan berbatu menuju surga

    Latihan terakhir disebut “jalan menuju surga.” Peserta pelatihan harus mengatasi rintangan yang unik. Mereka dipaksa untuk merangkak, praktis telanjang, di jalan berbatu, dan melakukan push-up, meskipun mereka sudah lelah dari minggu-minggu sebelumnya. “Saya tidak takut mati,” kata salah satu peserta pelatihan, Fu Yu, 30 tahun.

  • Seorang peserta pelatihan membunyikan bel, menandai berakhirnya program pelatihan super berat

    Menengok Kamp Pelatihan Unit Angkatan Laut Paling Elit Taiwan

    Diberi selamat dengan bunyi lonceng

    Xu De-Yu menandai akhir dari kamp pelatihan ARP dengan membunyikan lonceng. Dia adalah salah satu yang “beruntung” lulus ujian. “Tentu saja, kami sama sekali tidak akan memaksa siapa pun, semua orang ada di sini secara sukarela,” tegas instruktur Chen Shou-lih, 26. Pesannya kepada para peserta: “Kami tidak akan menyambut Anda bergabung begitu saja, hanya karena Anda ingin datang.” (rs/as)

    Penulis: Claudia Dehn


Sejauh ini, India bersikap abstain terhadap tiga resolusi Sidang Umum PBB yang mengecam Rusia terkait perang di Ukraina. India dan Rusia disatukan kedekatan sejarah yang berakar pada Perang Dingin. India adalah satu-satunya anggota Quad yang bersikap abstain dalam invasi di Ukraina.

Pemerintah di New Delhi, yang sejak lama bergantung pada impor senjata dari Rusia, juga tidak jengah menyambut tawaran Moskow membeli minyak dengan harga diskon, ketika barat menjatuhkan embargo pada bulan Maret silam. 

Sehari sebelum KTT di Tokyo, New Delhi mengklaim AS sedang memperimbangkan “dukungan investasi” senilai USD 4 miliar untuk India. Pernyataan itu diumumkan setelah kedua negara menandatangani kerjasama di bidang kesehatan, produksi vaksin Covid-19, energi terbarukan, keuangan dan infrastruktur.

“Jelas bahwa pemerintahan Biden tidak sedang mencari masalah dengan India,” kata Michael Green, bekas penasehat bekas Presdien AS, George W. Bush. Menurutnya, kedua kepala negara akan berusaha menghindari konfrontasi di muka publik, dengan “pembicaraan paling sulit akan dilakukan secara pribadi,” tuturnya.

rzn/hp (rtr,ap)

More

About Author: Feeds Agregator

Gravatar Image
Akun Feeds Agregator, Mesin pengepul info bermutu dari website dan blog favorit

Leave a Reply

Your email address will not be published.