28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Dibayangi Ketidakpastian Global, Ma

BeritaDibayangi Ketidakpastian Global, Ma
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat membuka acara Gerakan HIPMI SyariahPreneur Indonesia. Selasa (29/3/2

Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka acara Gerakan HIPMI SyariahPreneur Indonesia. Selasa (29/3/2022). (Foto: HIPMI)

KBR, Jakarta— Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut tahun ini masih menjadi masa penuh ketidakpastian terhadap sektor ekonomi, baik secara global maupun dalam negeri.

“Perekonomian dunia berada pada zona pemulihan, tetapi sekaligus dibayangi dengan kenaikan inflasi dan utang, ketimpangan pendapatan, supply shock, krisis perubahan iklim dan lain-lain,” katanya dalam acara Pembukaan Gerakan HIPMI SyariahPreneur Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Ma’ruf mengatakan pemerintah tengah berupaya menggerakkan laju perekonomian melalui tiga komponen, yakni pengendalian pandemi, kebijakan yang akomodatif, dan mendorong para pengusaha muda. Oleh karena itu, momentum pemulihan ekonomi yang terjadi tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:

Gairahkan UMKM Produk Halal dan Pelaku Ekonomi Syariah, Muslim LifeFair 2022 Resmi Dibuka

Dorong Pengembangan UMKM, Wapres Minta Salurkan Donasi Lewat Bank Wakaf Mikro

“Pertama, kita meningkatkan capaian vaksinasi sebagai salah satu upaya membentuk kekebalan komunal, termasuk komitmen vaksin booster gratis bagi masyarakat. Kedua, yaitu menerbitkan berbagai kebijakan akomodatif dan dan inklusif yang diterapkan pemerintah dan lembaga otoritas,” sambungnya.

Kemudian, pemerintah berupaya menggerakkan para pengusaha muda untuk berkontribusi mendorong bangkitnya ekonomi nasional, khususnya ekonomi syariah. Dia berharap para pengusaha memperluas inkubasi bisnis syariah, khususnya dengan menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) halal. Menurut Ma’ruf, indeks ekonomi syariah tercatat baru 20,01 persen pada 2021 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya16 pesen.

Untuk itu, jejaring luas dari para pengusaha, seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan memperkuat rantai nilai industri halal yang membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pasokan bahan baku, proses produksi, distribusi, pemasaran hingga ke konsumen.

“Pemerintahan mengajak HIPMI untuk turut ambil bagian dalam modernisasi infrastruktur pada sektor-sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah. Seperti layanan keuangan syariah. Dan tempatnya pelajaran bahagia yang kita petik dalam dua tahun pandemi, yakni pentingnya akselerasi digitalisasi, bukan sekadar mengubah sistem analog menjadi digital, melainkan transformasi secara utuh dan terintegrasi,” sambungnya.

Editor: Sindu

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles