Diam-diam Rusia Dekati Junta Militer Myanmar

by -0 views
diam-diam-rusia-dekati-junta-militer-myanmar

Wakil menteri pertahanan Rusia mengadakan pembicaraan dengan pemimpin kudeta yang menggulingkan Aung San Suu Kyi.

Rusia mengatakan pihaknya sedang berusaha memperdalam hubungan dengan junta militer Myanmar ketika wakil menteri pertahanannya mengadakan pembicaraan dengan panglima tertinggi negara itu, Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta terhadap pemerintah demokratis bulan lalu.

Dalam kunjungan paling terkenal ke negara itu oleh kekuatan asing sejak pemerintah Aung San Suu Kyi digulingkan, Alexander Fomin pada Jumat (26/1) mengatakan, Moskow “berkomitmen pada strategi yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.”

Pertunjukan dukungan untuk junta militer sangat kontras dengan kecaman dari kekuatan barat, dan muncul saat Moskow mencari pengaruh yang lebih besar di negara Asia Tenggara.

China telah lama mitra asing unggulan Myanmar, tetapi pemerintah khawatir Myanmar terlalu bergantung pada Beijing untuk dukungan diplomatik dan ekonomi, dan telah membina hubungan dengan kekuatan lain di wilayah tersebut.

Rekaman kunjungan yang disiarkan oleh saluran televisi milik kementerian pertahanan Rusia menunjukkan Fomin dan kepala junta Jenderal Min Aung Hlaing bertukar hadiah sebelum memulai diskusi panjang dengan delegasi mereka.

“Para pihak secara positif menilai hubungan kedua negara yang berkembang pesat di bidang militer saling menguntungkan dan menegaskan kembali niat mereka untuk memanfaatkan potensi yang ada untuk memperdalam kerja sama militer dan teknis dalam semangat kemitraan strategis,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Interfax, jaringan berita Rusia.

Rusia telah menjadi sumber senjata terbesar kedua di Myanmar sejak 2008, memasok produk senilai US$835 juta dibandingkan dengan US$1,5 miliar dari China, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm.

Rusia, bersama China, juga awalnya memblokir resolusi di Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kudeta pada Februari.

Pembicaraan pada Jumat itu menyusul kunjungan menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke Myanmar seminggu sebelum kudeta militer, di mana ia menyetujui sejumlah kesepakatan senjata termasuk untuk drone pengintai.

Min Aung Hlaing juga telah mengunjungi Rusia enam kali, menurut media lokal, terakhir pada Juni tahun lalu untuk menghadiri perayaan yang menandai peringatan 75 tahun Hari Kemenangan Rusia, yang memperingati kemenangan atas Nazi Jerman.

Kunjungan ke Rusia itu adalah wujud dukungan yang langka bagi militer Myanmar, yang telah menghadapi ketidaksetujuan yang meluas dan prospek kembali terisolasinya negara itu dari dunia internasional setelah kudeta, yang dibenarkan dengan tuduhan kecurangan dalam pemilihan pada November.

AS dan Inggris pada Rabu (24/3) menjatuhkan sanksi pada dua konglomerat yang terkait dengan militer Myanmar dalam upaya untuk menekan keuangan junta.

Junta telah memulai tindakan keras terhadap protes, menembakkan amunisi ke kerumunan dan menewaskan 320 orang, termasuk 11 orang pada Kamis (25/3), menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan Tahanan Politik. Hampir 3.000 orang telah ditangkap, didakwa, atau dihukum, lapor Financial Times.

Namun militer Myanmar juga menghadapi pembelotan di dalam korps diplomatik, dengan duta besar negara untuk PBB dan Inggris secara terbuka memutuskan hubungan dengan para jenderal Myanmar.

Aung San Suu Kyi dan anggota senior lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi tetap ditahan, tetapi anggota parlemen yang digulingkan telah membentuk pemerintahan bayangan sementara, yang pada Jumat dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian oleh kelompok dari Universitas Oslo.

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Purnama Ayu Rizky

Keterangan foto utama: Orang-orang menghadiri pemakaman seorang perempuan yang tertembak mati ketika polisi berusaha membubarkan demonstrasi anti-kudeta di Mandalay, Myanmar, 1 Maret 2021. (Foto: Stringer/Reuters)

Diam-diam Rusia Dekati Junta Militer Myanmar

, , , ,

Leave your vote

607 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *