Di Tengah Krisis Politik, Uni Eropa Berhati-hati Dekati Turki

by -10 views
di-tengah-krisis-politik,-uni-eropa-berhati-hati-dekati-turki

Uni Eropa ingin memulai “babak baru” dalam hubungan dengan Turki, ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan sedang dililit berbagai kendala di dalam negeri, antara lain “kudeta politik” oleh ratusan bekas perwira militer.


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (tengah), menerima Presiden Dewan Eropa, Charles Michel (ki.), dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Layen, di Ankara, Selasa (6/4).

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (tengah), menerima Presiden Dewan Eropa, Charles Michel (ki.), dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Layen, di Ankara, Selasa (6/4).

Ketika dua petinggi Uni Eropa menyambangi Turki pada Senin (5/4), hubungan dengan jiran kaya itu bukan satu-satunya sumber kecemasan bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan. 

Saat ini dia tidak hanya sibuk menyelamatkan mata uang Lira yang didera lonjakan inflasi, tapi juga kian tertekan menyusul pembangkangan sejumlah tokoh senior militer. 

Di Ankara, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, membahas tuntutan Erdogan agar UE menambah dana bantuan bagi pengungsi Suriah, dan mempermudah persyaratan visa bagi warga Turki. 

Dikabarkan, Uni Eropa bersedia mengabulkan insentif bagi Turki dalam isu keimigrasian dan hambatan dagang, dengan catatan Ankara bertindak “konstruktif,” lapor DPA. UE juga menegaskan akan menjatuhkan sanksi jika Turki memaksakan eksplorasi minyak dan gasoline di timur Laut Tengah.

Kedua petinggi UE ditugaskan membangun kesepakatan berdasarkan perjanjian pengungsi pada 2016, yang mewajibkan Turki mencegah arus pengungsi ke Eropa. Sebagai gantinya Uni Eropa akan mengirimkan enam miliar Euro ke Ankara untuk mendanai program pengungsi.

Von der Leyen dan Michel dikabarkan juga mendesak Erdogan ihwal catatan muram demokrasi dan pelanggaran HAM di Turki. Beberapa waktu lalu Erdogan mencabut keanggotaan Turki dari Konvensi Istanbul untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan. Keputusan itu dibuat ketika angka kekerasan seksual di Turki sedang meningkat, keluh pegiat HAM.

Perlawanan mantan admiral

Pada hari kunjungan petinggi Uni Eropa, Presiden Erdogan sedang menghadapi krisis lain, yang dipicu oleh sepucuk surat bernada kritis yang ditandatangani 104 bekas perwira tinggi angkatan laut Turki.

Mereka memperingatkan sang presiden agar menaati Konvensi Montreaux 1936 soal demilitarisasi Selat Bosporus. Surat itu ditujukan terhadap proyek pembangunan kanal baru sepanjang 45 kilometer di barat Bosporus. 

Dikhawatirkan, perjanjian yang menetapkan aturan ketat bagi kapal perang di sekitar selat itu tidak berlaku di kanal yang baru. Para pensiunan admiral meyakini menegaskan komitmen pada Konvensi Montreaux adalah cara terbaik “melindungi kepentingan Turki.”

  • Supporters rally for Turkey's Recep Tayyip Erdogan

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Bangkitnya Turki di bawah Erdogan

    Di Turki dan di luar negeri, sosok Recep Tayyip Erdogan menimbulkan efek berlawanan. Ada yang menggambarkannya sebagai “sultan” Ottoman baru dan ada juga yang menganggapnya pemimpin yang otoriter. DW mengeksplorasi bangkitnya pemimpin Turki ini dari masa awal berkampanye untuk urusan Islamis hingga menjadi presiden di negara yang memiliki kekuatan militer terbesar kedua di NATO.

  • A poster of a controversial film about Erdogan's time in jail

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Walikota Istanbul yang pernah dipenjara

    Setelah bertahun-tahun bergerak di jajaran Partai Kesejahteraan yang berakar Islamis, Erdogan terpilih sebagai walikota Istanbul pada 1994. Namun empat tahun kemudian, partai itu dinyatakan inkonstitusional karena mengancam sistem pemerintahan sekuler Turki dan dibubarkan. Ia kemudian dipenjara empat bulan karena pembacaan puisi kontroversial di depan umum dan akibatnya ia kehilangan jabatannya.

  • Turkish President Recep Tayyip Erdogan with then-opposition leader Angela Merkel in 2004

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Memimpin republik

    Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang memenangkan mayoritas kursi pada tahun 2002. Dia diangkat menjadi perdana menteri pada tahun 2003. Di tahun-tahun pertamanya, Erdogan bekerja untuk menyediakan layanan sosial, meningkatkan ekonomi dan menerapkan reformasi demokratis. Beberapa orang berpendapat bahwa Erdogan mengubah haluan pemerintahan Turki menjadi lebih religius.

  • Protesters carry signs of Erdogan claiming to support the Muslim Brotherhood

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Ingin generasi yang saleh

    Meskipun konstitusi Turki menjamin sistem sekluarisme, pengamat yakin bahwa Erdogan telah berhasil membersihkan sistem sekuler di sana. Pemimpin Turki ini mengatakan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk membangkitkan “generasi yang saleh.” Pendukung Erdogan memuji inisiatifnya dengan alasan bahwa tahun-tahun diskriminasi terhadap Muslim yang religius akhirnya bisa berakhir.

  • Erdogan in military uniform in a helicopter

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Berhasil lolos dari usaha kudeta

    Pada Juli 2016, kudeta militer gagal yang menargetkan Erdogan dan pemerintahannya menyebabkan lebih dari 200 orang tewas, termasuk warga sipil dan tentara. Setelah upaya kudeta, Erdogan mengumumkan keadaan darurat dan bersumpah untuk “membersihkan” militer. “Di Turki, angkatan bersenjata tidak mengatur negara atau memimpin negara. Mereka tidak bisa,” katanya.

  • Protesters scattering after Turkish police use water cannons and tear gas to disperse crowds

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Penumpasan oposisi

    Sejak kudeta gagal, pihak berwenang menangkap lebih dari 50.000 orang di angkatan bersenjata, kepolisian, pengadilan, sekolah dan media. Erdogan menuduh Fethullah Gulen (seorang ulama yang diasingkan di AS dan mantan sekutu Erdogan) dan para pendukungnya telah mencoba merusak pemerintahan. Namun organisasi HAM meyakini tuduhan itu merupakan sarana untuk memperkuat kekuasaan dan pengaruhnya.

  • Kurdish protesters hold up a sign calling Erdogan a terrorist

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Didukung dan dikritik

    Meskipun Erdogan menikmati dukungan signifikan di Turki dan komunitas diaspora Turki, dia dikritik karena kebijakannya yang keras dan aksi-aksi terhadap militan Kurdi setelah runtuhnya proses perdamaian pada 2015. Januari 2018, Erdogan meluncurkan serangan mematikan ke utara Suriah (Afrin), sebuah operasi yang secara luas dikecam oleh organisasi HAM.

  • Erdogan in front of an amalgamation of Turkish and EU flags

    Siapakah Recep Tayyip Erdogan?

    Period baru?

    Menjabat sebagai presiden Turki sejak 2014, Erdogan ingin memperpanjang jabatannya. Pemilu bulan Juni akan menandai transisi Turki menjadi negara presidensial bergaya eksekutif. Namun disinyalir, lanskap media Turki didominasi oleh kelompok yang punya hubungan dengan Partai AKP yang berkuasa. Para pengamat percaya, pemilu ini menandai generation baru bagi Turki – belum jelas, generation baik atau buruk.(na/hp)


Buntutnya Erdogan menuduh tokoh senior militer ingin melakukan “kudeta politik” terhadap pemerintahan demokratis.

“Di negara yang punya sejarah kudeta yang berlimpah, sebuah upaya oleh sekelompok pensiunan admiral tidak bisa diterima,” kata dia, Senin (5/6), seperti dilansir Reuters. Sepanjang akhir pekan, kepolisian dikabarkan menahan 10 bekas admiral, dan memerintahkan empat lainnya untuk menyerahkan diri.

Proyek infrastruktur raksasa yang ditaksir akan menelan biaya hingga USD 15 miliar itu mendapat izin resmi dari Ankara, pada Maret silam.

Destabilisasi ekonomi

Ambisi ekspansi Erdogan saat ini mendapat hambatan berupa lonjakan inflasi yang menimpa mata uang Lira. Pada Selasa (6/4), nilai tukar Lira kembali melemah terhadap Greenback AS. Saat ini angka inflasi tercatat melambung di atas 16%, menyentuh stage tertinggi sejak dua tahun terakhir.

Erdogan dituduh ingin memaksakan kebijakan suku bunga rendah untuk mendorong konsumsi dan penyaluran kredit. Ketika Gubernur Monetary institution Sentral Naci Agbal dipecat Maret lalu setelah hanya menjabat selama empat bulan, Lira sempat menyentuh rekor terendah.

Agbal adalah gubernur keempat yang dipecat Erdogan dalam dua tahun terakhir. Kebijakannya itu dituduh berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan pasar terhadap Turki.

rzn/gtp (rtr, afp, ap)

  • Die Kuppelbasilika Hagia Sophia - Foto: imago/blickwinkel

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Pencapaian Arsitektur

    Tahun 532 Kaisar Romawi, Yustinianus I memerintahkan pembangunan gereja di Konstatinopel. Sebuah bangunan “yang sejak Adam tidak ada dan tidak akan pernah ada.” 10.000 pekerja dikerahkan hingga 15 tahun kemudian ketika bangunan ini rampung,

  • Innenraum der Hagia Sophia - Foto: Burak Kara/Getty Images

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Gereja Kaisar Byzantium

    Sebanyak 150 ton emas dikucurkan Yustinianus I untuk membangun Hagia Sophia. Namun ketika rampung, bangunan megah ini harus direnovasi karena kubahnya runtuh karena gempa bumi. Bangunan yang namanya berarti “Kebijaksanaan Suci” itu didaulat sebagai gereja milik kerajaan. Hingga abad ke-7 semua kaisar Byzantium mengawali kekuasaannya di tempat ini.

  • Sultan Mehmet II. (der Eroberer), Darstellung aus den Sarayı-Albums - - Foto: Bilkent University / Sinan Bey (public Domain)

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Dari Gereja Menjadi Masjid

    Kekaisaran Byzantium di Konstantinopel berakhir tahun 1453. Sultan Mehmet II dari Kesultanan Usmaniyah lantas mendaulat Hagia Sophia sebagai rumah ibadah kaum Muslim. Salib berganti bulan sabit, lonceng dan altar dipindahkan dan mosaik serta lukisan tembok ditutupi.

  • Der türkische Staatsgründer Mustafa Kemal Atatürk - Foto: ddp images/AP Photo

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Dari Masjid Menjadi Museum

    Tahun 1934, tidak lama setelah berkuasa, Perdana Menteri Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengubah Hagia Sophia menjadi museum. Ataturk kemudian memerintahkan restorasi bangunan. Lukisan tembok dan mosaik dari generation Byzantium diselamatkan, sementara peninggalan kesultanan Usmaniyah juga tetap dijaga.

  • Schriftzüge Mohammed und Allah sowie eine Ikone von Maria und Jesus - Foto: BULENT KILIC/AFP/Getty Images

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Islam dan Kristen

    Dua wajah Hagia Sophia masih bisa disimak hingga kini. Gambar Yesus dan Bunda Maria melatari tulisan “Allah” dan “Muhammad”. Gedung ini juga memiliki 40 jendela yang menghiasi kubah terbesarnya. Jendela itu berguna untuk pencahayaan dan mencegah keretakan pada dinding kubah.

  • Jesus-Mosaik (Mitte) - Foto: STR/AFP/Getty Images

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Ikon Byzantium

    Mosaik paling berharga di dalam Hagia Sophia adalah lukisan dinding dari abad ke-14. Kendati restorasi tidak membebaskan lukisan secara utuh, pengunjung masih bisa menatap wajah yang tertoreh. Wajah Yesus misalnya terdapat di tengah sebagai penguasa bumi, sementara wajah Maria terdapat di sisi kiri dan Yohannes di sisi kanan.

  • Papst Benedikt XVI. besucht die Hagia Sophia - Foto: PATRICK HERTZOG/AFP/Getty Images

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Bukan Rumah Ibadah

    Beribadah dulu sempat dilarang di Hagia Sophia. Peraturan itu juga ditaati oleh Paus Bendiktus XVI ketika berkunjung 2006 silam. Kunjungannya berlangsung di bawah pengamanan yang ekstra ketat lantaran aksi protes. Kelompok pemuda nasionalis konservatif mengumpulkan 15 juta tandatangan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Kini sudah jadi masjid.

  • Blaue Moschee und Hagia Sophia - Foto: picture-alliance/Arco

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Nilai Simbolik

    Sebenarnya rumah ibadah kaum muslim di sekitar Hagia Sophia tidak bisa dibilang langka. Di depannya bediri Masjid Sultan Ahmad yang juga dikenal dengan “masjid biru.” Kelompok konservatif Turki menganggap pengalihan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid adalah peninggalan kesultanan Usmaniyah yang harus dilindungi.

  • Patriarch Bartholomäus I. - (c) dpa

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Tuntutan Kristen Ortodoks

    Klaim terhadap Hagia Sophia juga diajukan oleh Bartholomeus I. Patriark Konstantinopel yang juga menjabat pemimpin tertinggi Kristen Ortodoks itu sejak lama meminta bangunan ini dikembalikan fungsinya sebagai gereja. “Hagia Sophia dibangun untuk umat Kristen,” katanya.

  • Die Hagia Sopia in Istanbul (Tuerkei), aufgenommen am 05.12.2012 kurz nach Sonnenaufgang. Die Hagia-Sopia war eine byzantinische Kirche, spaeter eine Moschee und beherbergt heute ein Museum, das Hagia-Sophia-Moschee-Museum. Foto: Marius Becker/dpa

    Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

    Keputusan Belum Jelas

    Apa yang akan terjadi dengan Hagia Sophia, diputuskan pengadilan Turki pertengahan Juli 2020. Tuntutan kelompok oposisi nasionalis untuk menjadikannya masjid yang telah ditolak oleh parlemen dibukakan jalan dengan pembatalan disclose museum oleh pengadilan. UNESCO–yang mendaulatnya sebagai Warisan Budaya Dunia tahun 1985-.padahal sudah mengajukan keberatan.

    Penulis: Klaus Dahmann


Leave your vote

368 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *