Di Bawah Kendali Cina, Kebebasan Ekonomi Hong Kong Dicabut

by -11 views
di-bawah-kendali-cina,-kebebasan-ekonomi-hong-kong-dicabut

Hong Kong telah dihapus dari indeks tahunan ekonomi paling bebas di dunia. Penyebabnya, lembaga pemikir yang menyusun tabel menyebut perekonomian kota itu dikendalikan langsung oleh Beijing.

Pengumuman dihapusnya Hong Kong dari indeks tahunan ekonomi paling bebas di dunia merupakan pukulan berat di tengah upaya Beijing menekan perbedaan pendapat, setelah rangkaian aksi unjuk rasa pro-demokrasi terjadi pada tahun 2019.

The Heritage Foundation, sebuah lembaga pemikir konservatif Amerika Serikat (AS), menerbitkan indeks tahunan tentang seberapa ramah aturan bisnis dan hukum di sebuah negara.

Selama 26 tahun terakhir, Hong Kong menduduki peringkat teratas untuk semua kategori. Prestasi ini merupakan sumber kebanggaan bagi pemerintah kota, yang sering memanfaatkan penghargaan tersebut dalam siaran pers resmi dan brosur investasi yang ditujukan untuk para investor.

Namun ketika laporan tahunan dirilis pada Kamis (04/03), Hong Kong tidak masuk dalam indeks tersebut, karena penulis meyakini bahwa perekonomian kota itu tidak lagi cukup independen tanpa campur tangan Beijing.

“Hilangnya kebebasan politik dan otonomi yang diderita Hong Kong selama dua tahun terakhir, telah membuat kota itu hampir tidak dapat dipisahkan (dalam banyak hal) dari Cina, hampir sama seperti Shanghai dan Beijing,” kata Edwin J. Feulner, Pendiri Heritage Foundation, yang ditulis di Wall Street Journal pada hari Rabu (03/03).

“Hubungan [Hong Kong] dengan Beijing semakin kuat,” tambah Feulner, sementara “tradisi hukum umum Inggris, kebebasan berbicara, dan demokrasi telah melemah secara signifikan.”

  • Proteste in Hongkong (Getty Images/AFP/Ye Aung Thu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Protes di Kampus Politeknik

    Inilah kampus Universitas Politeknik. Para demonstran dipukul mundur di sini dan terlibat dalam bentrokan dengan polisi selama lebih dari 24 jam. Di kampus, ratusan orang berbekal senjata alat pembakar dan senjata rakitan sendiri. Untuk menangkal polisi, mereka menyalakan api besar-besar.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Diringkus dan ditangkap

    Aktivis melaporkan bahwa polisi mencoba menyerbu gedung universitas. Karena gagal, aparat pun menciduk para demonstran di sekitaran universitas. Mahasiswa yang ingin meninggalkan kampus ditangkap. Polisi mengatakan mereka menembakkan amunisi di dekat universitas pada pagi hari, tetapi tidak ada yang tertembak.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Gagal melarikan diri

    Di luar kampus, polisi bersiaga dengan meriam air. Asosiasi mahasiswa melaporkan bahwa sekitar 100 mahasiswa mencoba meninggalkan gedung universitas. Namun mereka terpaksa kembali ke dalam gedung kampus ketika polisi menembakkan gas air mata ke arah mereka.

  • Cross Harbour Tunnel Blockade Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Lokasi strategis penting

    Universitas Politeknik menjadi penting dan strategis bagi para demonstran karena terletak di pintu masuk terowongan yang menghubungkan daerah itu dengan pulau Hong Kong. Dalam beberapa hari terakhir, pengunjuk rasa telah mendirikan barikade di luar terowongan untuk memblokir pasukan polisi. Ini adalah bagian dari taktik baru untuk melumpuhkan kota dan meningkatkan tekanan pada pemerintah.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Apa tuntutannya?

    Protes di Wilayah Administratif Khusus ini telah berlangsung selama lebih dari lima bulan. Tuntutan para demonstran antara lain yaitu pemilihan umum yang bebas dan penyelidikan kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Perwakilan pemerintahan Beijing di Hong Kong belum menanggapi kedua tuntutan ini.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Peningkatan kekerasan

    Protes yang awalnya damai kini berubah menjadi penuh kekerasan. Polisi menindak tegas dan mengancam akan menggunakan amunisi tajam. Aktivis Hong Kong berbicara tentang adanya 4.000 penangkapan sejak protes dimulai. Para demonstran sendiri melawan dengan melempari batu, melemparkan bom Molotov dan menggunakan busur serta anak panah.

  • Proteste in Hongkong (picture-alliance/dpa/Hong Kong Police Dept.)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Busur dan anak panah untuk melawan

    Seorang polisi terluka pada hari Minggu (17/11) akibat tusukan anak panah di kakinya. Aktivis terkenal Hong Kong, Joshua Wong, membenarkan kekerasan yang dilakukan para demonstran. “Dengan protes yang damai, kami tidak akan mencapai tujuan kami. Dengan kekerasan saja juga tidak mungkin, kami membutuhkan keduanya,” kata Wong kepada media Jerman, Süddeutsche Zeitung.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Sembunyikan identitas

    Pemerintah Hong Kong telah melarang pemakaian topeng. Banyak demonstran memakai masker gas untuk perlindungan terhadap serangan gas air mata. Yang lain mengikat kain di depan wajah mereka untuk menyembunyikan identitas. Mereka takut penangkapan dan konsekuensinya jika mereka sampai dikenali.

  • Proteste in Hongkong Soldaten (picture-alliance/dpa/AP/Ng Han Guan)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Khawatir militer turun tangan

    Eskalasi kekerasan juga makin berlanjut. Kehadiran beberapa tentara Cina pada hari Sabtu (16/11) di Hong Kong menyebabkan kekhawatiran. Para tentara ini diturunkan untuk membantu membersihkan serakan batu. Di antara para demonstran, muncul kekhawatiran besar bahwa Cina bisa saja menggunakan militernya untuk mengakhiri protes di Hong Kong. (ae/pkp)

    Penulis: Lisa Hänel, Bernd Kling


Singapura geser peringkat Hong Kong

The Heritage Foundation adalah salah satu lembaga pemikir kebijakan utama yang memengaruhi konservatif fiskal di AS. Feulner juga merupakan seorang kritikus vokal terhadap Beijing dan Ketua Victims of Communism Memorial Foundation.

Sebelumnya, pemerintah Hong Kong yang pro-Beijing menerima tabel liga think-tank itu setiap tahun. Pada tahun 2019 ketika Hong Kong didapuk menduduki puncak klasemen selama 25 tahun berturut-turut, pemerintah di bekas koloni Inggris itu melontarkan propaganda, keberhasilan itu menunjukkan “ketahanan ekonomi, kerangka hukum berkualitas tinggi, toleransi rendah terhadap korupsi, tingkat transparansi pemerintah yang tinggi, kerangka peraturan yang efisien, dan keterbukaan untuk perdagangan global.”

Tahun lalu, untuk pertama kalinya setelah Cina memberlakukan undang-undang keamanan nasional, Hong Kong tidak lagi menduduki peringkat teratas dan digantikan oleh Singapura.

Cina mengklaim undang-undang itu dibutuhkan untuk memulihkan stabilitas. Namun pada kenyataannya, peraturan itu telah mengubah hubungan legislatif dan yudikatif Hong Kong dengan Beijing. Perubahan itu juga telah menciptakan kekhawatiran dalam komunitas bisnis internasional.

ha/as (AFP)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *