in ,

Debat Soal Acara TV Gordon Ramsay Masak Rendang Akibat Orang Komen Sebelum Nonton

Orang Indonesia selalu bisa bikin keramaian di media sosial. Siapa coba yang kepikiran seri terbaru dokumenter masak dan jalan-jalan National Geographic bakal memicu perdebatan emosional di antara netizen Twitter. Gara-garanya, acara Gordon Ramsay: Uncharted musim 2 episode 4 yang mengangkat perjalanan koki bintang Michelin Gordon Ramsay belajar memasak rendang di Sumatera Barat dinilai dipandu oleh sosok yang tak pas: William Wongso.

Yang agak lucu, perdebatan ini ramai sebelum acaranya sendiri ditayangkan penuh pada Minggu (28/6). Trailer acara tersebut yang keburu mengundang serangan.

Dalam potongan acara, tampak Gordon Ramsay berkunjung ke Sumatera Barat dan ditantang memasak rendang, masakan yang jelas belum dia kuasai. Tantangan itu dilempar oleh William, pemerhati kuliner, koki kenamaan, sekaligus pakar gastronomi Indonesia.

Chef William Wongso is an Indonesian legend who has mastered over 200 varieties of Rendang,” tulis media sosial National Geographic. Muncullah pertanyaan dari penonton, dari begitu banyak pemasak rendang di Sumatera Barat, mengapa harus William yang merupakan seorang Tionghoa yang mengajarkan cara memasak makanan kebanggaan orang Minang ini kepada Ramsay?

Tak hanya itu. Akun Bruce Emond juga mempertanyakan penggunaan istilah “legenda” yang disematkan kepada William, yang ia khawatirkan kalau sembarangan dipasangkan, akan membuat kata ini jadi klise.

Dua respons yang sebenarnya menggugat hal berbeda ini sebenarnya tak viral. Namun, karena keduanya dipukul rata sebagai gugatan pada kredibilitas William Wongso, datang twit pembelaan yang bikin pertanyaan biasa meluas jadi polemik.

Andai siapapun mau sedikit berusaha saat berkomentar, sebenarnya tak sulit menelusuri reputasi William Wongso. Sejak 2010, lelaki bernama lengkap William Wiraatmadja Wongso ini telah mendedikasikan dirinya sebagai promotor masakan Indonesia terutama rendang di dunia internasional, di luar spesialisasinya di bidang masakan Asia dan Eropa

Pada 2010 pula Kompas telah menyebut William sebagai diplomat rendang, masakan yang ia terjemahkan ke bahasa Inggris sebagai caramelized beef curry. Mundur ke 2007, William juga mendapat popularitas dari acara televisi yang ia pandu, The ABC Cooking Adventure with William Wongso di Metro TV. Jika rasanya masih kurang, fakta ini tak boleh dilewatkan. Pada 2001, William dianugerahi gelar Chevalier de l’Ordre National du Mérite dari Kementerian Pertanian Prancis atas jasanya mengenalkan masakan Prancis di Indonesia dan dunia.

Gordon Ramsay: Uncharted musim 2 edisi Sumatera Barat dibuka dengan kedatangan Ramsay di Istana Pagaruyung, Tanah Datar. Jadi ceritanya sedang ada pesta di sana yang mana Ramsay diundang sebagai tamu oleh William Wongso. Setelah kagok karena untuk masuk istana kudu lepas sepatu dulu, Ramsay dijamu masakan ala rumah makan Padang dalam acara makan bajamba. Saat itulah ia mencicipi rendang yang enak banget. William kemudian menantangnya berlomba masak rendang seminggu lagi. Gubernur Sumatera Barat yang akan menjadi jurinya.

Ramsay terpacu buat menang. Ia buru-buru keliling Sumatera Barat untuk mencari bahan terbaik agar bisa mengalahkan William yang jago banget masak 200 variasi rendang. Ia lalu naik mobil ke pedesaan ditemani penulis kuliner Ade Candra Paramadita untuk mencari daging sapi terbaik. Di jalan, mereka sempat-sempatnya mampir ke warung bika untuk gangguin penjualnya yang lagi masak. Ade juga ngajakin Ramsay makan durian, buah yang dibenci koki ini.

Selesai makan, mereka lanjut jalan dan secara “enggak sengaja” nemuin warga desa yang lagi nonton pacu jawi, acara balap sapi di sawah basah yang belum ditanami padi. Kata Ade, Ramsay harus nyobain jadi joki pacu jawi biar dikasih daging sapi terbaik oleh warga desa. Maka terjadilah adegan Ramsay, yang ceritanya frustrasi karena sulit banget perjuangan bikin rendang ini, dua kali jatuh ditarik sapi.

Setelah dapet daging, Ramsay pergi ke pesisir Padang buat nyari ikan. Ia ikut melaut sama nelayan yang punya keramba di tengah laut dengan ditemani pemandu bernama Rusti. Ramsay dikerjai buat masang jala sampai harus jatuh ke laut, tapi ditolongin uda-uda pakai kaus PSI.

Capek masang jala, malemnya Ramsay makan di perahu. Eh, dianya kaget lagi, di tengah laut kok nelayan tetep makannya rendang sapi sih? Rusti ngejelasin bahwa rendang bisa tahan berhari-hari sehingga cocok buat bekal. Kalau Ramsay ngerasa aneh di tengah laut makannya daging sapi, saya juga aneh ngelihat dia bolak-balik makan rendang tapi enggak pakai nasi. Apa enggak keasinan tuh, Da Ramsay?

Habis dari laut, Ramsay kembali bersama Ade masuk gua sungai buat gangguin nelayan yang mancing udang air tawar. Ini kenapa dah mau masak rendang pakai berburu ikan dan udang. Setelah nyerah enggak tahan nunggu mancing udang, Ramsay mutusin untuk minta ke pemancing yang udah dapet aja.

Ramsay lanjut jalan-jalan ke pasar buat beli bumbu rendang yang udah jadi. Ia ditemani Ade Surianto, pengusaha rendang merek Katuju yang anehnya di acara ini, Ramsay memanggil doi bukan dengan nama diri, tapi dengan nama merek dagangannya.

Lagi-lagi Ramsay bikin intermeso dengan mainan sepeda di pasar. Ramsay juga diketawain uni-uni penjual bumbu gara-gara cara ngulek bawang merah dan cabenya aneh. Intinya ini acara emang buat bule, di mana pemandangan yang disajikan berkisar seputar hutan, sawah, sungai, laut, dan pasar tradisional, terus bulenya diketawain berkali-kali karena kagok saat menirukan tradisi orang setempat.

Akhirnya tiba hari perlombaan. Gordon Ramsay ketemuan sama William Wongso di satu resto outdoor di Ngarai Sianok, Bukittinggi. Di sana mereka mulai masak sampai kehujanan segala terus Gordon-nya payungan wajan. William memasak rendang dengan cara tradisional, Gordon memasak dengan setengah panduan William, setengahnya lagi suka-suka dia. Yah gimana, dia manggang daging rendangnya dulu sebelum dicemplungin ke bumbu coba.

Menjelang penutup acara, mereka berdua akhirnya selesai masak. William memasak rendang sapi, gulai udang kacang panjang, dan udang balado, sementara Ramsay menyajikan rendang sapi, rendang ikan, terong balado, ampiang dadiah (ketan dimakan dengan fermentasi susu kerbau, makanan khas Bukittinggi), dan durian yang dia benci itu. Jurinya adalah keluarga gubernur Sumatera Barat yang entah mimpi apa tahun lalu, sampai ketiban rezeki dimasakin dua koki terkenal.

Setelah perjuangan nyari bahan dan masak yang kayaknya bikin Ramsay frustrasi banget, masakannya cuma dipuji “Lamak bana!” alias enak banget sama keluarga gubernur. Tapi Ramsay tetep seneng, soalnya dia didaulat William sebagai koki Barat pertama yang bisa masak rendang dengan cara yang benar.

Intinya sih ini acara hiburan dari perspektif orang Barat dan buat pemirsa luar Indonesia. Buat kita orang Indonesia, jelas dramaturgi episode ini terasa dibuat-buat. Misal, ngapain harus ikut pacu jawi dulu biar dapet daging. Langsung aja ke pasar, itu semua bahan sama bumbu udah lengkap bisa dibawa pulang. Tapi kan kalau dibikin sepraktis itu, jadinya bukan Gordon Ramsay: Uncharted lagi, tapi Gordon Ramsay Pergi ke Pasar.

Tapi, setidaknya debat di Twitter ada hikmahnya. Yang tadinya enggak tahu kehebatan William Wongso jadi tahu. Yang tadinya enggak ngerti ada 200 variasi cara memasak rendang pun sekarang ikutan paham. Sebagai bangsa yang sebagian masyarakatnya nyari penghasilan dengan jual fried chicken gerobakan, kita pun mestinya meyakini semua makanan adalah milik semua orang. Alih-alih bikin berantem, fungsi makanan adalah bikin kita berdamai. Atau seperti kata Uda Ramsay yang dikutip The Jakarta Post:

So, you’re saying that every country you know, you need to be from that country if you need to learn that food; that’s total rubbish. I’m not an Indonesian chef but I’ll certainly use beef rendang when I get back to my restaurant in London without a doubt because I know I’ve been to the heart and [understand] the essence.”

Iya, setelah mastering masakan rendang, Gordon Ramsay berencana masukin makanan ini ini ke menu restorannya, Gordon Ramsay Plane Food, yang berlokasi di Terminal 5 Bandara Heathrow, London.

Jangan kaget misalnya, kelak, menemukan RM Padang di London lengkap dengan dekorasi atap ala rumah gadangnya. Kecuali pas kita teriak, “Da Ramsay, tambo nasi ciek!” dia masih aja enggak ngerti, di situ kita baru wajib protes.

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

penelitian:-pasang-foto-pasangan-di-medsos-bisa-meningkatkan-kualitas-hubungan-kalian

Penelitian: Pasang Foto Pasangan di Medsos Bisa Meningkatkan Kualitas Hubungan Kalian

mampir-ke-kontes-binaraga-alami-bebas-steroid-dan-bentuk-otot-yang-masuk-akal

Mampir ke Kontes Binaraga Alami Bebas Steroid dan Bentuk Otot yang Masuk Akal