in

Covid-19 Indonesia catat rekor 1.853 kasus baru, Jawa Timur provinsi dengan kasus terbanyak

Covid-19, virus corona

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia masih di kisaran 1.000 orang per hari.

Pada Rabu(08/07), kasus positif Covid-19 mencapai rekor baru harian, yaitu 1.853 kasus. Jumlah ini memecahkan rekor harian sebanyak 1.624 kasus pada 2 Juli lalu.

Secara keseluruhan, kasus positif virus corona di Indonesia kini mencapai 68.079 orang.

Dari jumlah itu, 31.585 dinyatakan sembuh, sedangkan pasien meninggal dunia 3.359 orang.

Jawa Timur dalam tenggat waktu

Jawa Timur yang tengah diberi waktu dua pekan sejak 29 Juni oleh Presiden Joko Widodo untuk menanggulangi Covid-19 kembali menjadi provinsi dengan tambahan kasus harian terbanyak pada Rabu (08/07), yakni 366 kasus baru. Dua hari sebelumnya, pada Senin (06/07) terdapat 308 kasus baru.

Covid-19

Hak atas foto
Antara

Image caption

Pembagian masker di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Timur mencatat pertambahan kasus harian tertinggi pada Kamis (02/07), yaitu 374 kasus.

Pertambahan kasus harian tertinggi di Jawa Timur terjadi pada Minggu (05/07), yaitu 552 kasus.

Rekor harian tertinggi sebelumnya di provinsi tersebut terjadi pada Kamis (02/07), yaitu 374 kasus dan 353 kasus pada Jumat (03/07).

Total ada 14.967 kasus positif di Jawa Timur, melampaui Jakarta yang mencatat 13.211 kasus.

Sebagai catatan, Selasa (09/06), Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo resmi menghentikan PSBB dan menyatakan hanya menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Angka pertambahan kasus harian baru di Jawa Timur

per 7 Juli 2020

Di tengah terus bertambahnya kasus, Presiden Joko Widodo pada 29 Juni mengatakan, “Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali.”

Berikut gambaran kasus harian virus corona di seluruh provinsi Indonesia. Anda dapat menggeser peta dan tabel untuk mengetahui data provinsi tempat tinggal Anda.

5.000 2.000 100

Lingkaran menunjukkan angka kasus virus korona yang terkonfirmasi.

Provinsi

Kasus

Sembuh

Meninggal

Jawa Timur

14.601

(+280)

5.114

(+118)

1.079

(+26)

Jakarta

12.857

(+190)

8.277

(+241)

661

(+12)

Jawa Tengah

4.878

(+140)

1.617

(+50)

220

(+5)

Kalimantan Selatan

3.695

(+67)

1.064

(+107)

205

(+3)

Sulawesi Selatan

6.192

(+218)

2.242

(+45)

202

(+2)

Jawa Barat

3.779

(+79)

1.763

(+45)

180

(+2)

Sumatra Selatan

2.356

(-6)

1.210

(+28)

112

(+6)

Sumatra Utara

1.821

(+23)

494

(+9)

108

(+1)

Sulawesi Utara

1.252

(+34)

317

(+18)

92

(+2)

Banten

1.531

(+6)

952

(+3)

80

(+0)

Nusa Tenggara Barat

1.392

(+30)

889

(+8)

65

(+1)

Kalimantan Tengah

1.058

(+18)

464

(+10)

62

(+1)

Maluku Utara

967

(+14)

124

(+1)

32

(+0)

Sumatra Barat

780

(+5)

637

(+10)

31

(+0)

Bali

1.940

(+40)

1.034

(+60)

25

(+2)

Papua

2.057

(+30)

963

(+35)

19

(+1)

Maluku

830

(+26)

414

(+33)

17

(+0)

Kepulauan Riau

313

(+0)

263

(+0)

16

(+0)

Gorontalo

276

(+5)

227

(+0)

15

(+2)

Bengkulu

144

(+3)

96

(+1)

13

(+0)

Lampung

201

(+0)

159

(+0)

12

(+0)

Kalimantan Timur

603

(+6)

452

(+16)

11

(+2)

Riau

236

(+1)

214

(+2)

11

(+0)

Sulawesi Tenggara

487

(+3)

285

(+11)

8

(+0)

Yogyakarta

346

(+7)

282

(+4)

8

(+0)

Sulawesi Tengah

191

(+0)

164

(+1)

6

(+0)

Kalimantan Barat

344

(+5)

305

(+5)

4

(+0)

Papua Barat

266

(+1)

185

(+1)

4

(+0)

Aceh

88

(0)

42

(0)

3

(0)

Kalimantan Utara

206

(+0)

176

(+2)

2

(+0)

Kepulauan Bangka Belitung

171

(+2)

136

(+0)

2

(+0)

Sulawesi Barat

127

(+3)

89

(+0)

2

(+0)

Jambi

121

(+1)

81

(+0)

1

(+0)

Nusa Tenggara Timur

118

(+0)

54

(+0)

1

(+0)

Dalam verifikasi

2

(+0)

(+0)

(+0)


Sumber: Kementerian Kesehatan.

Bahaya kalau merasa normal-normal saja

Dalam pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur pada 29 Juni, Presiden Joko Widodo memperingatkan akan dua ancaman krisis selama pandemi, yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

International Monetary Fund (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi semua negara akan anjlok pada 2020, dengan Amerika Serikat diperkirakan tumbuh -8%, Jepang -5,8%, Prancis -12,5%, dan Jerman -7,5%.

Kondisi pandemi, lanjut Jokowi, akan mempengaruhi permintaan luar negeri sehingga pasokan dan produksi sudah pasti akan terganggu.

“Artinya demand, supply dan produksi rusak dan gagal. Ini yang harus kita ketahui bersama dalam proses mengendalikan Covid-19, yang merupakan urusan kesehatan, tapi kita juga ada masalah lain urusan ekonomi,” kata Presiden.

Untuk itu, dia mengingatkan semua pihak agar memiliki “perasaan yang sama” bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan, sekaligus krisis ekonomi.

virus corona

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pras.

Image caption

Petugas membantu warga yang mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05).

“Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali,” tegasnya.

“Jangan sampai masyarakat yang memiiki perasaan yang masih normal-normal saja, sehingga ke mana-mana tidak pakai masker, lupa cuci tangan, masih berkerumun di dalam kerumunan yang tidak perlu, ini yang harus kita ingatkan,” ujar Jokowi.

Kurva Covid-19 di Jakarta

Jakarta dalam masa perpanjangan transisi PSBB bulan Juli, masih terdata di tiga besar provinsi dengan tambahan kasus harian terbanyak, antara 88-232 kasus baru.

Pada masa sebelum transisi, penambahan kasus positif di Jakarta sempat bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

Angka pertambahan kasus baru harian di DKI Jakarta

per 7 Juli 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan masa transisi PSBB diperpanjang hingga 16 Juli 2020 karena masih ada ‘ketidakdisiplinan masyarakat dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak’.

Awalnya Anies menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi dengan pelonggaran kegiatan secara bertahap di berbagai sektor. Namun masa transisi ini ‘bisa dihentikan setiap saat’ ketika ada indikator yang buruk.

Salah satu indikator yang biasa dipantau adalah angka reproduksi R yang ditargetkan di bawah 1. Target tersebut bermakna satu orang positif berpotensi tidak akan menularkan pada orang lainnya.

Kapan terakhir kali terjadi angka kenaikan positif tertinggi?

Sebelum hari Kamis (02/07), rekor angka kenaikan tertinggi harian kasus Covid-19 terjadi pada:

  • Rabu (01/07): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Sabtu (27/06): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Kamis (18/06): sebanyak 1.331 kasus baru
  • Rabu (10/06): sebanyak 1.241 kasus baru
  • Selasa (09/06): sebanyak 1.043 kasus baru
  • Sabtu (06/06), sebanyak 993 kasus baru
  • Sabtu (23/05), sebanyak 949 kasus baru
  • Kamis (21/05), sebanyak 973 kasus baru
  • Rabu (13/05), sebanyak 689 kasus baru
  • Sabtu (09/05), sebanyak 533 kasus baru
  • Selasa (05/05), sebanyak 484 kasus baru

Penambahan kasus positif di Indonesia mulai melaju cepat sejak 6 April yakni sekitar 200-300 orang per hari, lalu bergerak naik 300-400an kasus baru per hari. Dan pada bulan Juni, bergerak fluktuatif antara 400-an kasus hingga lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Sejak resmi dikonfirmasi oleh pemerintah pada awal Maret, pasien virus corona di Indonesia kini hampir tembus 65.000 orang.

Berikut kurva penularan virus corona di Indonesia.

Jumlah kasus virus corona di Indonesia

Total 66.226 orang, 30.785 orang sembuh dan 3.309 orang meninggal dunia

Dari gambaran data epidemiologi, pemerintah meminta masyarakat tetap ‘aman dan produktif’.

“Gambaran ini masih kita yakini bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Kita tidak punya pilihan lain, kita harus mematuhi protokol. Inilah yang dimaksud dengan kebiasaan baru. Pastikan kita aman dan bisa tetap berproduktif,” kata juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto pada Kamis (18/06).

corona virus

Hak atas foto
Antara Foto

Image caption

Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan virus corona di kawasan Bantul, D.I Yogyakarta, Selasa (23/06). Mural yang dibuat oleh warga itu guna mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 serta bertujuan untuk memberikan dukungan atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya Yurianto, dalam jumpa pers daring pada pekan sebelumnya beberapa kali menekankan bahwa “penambahan kasus ini merupakan hasil dari kontak tracing yang masif dan agresif”.

Sementara pada Selasa (16/06), Yurianto mengatakan, “Ini gambaran kita harus ketat kembali dalam mengendalikan sebaran penyakit ini dengan menjalankan protokol secara ketat.”

“Sudah barang tentu, ini akan kita kendalikan dengan kajian epidemiologinya. Kita berharap aktivitas sosial yang sudah dijalankan secara selektif dan bertahap tidak akan meningkatkan kasus baru,” kata Yuri.

PERAWAT

Hak atas foto
ANTARA FOTO

Image caption

Perawat mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri baju hazmat (Hazardous Material) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.

Transisi ‘new normal’

Seiring jumlah kasus terus bertambah, pemerintah meminta masyarakat ‘beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona’ dengan protokol new normal atau kenormalan baru.

Berawal dari rapat kabinet Selasa 18 Mei, skenario tatanan kehidupan baru new normal terus dimatangkan pemerintah. Presiden Jokowi, pada 26 Mei, meninjau persiapan penerapan new normal di stasiun MRT, Jakarta dan mal di Bekasi, Jawa Barat. TNI dan Polri diminta mengawal transisi menuju new normal.

pasar

Hak atas foto
Antara/Yulius Satria Wijaya

Image caption

Warga memadati Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/05).

Ada 340.000 orang personal TNI-Polri yang diturunkan untuk ‘berada di setiap kerumunan’. Mereka ditugaskan memastikan protokol Covid-19 dipatuhi masyarakat.

Dalam jumpa pers daring pada Kamis (28/05), Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona mengatakan, “Kenormalan baru (new normal) adalah cara yang paling tepat dan seluruh dunia melakukan cara seperti ini. Karena itu produktivitas bukan berarti kita hentikan. Kita tidak tahu sampai kapan vaksin akan ditemukan.”

“Seharusnya kenormalan baru adalah gaya hidup, perilaku dan kebutuhan kita yang tak harus ditekan-tekan, disuruh-suruh, diperintah-perintah oleh institusi apapun termasuk pemerintah.”

‘New normal’ salat Jumat

Setelah mengevaluasi pelonggaran penyelenggaraan salat Jumat berjamaah dalam dua pekan berturut-turut, Kementerian Agama pada Kamis (18/06) menyatakan belum akan mengeluarkan kebijakan baru.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan ‘hasil evaluasi sementara menunjukkan tren yang membaik’ dalam pelaksanaan salat Jumat.

Pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan dan Surat Edaran Menteri Agama No. 15 Tahun 2020, walaupun masih ada beberapa tempat yang tidak sepenuhnya sesuai protokol Covid-19.

Sebelumnya dalam jumpa pers di media center Gugus Tugas pada Kamis (11/06), ia mengatakan “Banyak laporan, pada pekan pertama, terutama yang paling kelihatan saf yang rapat, tapi secara umum bagus, menuruti protokol yang sudah ditetapkan.”

Masjid

Hak atas foto
Dasril Roszandi/Getty

Image caption

Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Pada 30 Mei, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Disebutkan surat edaran itu sebagai panduan “selama masa kenormalan baru atau new normal“.Menurut Fahcrul, panduan ini mengatur kegiatan keagamaan di rumah ibadah, berdasarkan “situasi riil Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut”, dan “bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah”.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah,” katanya.

WHO: Pandemi ini memburuk

Setelah menembus angka 3 juta penderita pada 28 April, jumlah kasus secara global terus bertambah hingga kini total lebih dari 11,8 juta orang pasien berdasar data Johns Hopkins University, Rabu (08/07). India tercatat menjadi negara ketiga di dunia dengan kasus Covid-19 terbanyak.

Berikut ini gambaran perkembangan kasus Covid-19 di dunia termasuk Indonesia. Anda dapat melihat data per wilayah dengan meng-klik tanda panah pada peta.

Kasus positif di seluruh dunia


Group 4

Upgrade browser Anda untuk melihat data interaktif

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data diperbaharui pada

7 Juli 2020 14.59 WIB

Meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (09/06) menyatakan pandemi ini “memburuk” di seluruh dunia.

“Pandemi ini telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, ini bukan saatnya bagi negara manapun untuk bersantai,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Total angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia pada saat WHO memberikan pernyataan ini telah lebih dari 400.000 orang.

Berikut ini adalah perkembangan penularan virus corona dan perbandingannya dengan angka kematian di tiap negara. Silakan scroll tabel untuk melihat data negara yang Anda ingin ketahui.

Scroll tabel untuk data lebih lanjut

Silakan perbaharui browser Anda untuk pengalaman lengkap

Informasi ini diperbaharui dari waktu ke waktu namun tidak merefleksikan kondisi terkini dari masing-masing negara.

** Data untuk kasus baru rata-rata diperbaharui tiga hari sekali. Karena banyaknya revisi dari angka kasus, rata-rata kasus tidak dapat dihitung untuk tanggal ini.

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data terbaru 7 Juli 2020 14.59 WIB

Bermula di China, virus corona kemudian berjangkit di 200 lebih negara. Dalam waktu sekitar empat bulan, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Italia, Inggris, India menjadi negara-negara dengan kasus tertinggi.

Berikut gambaran perkembangan penularan virus corona dari hari ke hari di seluruh dunia berdasarkan data Johns Hopkins University.

Dalam data 69 orang pasien awal yang dirawat karena positif virus corona di Indonesia hingga 13 Maret 2020, lebih dari separuhnya berusia lebih dari 40 tahun.

Namun Kementerian Kesehatan belum membeberkan lagi data harian usia dan jenis kelamin pasien tambahan yang dikonfirmasi sebagai pasien positif virus corona baru setelah tanggal 13 Maret 2020.

Sebaran pasien virus corona menurut usia di Indonesia

Benarkah laki-laki lebih rentan terjangkit virus corona seperti analisa para pakar kesehatan?

Di Indonesia lebih dari separuh pasien (data hingga 13 Maret 2020) berjenis kelamin laki-laki.

Pasien virus corona menurut jenis kelamin

virus corona

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

MENCEGAH TERTULAR: Tips terlindung dari Covid-19 dan mencegah penyebaran sesuai petunjuk WHO

VAKSIN: Kapan vaksin virus corona bisa tersedia untuk masyarakat Indonesia? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

virus corona

Data infografis ini diperbaharui sesuai perkembangan yang terjadi.

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

uu-keamanan-nasional-hong-kong:-china-membuka-kantor-keamanan-di-hong-kong

UU Keamanan Nasional Hong Kong: China membuka kantor keamanan di Hong Kong

menelusuri-akurasi-info-di-filipina-ada-spesies-kelelawar-seukuran-manusia

Menelusuri Akurasi Info di Filipina Ada Spesies Kelelawar Seukuran Manusia