in

Covid-19 di Jawa Timur: Presiden Jokowi beri tenggat dua pekan untuk atasi pandemi virus corona

covid-19, presiden jokowi, jokowi, virus corona

Hak atas foto
Sekretariat Presiden

Image caption

Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk cek penanganan Covid-19

Jawa Timur kini mencatatkan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Meski mengaku semua pihak sudah ‘bekerja keras’, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa mengatakan hingga kini masih banyak warganya yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sampai Rabu (24/06), tercatat tambahan 183 kasus baru positif virus corona di Jawa Timur, jumlah kasus positif tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, ada 10.298 kasus Covid-19 di Jawa Timur.

“Kita harapkan dalam dua minggu ini betul-betul ada penurunan signifikan, baik R0-nya, baik Rt-nya, semuanya harapan bisa turun sehingga kita bisa masuk tatanan normal baru sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Presiden Joko Widodo ketika memberikan pengarahan terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur, Kamis (25/06).

Dalam kunjungan kerja pertama Presiden sejak pandemi berlangsung ini, ia menegaskan pentingnya integrasi semua pihak terkait, baik gugus tugas, pemerintah daerah, rumah sakit untuk melakukan manajemen krisis sehingga pandemi di Jawa Timur teratasi dan angka kasus positif turun.

“Oleh sebab itu saya minta dalam waktu dua minggu pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa semua pihak telah “bekerja keras” menangani pandemi, namun dirinya berharap “target yang lebih signifikan” akan tercapai dalam dua pekan mendatang.

“Mudah-mudahan kerja keras kita bisa memberikan penurunan yang lebih signifikan dari kasus yang muncul dan dari penurunan angka kematian, dan sebaliknya, adalah bagaimana meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur,” jelas Khofifah.

Angka kesembuhan tertinggi

Hak atas foto
SYAIFUL ARIF/ANTARA

Image caption

Gubernur Jawa Timur saat meninjau kesiapan normal baru di Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang pada Selasa (16/06)

Lebih jauh Khofifah menjelaskan meski pada Rabu (24/06) provinsinya mencatatkan kasus positif terbanyak di indonesia, dia mengatakan bahwa pada hari yang sama tercatat 241 pasienpositif virus corona sembuh.

“Secara prosentase 31,47%, ini adalah persentase tertinggi kesembuhan,”

Akan tetapi, Khofifah menyadari bahwa penularan Covid-19 ini luar biasa cepat. Di dunia saja, penyebaran kasus Covid-19 dari 4 juta menjadi 8 juta hanya dalam waktu 17 hari.

Sementara di Indonesia, 20.000 menjadi 40.000 kasus dalam waktu 28 hari. Sedangkan, di Jawa Timur, 4.000 menjadi 8.000 kasus dalam waktu 14 hari.

“Ini yang juga kita lakukan kewaspadaan di semua lini,” kata dia.

Angka pertambahan kasus harian baru di Jawa Timur

per 24 Juni 2020

Dia kemudian menjelaskan dari 10.298 kasus Covid-19 di Jawa Timur, 48,3% terjadi di Surabaya, diikuti oleh Sidoarjo dan Gresik.

Adapun, per 24 Juni transmision rate atau Rt di Jawa Timur sebesar 1,08%, padahal pada 9 Juni silam, jumlahnya sempat turun menjadi 0,86%.

Dia menjelaskan Rt di Surabaya Raya sempat berada di bawah angka 1 selama enam hari. Sementara Rt di Sidoarjo selama delapan hari sempat berada di bawah angka 1. Demikian halnya Rt di Gresik yang sempat enam hari berada di bawah 1.

“Hari itu kita sudah merasa bahwa sebentar lagi kalau terus dibawah 1 kita sudah siap masuk new normal, tapi kemudian tidak mudah,” kata Khofifah.

Hak atas foto
Zabur Karuru/ANTARA

Image caption

Personel TNI-Polri dikerahkan untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol Covid-19 selama masa transisi menuju normal baru di Jawa Timur

Dia mengatakan hingga kini masih banyak warganya yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Dalam catatan BBC Indonesia, pada Selasa (09/06), Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo resmi menghentikan PSBB dan menyatakan hanya menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Merujuk pada temuan dari Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga, 81,7% tempat ibadah masih aktif, sebanyak 70.6% warga tidak mengenakan masker dan 64,6% tidak melakukan jaga jarak sosial.

“Pasar tradisional sudah kami minta menggunakan faceshield tapi masih 84,1 tidak menggunakan masker, 89% belum melakukan physical distancing,” jelas Khofifah.

“Pada posisi inilah yang kemudian memunculkan klaster-klaster baru, terutama di titik-titik yang terkait potensi kerumunan masa itu berasal,” imbuhnya.

Berita ini akan terus diperbaharui

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

huawei-dituding-pemerintah-trump-‘disokong-oleh-militer-china’

Huawei dituding pemerintah Trump ‘disokong oleh militer China’

alasan-banyak-orang-indonesia-merasa-kesuksesan-hidup-tak-terkait-latar-sosial-keluarga

Alasan Banyak Orang Indonesia Merasa Kesuksesan Hidup Tak Terkait Latar Sosial Keluarga