Cina Lockdown Dua Rumah Sakit dan Gelar Pengujian Massal

by -17 views
cina-lockdown-dua-rumah-sakit-dan-gelar-pengujian-massal

Shanghai memberlakukan lockdown pada dua rumah sakit paling terkenal di Cina setelah ditemukan ada staf medis yang terinfeksi COVID-19. Sementara Beijing melakukan pengujian massal di sejumlah daerah.

Setelah berbulan-bulan menanggulangi klaster kecil dengan pengujian massal, isolasi, dan jaga jarak sosial, Cina mengamati bahwa wabah ini tumbuh saat musim dingin, terutama di daerah utara.

Komisi Kesehatan Nasional pada hari Jumat (22/01) mengumumkan 103 kasus baru telah terdeteksi selama 24 jam terakhir. Penguncian telah diberlakukan di beberapa bagian Beijing dan kota-kota lainnya, sejumlah sekolah mengakhiri aktivitas belajar lebih awal dan warga diimbau untuk tetap tinggal di rumah selama libur Tahun Baru Imlek pada Februari mendatang.

Layanan rawat jalan juga telah ditangguhkan. Pusat Kanker Shanghai Universitas Fudan dan Rumah Sakit Renji yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong kini telah ditutup, bersama dengan beberapa komunitas perumahan di sekitarnya.

Kedua rumah sakit itu harus diisolasi setelah dua pekerjanya terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari Rabu (20/01) dan Kamis (21/01). Shanghai lantas menguji semua staf di dua rumah sakit tersebut.

Rumah sakit Cina saat ini merawat sedikitnya 1.674 pasien COVID-19, di mana 80 persen di antaranya dalam kondisi serius, sementara 929 pasien lainnya sedang dalam observasi karena tidak menunjukkan gejala apa pun.

  • Vaksinasi corona di Jerusalem Israel

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Israel Terdepan

    Israel berada di peringkat paling atas sebagai negara dengan kuota vaksinasi corona per kapita 26 per 100 warga. Artinya 26% dari seluruh populasi yang jumlahnya 8,6 juta orang sudah mendapat dosis pertama vaksin (per 17/01/21). Terlepas dari masalah politik, tekad negara Yahudi itu untuk mengerem pandemi Covid-19 mendapat acungan jempol.

  • Calon penumpang di bandara Dubai dites suhu tubuh dan swab sebelum diizinkan terbang ke luar negeri

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Uni Emirat Arab di Posisi Dua

    Uni Emirat Arab (UEA) menyusul di posisi kedua dengan kuota vaksinasi per kapita mencapai 18 per 100 penduduk. Sekitar 1,8 juta dari lebih 9 juta penduduk UEA sudah mendapat vaksin corona dosis pertama. UAE menggunakan vaksin Sinovac buatan Cina untuk program vaksinasi massal gratis. Saat ini Dubai mulai “roll out” vaksinasi dengan vaksin buatan BioNTech-Pfizer.

  • Foto ilustrasi bendera Bahrain di masa pandemi Covid-19

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Bahrain

    Bahrain menjadi negara di kawasan Teluk berikutnya yang mencatatkan kuota tinggi vaksinasi corona dengan 9,5 per 100 orang. Negara kecil berpenduduk sekitar 1,6 juta orang itu sudah memvaksinasi sekitar 9,5% warganya. Registrasi vaksinasi dilakukan menggunakan aplikasi, dan menggunakan dua jenis vaksin dalam program ini, yakni vaksin buatan Sinopharm dan buatan BioNTech-Pfizer.

  • Vaksinasi corona perdana di Inggris dimulai 8 Desember 2020.

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Inggris

    Inggris mencatatkan kuota vaksinasi corona per kapita pada kisaran 6 per 100 orang. Dengan jumlah populasi hampir 86 juta orang, berarti lebih dari 4,8 juta warga Inggris sudah mendapat vaksin corona. Aktual ada tiga jenis vaksin yang digunakan, yakni buatan BioNTech-Pfizer, Moderna dan AstraZeneca.

  • Presiden terpilih Joe Biden mendapat vaksinasi corona sebagai aksi simbolis memerangi pandemi Covid-19

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Amerika Serikat

    Amerika Serikat juga ngebut memerangi pandemi Covid-19, setelah terganjal beberapa bulan oleh politik Trump. Aktual kuota vaksinasi per kapita mencapai 4,4 per 100 orang. Artinya hingga saat ini sudah lebih dari 14,5 juta dari total 331 juta populasi AS mendapat satu dosis vaksin buatan BioNTech-Pfizer atau Moderna. Presiden terpilih Joe Biden mendapat vaksinasi sebagai aksi simbolis.

  • Santa Claus di dalam gelembung, sebagai upaya mencegah penularan covid-19, menyapa anak-anak menjelang Natal di Denmark.

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Denmark

    Denmark negara kecil di Eropa dengan populasi 5,8 juta mencatatkan kuota vaksinasi corona per kapita 2,9 per 100 warga. Jika dilihat angka mutlaknya relatif kecil, hanya sekitar 170 ribu warga yang mendapat vaksinasi. Tapi dilihat dari kuota per total populasi angka itu cukup tinggi.

  • Italia mulai vaksinasi massal corona akhir tahun 2020 lalu

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Italia

    Italia menjadi salah satu negara Eropa yang paling parah dilanda pandemi Covid-19, dengan hampir 2,4 juta kasus infeksi dan lebih 82,5 ribu kasus kematian. Pemerintah di Roma ngebut dengan program vaksinasi. Saat ini 2% dari 86 juta total populasi sudah mendapat minimal satu dosis vaksin BioNTech-Pfizer.

  • Spanyol terus berusaha meredam pandemi covid-19 dengan vaksinasi massal, prioritas antara lain para nakes.

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Spanyol

    Spanyol juga terdampak berat pandemi Covid-19 dengan total hampir 50 ribu kasus kematian dari 1,8 juta kasus positif. Sekitar 2% dari hamir 47 juta total populasi sudah mendapat minimal satu dosis vaksin corona BioNTech-Pfizer. Prioritas vaksinasi adalah tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan dalam perang melawan pandemi.

  • Pusat vaksinasi di Jerman disiapkan di setiap kota untuk melayani ribuan warga per hari.

    Negara dengan Kuota Vaksinasi Corona Tertinggi di Dunia

    Jerman

    Jerman belakangan catat pertambahan kasus covid-19, menjadi lebih dari 2 juta orang dan lebih dari 47 ribu korban meninggal. Walau vaksin BioNTech berasal dari Jerman, namun pembagiannya tergantung Uni Eopa. Jerman baru mencatat 1% vaksinasi corona bagi 80 juta penduduknya. Ini dikritik banyak kalangan, sebagai langkah yang lamban dan kurang efektif hambat pandemi. Penulis Agus Setiawan (as/pkp)

    Penulis: Agus Setiawan


Beijing luncurkan pengujian massal

Beijing meluncurkan pengujian COVID-19 massal di sejumlah daerah pada hari Jumat (22/01), setelah ditemukan kasus baru yang berlangsung beberapa hari secara berturut-berturut.

Seorang pria bermarga Lin mengatakan supermarket tempat dia bekerja telah menyuruhnya untuk mengikuti tes COVID-19. “Orang-orang di sini semuanya harus diorganisir oleh perusahaan mereka,” katanya.

“Saya tidak terlalu khawatir, meskipun putaran wabah ini agak tidak terduga. Saya datang seperti yang diperintahkan unit kerja saya.”

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia

Provinsi Hebei, di sebelah Beijing, melaporkan 18 kasus baru yang ditularkan secara lokal. Di stasiun kereta kecepatan tinggi di Shijiazhuang, penumpang diizinkan turun dari kereta dan tidak ada yang terlihat naik.

“Saya tidak pernah terpisahkan dengan putri saya selama Tahun Baru sebelumnya,” kata seorang wanita bermarga Hao di Shijiazhuang, yang kini tidak diizinkan untuk kembali ke Beijing.

Hao berharap pembatasan akan dicabut sehingga banyak keluarga bisa kembali bersatu saat Imlek. “Ketika (putri saya) belajar di luar negeri di London, saya terbang ke sana pada malam Tahun Baru. Dia adalah motivasi saya untuk kembali,” katanya.

Jumlah kasus asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan oleh Cina sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 119 dari 113 kasus sehari sebelumnya. Selain itu, jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Cina daratan sekarang mencapai sedikitnya 88.804, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di angka 4.635.

ha/rap (AP, Reuters)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *