28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Bupati Suhatri Bur Sambut Rombongan Pulang Basamo IKTAM | Ɍ™

BeritaBupati Suhatri Bur Sambut Rombongan Pulang Basamo IKTAM | Ɍ™

Ulakan Tapakih — Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs.H Anwar, M.Si, Kadis Dagnakerkop UKM Jon Kenedi, S.Sos.MM, Camat Ulakan Tapakih Emri Nurman, Kabag Prokopim Anesa Satria, Wali Nagari Sandi Ulakan Zulbaidi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, menyambut kedatangan rombongan pulang basamo perantau yang dipimpin Rozi dan rombongan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Tanjung Medan (IKTAM) di depan Kantor Wali Nagari Sandi Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakih, pada Senin (9/5).

Kedatangan rombongan perantau yang disambut dengan pengalungan bunga oleh Bupati itu, ternyata membawa berkah bagi masyarakat di Korong Tanjuang Medan Nagari Sandi Ulakan. Disamping silaturrahmi bertemu dunsanak di kampung, perantau IKTAM juga membawa bantuan berupa 1 (satu) unit mobil ambulans untuk dimanfaatkan bagi masyarakat di kampung yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan yang dilaksanakan setelah acara penyambutan, bertempat di Surau Gadang Tanjuang Medan. Perwakilan perantau IKTAM menyerahkan kunci ambulans kepada Bupati Suhatri Bur dan selanjutnya diserahkan kepada masyarakat yang diterima oleh Wali Nagari Zulbaidi didampingi Wali Korong se Nagari Sandi Ulakan.

Dalam sambutannya, Tuanku Khalifah Amsaidi Luthan selaku Urang Surau di Tanjuang Medan Nagari Sandi Ulakan menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada dunsanak perantau, yang peduli dengan kondisi di kampung halaman. Dia mengatakan, melalui kegiatan ini akan semakin kuat terjalin komunikasi antara rantau dan kampung.

“Dengan adanya silaturrahmi ini, setiap informasi dan kejadian dari kampung maupun di rantau bisa cepat diterima dan dibahas bersama. Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak ada lagi permasalahan di kampung yang tidak dapat diselesaikan. Karena dengan adanya kebersamaan, beban yang berat akan menjadi ringan dan pekerjaan yang sulit akan menjadi mudah,” ungkap Tuanku Amsaidi.

Bak kata berjawab gayung bersambut, salah satu tokoh masyarakat perantau Dr. Syarbaini SH. MH yang berprofesi sebagai advokat di Jambi. Menyambut baik harapan yang disampaikan oleh Urang Surau tersebut. Dikatakan, bahwa komunikasi antara urang kampung dan rantau tidak boleh putus. Masyarakat di kampung bisa memanfaatkan organisasi IKTAM untuk kemajuan Tanjuang Medan dan Nagari Sandi Ulakan.

“Melalui komunikasi yang intensif antara ranah dan rantau, apapun bisa kita buat. Namun yang perlu kita pikirkan bersama adalah, bagaimana perawatan mobil bantuan ini untuk selanjutnya. Karena mobil ini kami serahkan belum dengan anggaran pemeliharaan dan perawatannya. Untuk semua itu, kami serahkan pengelolaan sepenuhnya kepada Pengurus Surau Gadang dan Pemerintah Nagari,” ujarnya.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur juga berterima kasih atas kepedulian perantau IKTAM. Semoga semua kebaikan ini, dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlimpah.

“Untuk biaya pemeliharaan dan operasional mobil ambulans, silahkan dikordinasikan antara pengurus surau dengan Wali Nagari. Apabila masih ada kendala lainnya yang belum ada solusinya, silahkan dilaporkan ke Bupati,” tutur Suhatri Bur.

Dalam kesempatan itu, Bupati Suhatri Bur juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan wisata religius makam syekh Burhanuddin Ulakan melalui dana dari Pemerintah Pusat yang telah diajukan dalam bentuk proposal. Tapi masih terkendala dengan status lahan di komplek makam tersebut yang belum dibebaskan.

“Sebagaimana proposal yang kita ajukan ke Kementrian PUPR, untuk pengembangan kawasan wisata religius makam syekh Burhanuddin Ulakan melalui dana APBN senilai Rp. 100 miliyar lebih. Hanya terkendala sedikit lagi, pembebasan lahannya. Untuk itu, mungkin perlu dicari kesepakatan antara kaum yang berlayar bersama Pemerintah Nagari se Ulakan. Karena Pemerintah Pusat dalam penyaluran dana pembangunan, harus jelas status tanahnya. Agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,” jelas Suhatri Bur.

Usai penyerahan kunci, acara dilanjutkan dengan makan bajamba di Surau Gadang Tanjuang Medan. (Rel)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles