Bupati Probolinggo Beserta Suaminya Maling Uang Rakyat dan Terjaring OTT KPK, Politisi Partai Tertawa

by -0 views
bupati-probolinggo-beserta-suaminya-maling-uang-rakyat-dan-terjaring-ott-kpk,-politisi-partai-tertawa

Bupati Probolinggo Beserta Suaminya Diduga Jadi Maling Uang Rakyat dan Terjaring OTT KPK, Panca Cipta Tertawa

Bupati Probolonggo, Puput Tantriana Sari diduga jadi maling uang rakyat (korupsi). Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Jawa Timur.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dikabarkan terjaring OTT KPK terkait dugaan kasus jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Selain Puput, KPK juga menangkap suaminya yang merupakan anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Hasan Aminuddin.

Meski begitu, hingga saat ini KPK belum ada menjelaskan detail kasus tersebut.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya masih bekerja di lapangan terkait OTT yang menyeret nama suami istri itu.

Menurutnya, KPK akan memberikan informasi perkembangan selanjutnya terkait kasus tersebut.

Menanggapi informasi terkait penangkapan Bupati Probolinggo dan suaminya dalam OTT KPK, Politisi Partai Demokrat Cipta Panca pun tertawa.

“Kasus jual beli jabatan lagi, hahaha,” tulis Cipta Panca, dikutip SeputarTangsel.com dari akun Twitter @panca66 pada Senin, 30 Agustus 2021.

Bupati Probolinggo dan Suami Terima Suap Rp20 Juta per Calon Kades

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan para calon kepala desa di Kabupaten Probolinggo dipatok tarif Rp20 juta sebagai suap membeli jabatan kepada Bupati Puput Tantriana Sari dan suaminya anggota DPR dari Fraksi NasDem Hasan Aminuddin.

Hasan yang merupakan representasi dan orang kepercayaan istrinya, Puput berperan memberikan persetujuan untuk penempatan ASN Pemkab Probolinggo yang diusulkan mengisi posisi kepala desa.

“Adapun tarif untuk menjadi pejabat kepala desa sebesar Rp20 juta, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp5 juta per hektare,” ujar Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (31/8/2021) dini hari.

Puput dan Hasan pun berhasil ditangkap bersama 5 camat, 2 ajudan, dan seorang pejabat kepala desa melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 30 Agustus 2021. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka bersama 20 orang lainnya. Usai penetapan tersangka, keduanya bersama delapan orang lainnya ditahan KPK.

Berikut adalah daftar 10 orang yang terjaring OTT KPK:

Puput Tantriana Sari (Bupati Probolinggo)

Hasan Aminuddin (Anggota DPR Fraksi Partai NasDem)

Doddy Kurniawan (Camat Krejengan)

Sumarto (Pejabat Kades Karangreng)

Poniriin (Camat Kraksaan)

Imam Syafi’i (Camat Banyuayar)

Hary Tjahjono (Camat Gading)

Muhammad Ridwan (Camat Paiton)

Pitra Jaya Kusuma (Ajudan)

Faisal Rahman (Ajudan)

Leave your vote

653 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *