Bolehkah Lebaran Memakai Baju Hitam | Bincang Syariah

by -4 views
bolehkah-lebaran-memakai-baju-hitam-|-bincang-syariah

BincangSyariah.Com – Hari lebaran atau hari raya idul fitri merupakan hari yang dianggap spesial oleh umat Islam. Sesudah berpuasa selama sebulan penuh, umat Islam menunjukkan sukacita mereka dengan berbagai hal. Di antaranya ialah dengan mengumandangkan takbir sepanjang malam hingga di keesokan harinya, memakan makanan spesial seperti kurma, ketupat lengkap dengan opor ayamnya serta jamuan hidangan yang lain. Terakhir, yang tidak kalah menariknya ialah memakai pakaian terbaik, entah berupa baju baru ataupun lama. Tapi bolehkah lebaran memakai baju hitam?

Model fashion saat ini yang beragam memberikan pilihan teramat banyak bagi umat Islam dalam membeli serta memakai pakaian. Sering dijumpai pakaian dengan beragam corak, model dan warna termasuk juga warna hitam. Bagi sebagian orang, warna pakaian hitam itu identik dengan berkabung, maka mereka biasanya enggan memakainya di moment berbahagia seperti di hari lebaran. Bagaimana sesungguhnya Islam memandang persoalan ini? Apa sebenarnya hukum lebaran memakai baju hitam?

Pada prinsipnya, Nabi menganjurkan untuk memakai pakai terbaik pada moment terbaik seperti hari jumat dan dua hari raya id. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Sahabat Jabir RA yang menyatakan bahwasanya Nabi Saw. memiliki pakaian terbaik yang khusus beliau kenakan di moment spesial yakni salat id dan salat Jumat:

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (Sahih Ibnu Khuzaimah, No. 1765)

Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa pakaian terbaik di hari raya ialah yang berwarna putih kecuali jika pakaian warna lain ada yang lebih bagus dan baru. Hal ini tidak berlaku untuk salat jumat dimana pakaian terbaiknya ialah yang berwarna putih meskipun sudah tidak baru lagi. Pendapat tersebut beliau kemukakan dalam kitab Nihayat al-Zain, h. 108:

والتزين بِأَحْسَن ثِيَابه وأفضلها الْبيض إِلَّا أَن يكون غَيرهَا أحسن فَهُوَ أفضل مِنْهَا هُنَا لَا فِي الْجُمُعَة

Artinya: “Dan berhias dengan menggunakan pakaian paling bagus. Pakaian paling utama ialah yang berwarna putih kecuali jika ada selain putih yang lebih bagus. Maka yang lebih bagus itulah yang utama. Hal demikian tidak berlaku untuk salat jumat”.

Apakah Nabi Muhammad memiliki atau pernah memakai baju warna hitam? Ibunda kaum Mukmin Aisyah Ra. pernah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah memakai pakaian berwarna hitam sehingga sah-sah saja bagi lelaki maupun perempuan untuk menggunakan pakaian warna hitam:

عَنْ عاَئشِةَ رَضِي اللَّه عَنهَاَ آَنهَّاَ قاَلتْ: ” خَرَجَ النبي صَلَّ الله علَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ غدَاةٍ ، وَعلَيْهِ مِرْطٌ ومرَحَّلٌ مِنْ شَعْرٍ آَسْوَدَ

Artinya: “Dari Aisyah Radhiallahuanha berkata: Nabi SAW keluar pada suatu pagi, dengan mengenakan pakaian berwarna hitam. (HR. Muslim)

Menurut satu keterangan bahkan diriwayatkan bahwa Nabi memiliki sorban berwarna hitam yang beliau kenakan pada saat dua hari raya. Ujung sorban beliau biarkan terjulur di punggung beliau. Keterangan ini bisa kita simak dalam kitab Raddul Muhtar, juz III, h. 21:

عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْث أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ

Artinya: “Dari Amr bin Huraits, sesungguhnya Rasulullah berkhutbah dengan mengenakan sorban berwarna hitam.” (HR. Muslim)

Namun demikian, pendapat lain mengatakan bahwa sorban hitam tersebut hanya dipakai Nabi ketika terjadi penaklukan kota Mekah.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa hukumnya boleh-boleh saja mengenakan pakaian warna hitam di hari lebaran meskipun tetap saja bahwa pakaian yang paling disunnahkan ialah pakaian terbaik dan berwarna putih sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi al-bantani diatas.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.