Disable the NSFW warnings that refer to content considered inappropriate in the workplace (Not Suitable For Work).

Menu

Switch to the dark mode that's kinder on your eyes at night time.

Switch to the light mode that's kinder on your eyes at day time.

in

Bocah berusia 11 tahun berhasil taklukkan puncak gunung ‘mematikan’ di Swiss

  • Stephen Watson
  • BBC Sport Northern Ireland

Sumber gambar, Chris Molyneaux

Keterangan gambar,

Jules Molyneaux, menaklukkan Matterhorn bersama ayahnya dan mengibarkan bendera sekolahnya.

Seorang bocah lelaki berusia 11 tahun dari Perthshire, Skotlandia, menjadi orang termuda yang mendaki salah satu gunung paling terkenal di dunia, Matterhorn di Swiss.

Jules Molyneaux, yang berasal dari Kota Crieff, berhasil mencapai puncak 14.692 kaki Pegunungan Alpen dalam waktu sekitar empat jam.

Dia menghabiskan sebagian besar waktu lockdown untuk meningkatkan kebugarannya agar diizinkan mencoba prestasi langka itu.

Gunung yang terkenal itu sama tingginya dengan lima kali pegunungan Munro di Skotlandia.

Jules, seorang murid di sekolah Ardvreck, ditemani oleh ayahnya Chris, yang berasal dari Irlandia Utara, saat mendaki gunung itu.

“Matahari terbit terasa sangat berharga”

Jules mengatakan kepada BBC: “Saya merasa lelah, bahagia, dan lega.

“Itu merupakan pengalaman yang pasti melelahkan dan kaki saya terasa seperti jeli setelah pendakian.

“Melihat matahari terbit ketika mendaki rasanya sangat berharga. Setengah jalan ke atas gunung, kamu bisa melihat semua warna langit oranye di belakang Pegunungan Alpen, sungguh menakjubkan.”

Pendakian Jules terinspirasi oleh aktivitas pendakian yang dia lakukan di sekolahnya.

Sumber gambar, Chris Molyneaux

Keterangan gambar,

Duo ayah dan anak ini harus membuktikan kemampuan mereka di depan pemandu lokal.

“Sekolah Ardvreck sangat mendukung,” kata ayahnya, Chris, “sekolah itu fokus pada kegiatan di luar ruangan

“Setiap anak di sekolah memanjat gunung besar sebelum karantina wilayah.”

Jules sudah bermimpi menaklukan Matterhorn selama dua tahun.

Chris berkata: “Dia terus berlatih dan berlatih dan setahun yang lalu mulai menganggapnya serius. Kemudian enam bulan lalu kami pikir kami akan mencobanya.

“Kami tinggal di dataran tinggi Skotlandia, kami dikelilingi oleh Ben Nevis dan semua pusat pendakian di sana, tetapi mendaki Pegunungan Alpen jauh lebih serius.”

Sumber gambar, Chris Molyneaux

Keterangan gambar,

“Matterhorn adalah salah satu puncak paling mematikan di dunia,” kata Jules.

Dia mengatakan biasanya seorang pendaki harus berusia setidaknya 16 tahun sebelum mencoba pendakian seperti itu, sehingga duo ayah dan anak ini harus membuktikan kemampuan mereka di depan pemandu lokal.

Dia berkata: “Kami melakukan banyak pendakian tinggi dan Jules menguasainya, sehingga mereka memberinya kesempatan.”

‘Puncak gunung mematikan’

Matterhorn, berbentuk seperti piramida, adalah puncak tertinggi keenam di Eropa.

Lebih dari 500 orang tewas saat mendaki gunung ikonik itu, dan sayangnya ada tragedi selama pendakian Jules Molyneaux.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Matterhorn berada di pegunungan Alpen, di perbatasan Swiss-Italia.

“Pendakian baru saja dibuka karena cukup berbahaya, banyak salju dan batu yang jatuh,” kata Chris.

“Pada hari pendakian kami, ada 10 orang dari kami dan satu orang meninggal. Seorang lelaki jatuh sejauh 400 meter dan tubuhnya kemudian harus dijemput dengan helikopter.”

“Matterhorn adalah salah satu puncak paling mematikan di dunia,” kata Jules.

“Saya merasa sedikit gugup, tetapi kamu tidak benar-benar merasa takut atau apa pun, kamu hanya harus tetap fokus, satu langkah demi satu langkah. Jika kurang konsentrasi, kamu akan terpeleset dan jatuh.”

Meskipun tidak ada catatan resmi, diyakini bahwa Jules adalah orang termuda yang pernah mendaki Matterhorn. Hal itu diberitahukan kepada Chris di museum Matterhorn di Zermatt.

“Mereka mengatakan orang termuda, yang mereka kenal, yang pernah mendaki Matterhorn berusia 12 tahun. Dia adalah anak seorang pemandu setempat yang berhasil mendaki gunung itu beberapa tahun yang lalu. Jules sedikit lebih muda.”

Meskipun memecahkan rekor, Jules menanggapinya dengan tenang.

“Ini bukan tentang menjadi orang termuda yang pernah mendaki Matterhorn. Ini tentang melakukannya bersama dan bersenang-senang sebanyak mungkin.”

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

akibat-cuitan-trump:-‘salah-satu-momen-paling-gelap-dalam-hidupku’,-cerita-perempuan-yang-mendadak-viral

Akibat cuitan Trump: ‘Salah satu momen paling gelap dalam hidupku’, cerita perempuan yang mendadak viral

warga-prancis-ditangkap-karena-perkosa-305-anak-di-indonesia,-terancam-hukuman-mati

Warga Prancis Ditangkap Karena Perkosa 305 Anak di Indonesia, Terancam Hukuman Mati

Back to Top

Log In

Or with username:

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

To use social login you have to agree with the storage and handling of your data by this website. %privacy_policy%

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Hey Friend!Before You Go…

Get the best viral stories straight into your inbox before everyone else!

Don't worry, we don't spam

Close
Close
Send this to a friend