Bingung Mengelola Gaji Karyawan untuk Usaha Anda? Simak Ulasan Ini!

by -6 views
bingung-mengelola-gaji-karyawan-untuk-usaha-anda?-simak-ulasan-ini!

Memiliki perusahaan yang tengah berkembang membutuhkan manajemen operasional yang bagus. Jangan sampai usaha Anda mengalami masalah karena kurang pengelolaan finansial yang mumpuni, salah satunya mengelola gaji karyawan. Memiliki satu atau dua karyawan, mungkin Anda tidak akan bingung menghitung gaji bulanan atau harian mereka. Namun, bagaimana bila usaha Anda memiliki puluhan atau ratusan karyawan? Pastikan Anda memakai jasa software payroll untuk menghitung gaji pokok, tunjangan, upah lembur, dan lain-lain.

Kiat Menyusun Struktur Gaji Karyawan Lebih Optimal 

Karyawan merupakan aset perusahaan yang harus terkelola dengan baik mulai kinerja hingga gaji yang diberikan. Karyawan yang bekerja dengan sungguh-sungguh harus diapresiasi dengan pemberian gaji lebih besar atau penambahan tunjangan prestasi sesuai kinerja mereka. Selain itu, Anda juga harus melihat potensi omzet perusahaan lebih dulu agar bisa memberikan gaji yang sesuai untuk kedua belah pihak. Pertimbangkan pula besaran upah minimum daerah pada tahun tersebut agar bisa memberikan gaji yang cocok.

Untuk Anda yang bingung menentukan struktur gaji karyawan yang lebih optimal atau sesuai dengan kesepakatan, maka perlu melakukan penyusunan struktur gaji karyawan sebagai berikut :

1. Besaran gaji 

Jika pabrik atau perusahaan besar menetapkan gaji sesuai dengan standar UMR dan jabatan yang dipegang oleh karyawan, maka UMKM memiliki kebijakan yang berbeda. Besaran gaji sesuai kesepakatan antara karyawan dengan atasan, tapi tetap mempertimbangkan bagaimana pekerjaan yang harus dilakukan karyawan tersebut. 

Untuk karyawan yang memiliki beban kerja atau tugas yang lebih sulit, maka besaran gaji yang diberikan harus sesuai dengan risiko pekerjaan tersebut. Pasalnya, karyawan yang tidak mendapatkan imbalan memadai akan merasa kurang puas dan akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja. Anda jelas tidak ingin kehilangan karyawan yang loyal karena besaran gaji tidak sesuai dengan pekerjaan di lapangan.

2. Karyawan memiliki prestasi yang bagus 

Untuk gaji yang diberikan pada karyawan dengan prestasi yang bagus, maka Anda harus mempertimbangkan pemberian tunjangan atau bonus. Pencapaian yang sesuai dengan tujuan perusahaan membantu usaha Anda berkembang lebih besar atau omzet perusahaan akan naik. Selain itu, bonus atau reward yang Anda berikan bisa memberikan motivasi pada karyawan untuk terus meningkatkan prestasi. Tidak hanya bisa memotivasi karyawan yang berprestasi tersebut, tetapi reward si A bisa memotivasi karyawan lain untuk meningkatkan kinerja mereka.

3. Karyawan berhak mendapatkan kenaikan gaji 

Bekerja sekian tahun yang tidak mendapatkan kenaikan gaji jelas menjadi sumber kekecewaan tersendiri. Jangan sampai Anda kehilangan aset perusahaan karena karyawan mengundurkan diri sebab tidak mendapatkan kenaikan gaji tersebut. Untuk Anda yang masih mengembangkan usaha, tidak ada salahnya membuat perhitungan kenaikan gaji sesuai dengan masa kerja atau jabatan karyawan. 

Misalnya karyawan A bekerja selama setahun, maka bisa mendapatkan kenaikan gaji sebesar 5-10 persen dari gaji pokok. Setiap tahun, kenaikan gaji bervariasi tergantung dengan pertimbangan pencapaian perusahaan juga. 

4. Menentukan level gaji sesuai jabatan 

Selain menetapkan gaji karyawan sesuai UMR di daerah, Anda yang memiliki bisnis tengah berkembang bisa menentukan level gaji sesuai jabatan yang dipegang karyawan. Misalnya perusahaan besar memiliki level top manajemen atau dewan direksi yang tidak perlu struktur gaji sebab mendapatkan pembagian keuntungan perusahaan dengan pemegang saham sesuai perjanjian yang berlaku. 

Menentukan level gaji sesuai jabatan bisa Anda terapkan mulai gaji staf manajer, kepala setiap bagian, level pelaksana teknis hingga mengerucut karyawan paling bawah. Anda harus menentukan gaji pokok bulanan atau harian, tunjangan tahunan, bonus prestasi, upah lembur, dan lain-lain, kemudian bisa memasukkan ke dalam tabel data agar lebih mudah dalam melakukan penghitungan.

5. Memiliki daftar komponen gaji yang lengkap 

Meskipun Anda tengah mengembangkan UMKM yang masih membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik, tentu wajib membuat daftar komponen gaji lengkap guna mengelola gaji karyawan lebih optimal.  Daftar komponen gaji karyawan mencakup gaji pokok, tunjangan hari raya, bonus, upah lembur, uang makan, tunjangan transportasi, asuransi, dan lain-lain yang masih berkaitan dengan poin nomor 4.

Setiap perusahaan memiliki daftar komponen gaji yang berbeda tergantung dengan kebijakan finansial perusahaan tersebut. Tentu perusahaan besar yang bonafit memiliki manajemen gaji karyawan yang lebih bagus. Anda yang tengah mengembangkan usaha tidak perlu berkecil hati sebab bisa memakai software payroll yang berbasis teknologi sehingga pencatatan dan penghitungan gaji karyawan lebih mudah, alih-alih memakai sistem akuntansi konvensional.

Setelah menentukan struktur gaji karyawan di perusahaan, kini Anda bisa melakukan penghitungan mandiri. Pastikan Anda merekrut SDM yang mengurus keuangan perusahaan agar operasional usaha bisa berjalan lancar. SDM keuangan membantu Anda dalam mengelola keuangan perusahaan lebih baik mulai arus kas masuk dan keluar, hutang piutang, pengelolaan gaji karyawan, biaya manajemen pemasaran dan promosi, biaya operasional usaha, dan lain-lain. 

Yuk, Belajar Melakukan Penghitungan Gaji Karyawan! 



Usaha Anda masih berskala kecil atau mikro, tapi Anda sudah memiliki beberapa karyawan di tempat usaha. Melakukan penghitungan gaji tidak boleh sembarangan sebab berkaitan dengan tingkat kepuasan karyawan. Karyawan yang merasa puas dan dihargai akan memberikan kinerja lebih maksimal. Loyalitas mereka menjadi aset perusahaan yang sangat penting bila Anda ingin UMKM berubah menjadi perusahaan bonafit dalam beberapa tahun kedepan, ya!

Simak beberapa cara menghitung gaji karyawan yang paling sederhana ini! 

1. Memakai metode penghitungan gaji berdasarkan omzet 

Omzet usaha Anda mencapai angka 100 juta rupiah per bulan, maka rasio gaji karyawan berkisar 15-20 % dari pendapatan bruto tersebut. Gaji karyawan harus berkisar 15-20 juta yang bisa disesuaikan dengan jumlah karyawan di perusahaan Anda. Pertimbangan untuk menentukan gaji bisa berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita di daerah dan pemakaian garis kemiskinan. 

Contoh : 

1) 50 % x rata-rata konsumsi per kapita daerah Jakarta tahun 2020 sebesar 2.260.000 = 1.130.000

2) 125% x batas garis kemiskinan BPS DKI Jakarta sebesar 680.000 = 850.000 

Data gaji di atas merupakan upah paling rendah yang bisa diberikan, kemudian Anda sebagai atasan bisa menentukan gaji yang relevan dengan pekerjaan, risiko dan jumlah karyawan. Bila rasio 20 % dari total pendapatan bruto adalah 20 juta rupiah per bulan, maka Anda bisa mempekerjakan karyawan sebanyak 10-15 orang dengan gaji terendah 1.130.000-2.260.000 rupiah per bulan. 

2. Metode penghitungan gaji pokok bulanan dan harian 

Anda juga bisa melakukan penghitungan dengan menetapkan gaji pokok bulanan sesuai standar yang berlaku. Misalnya gaji pokok bulanan 2 juta rupiah, tunjangan JKN atau BPJS Ketenagakerjaan, upah lembur, dan lain-lain. 

Untuk penghitungan gaji harian, maka bisa Anda tentukan sesuai dengan jumlah hari karyawan masuk. Misalnya gaji pokok 2 juta rupiah, sedangkan karyawan hanya masuk 25 hari dari 28 hari kerja bila memakai sistem libur sebulan maksimal dua kali. Berikut penghitungannya : 25/28 x 2.000.000 = 1.785.714 rupiah, kemudian bisa menambahkan bila ada bonus atau tunjangan lain. 

Memang butuh SDM keuangan yang handal untuk menghitung gaji manual di perusahaan Anda, apalagi jumlah karyawan lebih dari 10 orang. Untuk meningkatkan sistem kerja keuangan lebih mudah dan praktis, Anda wajib beralih ke software payroll yang efisien. Tinggal masukkan data gaji sesuai ketentuan, maka sistem akan melakukan penghitungan otomatis. Anda bisa lebih mudah dalam melakukan pengelolaan gaji, termasuk melihat potensi kinerja karyawan. 

GajiHub merupakan aplikasi software payroll yang sangat menguntungkan perusahaan Anda baik UMKM hingga perusahaan skala nasional. Dengan sistem yang lebih kredibel dan mudah, Anda bisa lebih mudah dalam membuat struktur gaji dan upah karyawan, penghitungan pajak dan BPJS, menghitung gaji, THR atau bonus bulanan dan tahunan lain, menganalisa kinerja karyawan, pengelolaan jam kerja, cuti dan lembur, serta masih banyak benefit lainnya. Yakin tidak ingin memakai aplikasi GajiHub untuk manajemen karyawan yang lebih optimal?

Leave a Reply

Your email address will not be published.