Benarkah Penggunaan Steroid pada Pasien COVID-19 Picu Diabetes?

by -0 views
benarkah-penggunaan-steroid-pada-pasien-covid-19-picu-diabetes?

Sejumlah dokter di India menduga penggunaan steroid pada pasien COVID-19 dapat memicu penyakit diabetes.

Gangguan metabolik tersebut mungkin terjadi pada pasien positif coronavirus yang sebelumnya mengidap diabetes tapi tidak terdeteksi.

Mengapa penggunaan steroid menyebabkan diabetes setelah COVID? Simak penjelasan medis berikut.

Penggunaan Steroid pada COVID Picu Diabetes?

Dokter Rahul Baxi, ahli diabetes asal Mumbai, India, mengkhawatirkan adanya gelombang “tsunami” diabetes pascapandemi.

Pasalnya, 8-10 persen pasien Rahul yang terinfeksi virus corona, tidak punya riwayat diabetes. Namun, mereka memiliki kadar gula darah tinggi setelah beberapa bulan sembuh dari COVID.

“Akibatnya, setahun setelah pulih, mereka (pasien penyintas COVID-19) harus mengonsumsi obat terapi diabetes. Sementara beberapa pasien lainnya memiliki kadar gula darah di batas ambang diabetes,” jelas Rahul, dikutip dari BBC.

Artikel lainnya: Risiko Suntik Vaksin Kosong bagi Kesehatan Tubuh

Para ahli kesehatan sendiri masih memperdebatkan penyebabnya. Salah satunya, dugaan bahwa infeksi virus corona memicu diabetes pada pasien yang tidak punya riwayat penyakit tersebut.

Dugaan lainnya, diabetes terjadi akibat penggunaan steroid dalam pengobatan pasien positif virus corona.

Obat steroid pada COVID digunakan untuk mengurangi respons sistem kekebalan. Infeksi virus corona sebagaimana diketahui dapat memicu terjadinya badai sitokin. Kondisi ini merupakan respons berlebihan imun tubuh ketika menghadapi infeksi. 

Badai sitokin dapat menyebabkan peradangan hebat yang justru merugikan tubuh. Obat steroid digunakan untuk mengurangi peradangan akibat badai sitokin tersebut.

Namun, sejumlah dokter menduga penggunaan steroid justru memicu terjadinya diabetes.

Menanggapi dugaan tersebut, dr. Alvin Nursalim, Sp. PD mengatakan, “Sepertinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.”

Artikel lainnya: Kombinasi Vitamin Terbaik untuk Jaga Imun Selama Pandemi

“Memang obat golongan steroid dapat meningkatkan gula darah seseorang. Namun, jika obat ini dihentikan, seharusnya gula kembali ke normal,” tuturnya.

Masih mengutip BBC, salah satu studi yang mengkaji kemungkinan penyintas COVID-19 mengidap diabetes akibat pengaruh steroid dilakukan tim riset dr. Anoop Misra.

Penelitian tersebut melibatkan 555 pasien dari dua rumah sakit di Delhi dan Chennai, India.

Dokter Misra dan tim menemukan penyintas, yang didiagnosis mengidap diabetes pascaterinfeksi coronavirus, punya kadar gula darah lebih tinggi.

Hal ini dibandingkan dengan penyintas COVID yang sebelumnya punya riwayat diabetes.

Para peneliti menduga penggunaan steroid memicu terjadinya diabetes pada penyintas coronavirus yang tidak punya riwayat penyakit tersebut. Meski begitu, penelitian lanjutan dibutuhkan guna memperoleh bukti lebih kuat.

Hipotesis lainnya, pasien yang didiagnosis mengidap diabetes usai terjangkit virus corona, sebelumnya memiliki penyakit gangguan metabolik. Namun, mereka tidak pernah menjalani pemeriksaan.

Artikel lainnya: Mirip, Begini Cara Membedakan Gejala COVID-19 dan Flu Perut

“Kami melihat kecenderungan diabetes terjadi karena pasien mengalami obesitas maupun disebabkan oleh faktor genetis,” jelas dr. Misra.

Dugaan ini tidak mengherankan jika menilik data yang dihimpun Kathleen Wyne, MD, PhD.

Endokrinolog di The Ohio State University dan Wexner Medical Center itu mengungkapkan, 90 persen dari 88 juta penderita prediabetes tidak menyadari menderita kondisi tersebut. Padahal, kelompok ini berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2. 

Selain itu, berdasarkan laporan Centers for Disease Control & Prevention pada 2018, sebanyak 25 persen dari 34 juta penderita diabetes belum terdiagnosis.

Menukil BBC, India sendiri mencatat ada 77 juta warganya yang mengidap diabetes. Di mana jutaan lainnya belum terdeteksi.

Itu dia fakta soal pengaruh steroid picu diabetes pada penyintas COVID-19. Meski belum sepenuhnya jelas, konsumsilah obat sesuai dengan petunjuk dokter.

Jika Anda ingin tanya lebih lanjut seputar virus corona dan diabetes, konsultasikan dengan dokter via Live Chat.

[HNS/JKT]

Silakan Klik “Tanya Dokter” Untuk Mengajukan Pertanyaan Anda

Tanya Dokter

  • Aditya Prasanda
  • Jennar Kiansantang
  • Hotnida Novita Sary

    Editor

    Hotnida Novita Sary

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *