Benarkah Pandemi jadi Masa yang Tepat untuk Membeli Rumah?

by -15 views
benarkah-pandemi-jadi-masa-yang-tepat-untuk-membeli-rumah?

Survei terbaru Bank Indonesia terkait Indeks Harga Properti Residensial (IHPR), menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1,51% secara tahunan pada kuartal III tahun 2020. Namun, kenaikan ini bisa dikatakan tumbuh terbatas, akibat tekanan pandemi pada sektor bisnis properti.

Namun, data ini menunjukkan bahwa masa pandemi justru menjadi salah satu waktu yang menarik untuk membeli properti. Sebab, lesunya permintaan akan rumah cenderung memperlambat kenaikan harga rumah. 

“Lesunya permintaan akan properti ini tidak membuat harga rumah jadi turun, hanya saja kenaikannya mengalami perlambatan. Maka dari itu sekarang adalah saat yang tepat bagi millenial untuk membeli rumah,” ujar Content Producer Rumah123, Andi Shadam, dalam sebuah Instagram Live yang diselenggarakan Lifepal dan Rumah123.

Andi menambahkan bahwa di masa pandemi banyak sekali developer yang memberikan promo seperti beli rumah dengan gratis perabotan, sebut saja seperti AC, voucher belanja, dan lain sebagainya. Menurut Andi, promo ini tentu sangat membantu lantaran bagian terberat dalam memberi rumah salah satunya adalah melengkapi perabotan.

Di samping itu, Andi juga memaparkan bagaimana manfaat dari membeli rumah di masa pandemi. 

“Di masa pandemi, sebagian besar waktu kita dihabiskan di rumah. Banyak yang WFH, banyak pula yang belajar dari rumah. Maka, memiliki rumah baru di masa pandemi tentu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Anda bisa melakukan banyak aktivitas di rumah yang baru dimiliki, “ tambahnya.

Sebagai milenial yang sudah tinggal di rumah yang ia beli sendiri, Andi pun berbagi sedikit mengenai pengalamannya menghabiskan lebih banyak waktu luang di rumah pribadi.

“Punya rumah sendiri itu bebas, enaknya banget-banget sih. Saya sendiri bebas renovasi, tambah ini dan itu, gonta-ganti cat tembok sesuka hati,” kisah Andi.

Dalam kesempatan yang sama, Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar, CFP® juga memberikan tips cerdas bagi mereka yang ingin mengkredit rumah. Berikut ulasannya.

Lakukan survei kecil-kecilan, rumah apa yang kita inginkan dan butuhkan

Sebelum kita bertemu dengan developer, maka hal terpenting yang harus kita ketahui adalah mengetahui kebutuhan dan keinginan kita terhadap rumah. 

Kita harus paham, rumah seperti apa yang kita butuhkan saat ini. Berapa meter luasnya, apakah tingkat atau tidak, berapa harganya, dan lain sebagainya. Penting juga untuk meminta ke pihak developer seputar besaran cicilan yang kita inginkan untuk rumah tersebut.

Cek dulu kesehatan finansial

“Sebelum menyetujui tawaran kredit rumah, maka pastikan dulu kita memang sehat secara finansial. Mengajukan permohonan KPR artinya kita akan menambah utang baru, maka pastikan dulu, total utang kita (bila ada) tidak melebihi 50% dari nilai aset. Sementara itu untuk cicilan utang kita, jumlahnya maksimal adalah 35% dari penghasilan bulanan,” ujar Akbar.

Selain itu, Anda juga harus memastikan diri bahwa Anda memiliki dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan untuk lajang. Dana darurat akan berguna untuk mengcover pengeluaran Anda disaat Anda kehilangan pekerjaan, bisa jadi karena pandemi COVID-19 ini.

Jika ada rezeki berlebih, lunasi cicilan agar keuangan makin sehat

Satu tips dari Andi Shadam yang telah membeli rumah di usianya yang masih muda adalah dengan strategi “mengebom” pokok utang. Bom yang dimaksud di sini adalah membayar cicilan dengan jumlah besar guna mengurangi pokok utang tertunggak.

Kebijakan ini diperbolehkan oleh bank tempat Andi mengajukan KPR. Namun tentunya, pembayaran dalam jumlah besar ini juga akan dikenakan biaya penalti.

“Kalau dulu saya bom aja (bayar cicilan besar) biar pokoknya berkurang, itu lumayan sekali untuk meringankan cicilan ke depan. Walau ada biaya penaltinya tapi jumlahnya gak seberapa kok,” imbuh Andi.

Memiliki cicilan, wajib kendalikan pengeluaran

Secara garis besar pengeluaran pun dibagi menjadi tiga, yaitu pengeluaran yang bersifat wajib dibayar, pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan pengeluaran yang bersifat keinginan. Berhemat tentu menjadi solusi, namun kita tidak bisa asal dalam mengurangi pengeluaran. 

Jika Anda harus mengurangi pengeluaran, maka kurangilah pengeluaran yang bersifat keinginan seperti belanja barang branded, belanja barang-barang hobi, dan kegiatan konsumtif lain yang berhubungan dengan gaya hidup. 

Andi pun mengakui bahwa di saat dirinya mengkredit rumah, pengeluaran-pengeluaran yang bersifat gaya hidup harus ditekan. 

Itulah hal-hal yang harus diketahui oleh milenial saat ingin membeli rumah di masa pandemi. Dari sekian tips di atas, perlu pula Anda ketahui bahwa, ketika membeli rumah pastikan kita memang membutuhkan rumah tersebut, baik untuk tempat tinggal atau investasi.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *