Belajar Bahasa Arab: Huruf “Syin” dalam kata Asyarah [Sepuluh] Sebenarnya Difathahkan atau Disukunkan?

by -3 views
belajar-bahasa-arab:-huruf-“syin”-dalam-kata-asyarah-[sepuluh]-sebenarnya-difathahkan-atau-disukunkan?

Belajar Bahasa Arab: Huruf

Harakah.idHuruf Syin dalam kata Asyarah, sejauh ini, memiliki dua model pembacaan. Adakalanya ia difathahkan, adakalanya juga ia disukunkan. Lalu mana yang benar?

Huruf syin ش dalam kata asyar عشر dan asyarah عشرة itu difathahkan atau disukunkan?

Bahasa Arab angka sepuluh adalah العشر atau العشرة yang menyesuaikan dengan ma’dudnya (sesuatu yang dihitung). Kembali ke dalam hukum ‘adad dan ma’dud, bila ma’dudnya muannats maka ‘adadnya mudzakkar, begitu juga kebalikannya.

Perhatikan contoh berikut:

اِشْتَرَيْتُ عَشْرَ نَوَافِذَ

Aku membeli sepuluh jendela

Kalimat di atas menggunakan kata عشر (mudzakkar), karena ma’dudnya yaitu نَوَافِذَ adalah berbentuk muannats (dilihat dari bentuk mufradnya yaitu نافذة).

اِشْتَرَيْتُ عَشَرَةَ كُتُبٍ

Aku membeli sepuluh kitab

Kalimat di atas menggunakan kata عَشَرَةَ (muannats), karena ma’dudnya yaitu كُتُبٍ adalah berbentuk mudzakkar (dilihat dari bentuk mufradnya yaitu كتاب.

Selain itu apabila kita perhatikan maka akan tampak perbedaan lain di dalam bentuk harakat pada huruf ش antara kedua kata tersebut. Bila pada contoh yang pertama, huruf ش disukunkan. Adapun contoh yang kedua, huruf ش difathahkan. Mengapa bisa seperti itu? Hal ini kembali dengan hukum ‘adad dan ma’dud.

Bila ma’dudnya mudzakkar, maka harakat ش dalam kata عشر dan عشرة difathahkan. Sedangkan apabila ma’dudnya muannats, maka maka harakat ش dalam kata عشر dan عشرة disukunkan.

Perhatikanlah contoh berikut:

Ma’dudnya mudzakkar

اِشْتَرَيْتُ عَشَرَةَ كُتُبٍاِشْتَرَيْتُ ثَلَاثَةَ عَشَرَ كِتَابًالِيْ أَحَدَ عَشَرَ قَلَمًا

Ma’dudnya muannats

اِشْتَرَيْتُ عَشْرَ نَوَافِذَاِشْتَرَيْتُ ثَلَاثَ عَشْرَةَ نَافِذَةًلِيْ إِحْدَى عَشْرَةَ قَلَنْسُوَةً

Itulah penjelasan mengeai huruf syin dalam kata asyarah. Apakah ia disukunkan atau difathahkan? Jawabannya, huruf syin dalam kata tersebut dibaca sesuai dengan kondisi gramatikal yang ada. Adakalanya ia disukunkan, adakalanya pula difathahkan.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *