Belajar Bahasa Arab: Cara Menggunakan Isim Isyarah dan Pengaplikasianya Dalam Sebuah Kalimat Bahasa Arab

by -3 views
belajar-bahasa-arab:-cara-menggunakan-isim-isyarah-dan-pengaplikasianya-dalam-sebuah-kalimat-bahasa-arab

Belajar Bahasa Arab: Cara Menggunakan Isim Isyarah dan Pengaplikasianya Dalam Sebuah Kalimat Bahasa Arab

Harakah.idIsim Isyarah adalah salah satu unsur penting dalam ilmu Bahasa Arab. Ia, bersama dengan jenis dan ragam isim lainnya, seringkali ditemukan dalam setiap susunan kalimat dalam Bahasa Arab.

Isim Isyarah adalah salah satu bahasan dalam ilmu Bahasa Arab yang tak kalah penting dibanding bahasan-bahasan lainnya. Seringnya penggunaan isim tersebut dalam susunan kalimat dalam Bahasa Arab menunjukkan kalau ia adalah kondimen krusial dalam Bahasa Arab.

Dan kali ini kita akan belajar cara menggunakannya dalam sebuah kalimat;

هَذَا / هَذِهِ : اِسْم الإِشَارَة (مُبْتَدَأ) + النَّكِرَة (خَبَر)

هَذَا مَسْجِدٌ هَذِهِ مَدْرَسَةٌ

هَذَا / هَذِهِ: اِسْم الإِشَارَة + الْمَعْرِفَة بأل (مُبْتَدَأ) + النَّكِرَة (خَبَر)

هَذَا الْمَسْجِدُ وَاسِعٌهَذِهِ الْمَدْرَسَةُ جَدِيْدَةٌ

Terjemah:

1. Ini (adalah) masjid. Ini (adalah) sekolah

2. Masjid ini luas. Sekolah ini baru

Catatan :Kali ini kita akan belajar membuat kalimat dengan menggunakan isim isyarah berupa kata هَذَا dan هَذِهِ. Untuk membuat kalimat sederhana, maka kedua isim isyarah tersebut cukup dilengkapi dengan isim nakirah setelahnya. Dengan demikian, dua kata tersebut; isim isyarah dan isim nakirah menjadi sebuah kalimat jumlah ismiyyah; mubtada dan khabar.

Sebagaimana yang diketahui bahwa isim isyarah merupakan termasuk isim ma’rifah. Isim ma’rifah adalah jenis isim yang biasa dijadikan sebagai mubtada. Sedangkan khabar biasa dibentuk dari isim nakirah. Oleh karena itu ketika menerjemahkan, kita tulis kata “Ini” terlebih dahulu (mubtada) baru kemudian arti dari kata yang ditunjuk (Isim nakirah; khabar)

Namun, lain cerita bila kata yang jatuh setelah هَذَا dan هَذِهِ berupa isim makrifah dengan alif lam; الْمَعْرِفَة بأل. Kedua kata tersebut akan menjadi satu kesatuan subjek; mubtada, yang selanjutnya membutuhkan pelengkap; khabar. Hal ini dikarenakan isim makrifah dengan alif lam yang jatuh setelah هَذَا dan هَذِهِ tersebut menjadi badal (بدل) (pengganti).

Sedangkan kata هَذَا dan هَذِهِ menjadi mubdal minhu (مبدل منه) (yang digantikan). Badal dan mubdal minhu tersebut itulah yang menjadi subjek; mubtada, oleh karena itu diartikan “masjid ini” dan “sekolah ini” dan masih membutuhkan khabar; yaitu isim nakirah yang jatuh setelahnya; “luas” dan “baru”.

Leave your vote

773 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *