Begini Cara Mengubah Hadis Dha'if Jadi Hadis Hasan

by -12 views
begini-cara-mengubah-hadis-dha'if-jadi-hadis-hasan

BincangSyariah.Com– Dalam ilmu hadis, kita sering mendapati beberapa derajat Hadis, antara lain ialah hadis shahih, hadis hasan, dan hadis dhaif.Nah berikut tata cara mengubah hadis dha’if jadi hadis hasan.

Pada sisi lain, apa tujuan dibagikannya hadis-hadis kedalam tiga derajat tersebut? Dalam Islam Hadis menempati posisi kedua, sebagai sumber hukum syara’. Namun tidak semua Hadis dapat dijadikan sumber hukum. Hanya hadis shahih dan Hadis hasan saja yang dapat digunakan sebagai sumber hukum. Lalu bagaimana dengan hadis dha’if?

Tata Cara Mengubah Hadis Dha’if Jadi Hadis Hasan

Hadis dhaif tidak dapat dijadikan sebagai sumber hujjah, hal ini dikarenakan adanya sifat-sifat tercela pada rawi-rawi yang meriwayatkan Hadis tersebut. Namun demikian, ada beberapa hadis dha’if yang dapat dinaikan derajatnya menjadi Hasan li ghoirihi yakni dengan melalui proses I’tibar.

I’tibar merupakan proses pemeriksaan terhadap suatu Hadis yang dinilai ghorib, dengan tujuan mencari syahid. Syahid disini ialah Hadis yang memiliki matan yang sama baik secara lafadz maupun makna.

Dalam proses ini, satu Hadis Dho’if akan dicarikan Hadis lain yang mana Hadis tersebut memiliki kesamaan baik dalam lafadz ataupun maknanya. Hadis-hadis yang ditemukan itulah yang disebut dengan syahid. Apabila syahid yang ditemukan memiliki derajat hasan atau bahkan shahih, maka hadits dho’if tadi dapat naik derajatnya menjadi Hasan lighoirihi.

Sebagai contoh, kami sajikan Hadis yang diriwayatkan oleh imam Turmudzi sebagaimana berikut,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَقٌّ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ اَنْ يَغْتَسِلُوْا يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَلْيَمَسَّ اَحَدُهُمْ مِنْ طِيْبِ اَهْلِهِ فَاِنْ لَمْ يَجِدْ فَالْمَاءُ لَهُ طِيْبٌز (رواه الترمذي)

Hadis diatas dinilai oleh para muhaddisin sebagai Hadis Dho’if, lantaran adanya salah satu perowi Hadis tersebut yang diDho’ifkan. Namun di sisi lain, ditemukan Hadis shohih yang diriwayatkan oleh imam Bukhori sebagaimana kerikut,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الغُسْلُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَامِ وَاَنْ يَسْتَنَّ وَ اَنْ يَمَسَّ طِيْبًا اِنْ وَجَدَ… (رواه البخاري)

Adanya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari merupakan syahid bagi hadis dha’if yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi. Meskipun tidak sama dalam lafadznya namun secara makna terdapat kesamaan hukum antara keduanya, yakni kesunahan mandi jum’at dan menggunakan wangi-wangian.

Dengan demikian Hadis yang diriwayatkan oleh Imam turmudzi yang semula dho’if, dapat naik tingkatnya menjadi Hasan li ghoirihi, lantaran adanya syahid yang shahih berupa Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori.

Meskipun demikian, hadis dho’if yang dinilai sangat parah lantaran adanya rawi yang fasik, pelupa, dan banyak salah didalamnya, maka hadis dho’if yang demikian tidak dapat dinaikan menjadi hasan li ghoirihi meskipun memiliki banyak syahid.

Demikian sekilas pembahasan tentang cara mengubah hadis dha’if jadi hadis Hasan li ghoirihi melalui proses I’tibar. Barakallah fiikum. (Baca juga: Hadis Dhaif Boleh Diamalkan, Ini Syaratnya).

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.