Bakal Tampil di Konferensi Internasional Vatikan, Gus Yahya: Dialog Antaragama Harus Jujur

by -18 views
bakal-tampil-di-konferensi-internasional-vatikan,-gus-yahya:-dialog-antaragama-harus-jujur

Jakarta, NU Online

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan bakal tampil dan berbicara sebagai narasumber dalam Konferensi Internasional yang diprakarsai Tahta Suci Vatikan, pada Selasa-Rabu (26-27/1) pekan depan. Konferensi ini digelar secara virtual dengan tuan rumah Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue).



Gus Yahya bersama Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, bakal tampil dalam konferensi bertajuk Religious Radicalism: Christian And Muslim Understanding And Responses (Radikalisme Agama: Pandangan dan Tanggapan Umat Kristen dan Umat Islam).



Menanggapi dirinya yang akan tampil dalam forum internasional dengan membincang hubungan antargama, Gus Yahya menyatakan keprihatinannya. Sebab selama ini, ia menilai dialog antaragama cenderung tidak jujur dalam melihat masalah. Bahkan hanya berhenti di forum dialog itu sendiri tanpa tindak lanjut di lingkungan komunitas masing-masing agama.



Ia kemudian menegaskan, sekalipun dialog antaragama telah berlangsung selama puluhan tahun tapi tidak membuahkan hasil yang berarti. Oleh karena itu, Gus Yahya meminta agar dialog yang akan berlangsung itu harus dilakukan secara jujur.



“Aktivisme dialog antaragama telah berlangsung puluhan tahun, tapi tidak membuahkan hasil yang berarti dalam perbaikan hubungan antarumat beragama. Konflik agama masih terjadi di mana-mana di seluruh dunia, malah cenderung semakin marak,” ungkapnya, melalui keterangan tertulis yang diterima NU Online, Jumat (22/1).


 

“(Bahkan) hari-hari ini, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menempatkan pasukan penjaga perdamaian di 34 titik konflik di seluruh dunia, 26 di antaranya konflik agama,” sambung kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 54 tahun yang lalu ini.



Namun demikian, Gus Yahya tetap mengungkapkan rasa optimisme dalam menyambut Konferensi Vatikan kali ini. Pasalnya, dengan melihat topik diskusi dan para narasumber yang dijadwalkan, akan menghasilkan dialog yang jujur dan mengakui masalah apa adanya.



“Melihat topik-topik diskusi dan para narasumber yang dijadwalkan, saya optimis ini akan menjadi dialog yang jujur dan mengakui masalah apa adanya, sehingga dapat diharapkan menghasilkan solusi yang nyata. Prinsip paling mendasar adalah bahwa dialog antaragama harus dilakukan dengan jujur,” tandasnya.



Pada kesempatan Koferensi Vatikan pekan depan, Gus Yahya akan tampil di hari pertama dan memberikan wawasan tentang konflik geopolitik global dan pemahaman tentang gerakan teroris yang tumbuh di dalam negeri dan mujahidin antarnegara.



Sedangkan Kardinal Ignatius Suharyo akan berdampingan dengan Wakil Kanselir dari Universitas Maulana Azad di Jodhpur Rajasthan India Prof Akhtarul Wasey, untuk menyampaikan berbagai catatan dari sudut pandang Kristen dan Muslim tentang radikalisme di Asia.



Selain Gus Yahya dan Uskup Agung Jakarta itu, konferensi ini melibatkan banyak tokoh dari kalangan pemimpin agama dan intelektual di belahan dunia yakni Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika.



Di antara tokoh-tokoh dunia itu adalah Sekretaris Jenderal Liga Ulama Muhammadiyah Kerajaan Maroko Syekh Ahmad Abbadi, dan Pimpinan Desk Islam di Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-Agama Mgr Khaled Akasheh asal Yordania.



Akan hadir pula Intelektual Muslim Amerika berdarah Turki sekaligus Senior Fellow pada program studi Islam dan modernitas, Cato Institute, USA, Mustafa Akyol, Pendiri the Observatory of Religious Radicalism and Conflict in Afrika, Senegal, Prof Bakary Sambe, dan 27 tokoh internasional lainnya.



Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *