Bahaya Merokok Bagi Pengguna Behel Atau Kawat Gigi

by -3 views
bahaya-merokok-bagi-pengguna-behel-atau-kawat-gigi

Aktivitas merokok dapat berakibat buruk bagi pengguna behel. Salah satu dampaknya adalah memperlambat proses merapikan gigi. Rokok juga dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya.

Simak penjelasan dokter soal bahaya merokok bagi pengguna behel berikut.

1. Menghambat Proses Merapikan Gigi Menjaga kesehatan gigi dan gusi sangatlah penting, terutama bagi Anda yang menggunakan behel atau kawat gigi.

Dilansir dari Oldham Orthodontics, gigi dan gusi yang kuat mendukung proses perawatan serta pelurusan gigi yang tidak rapi.

Merokok setelah pasang behel justru dapat memengaruhi kondisi gigi dan gusi. Anda dapat berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti sariawan, kerusakan gigi hingga gusi berdarah.

Pada gilirannya, kondisi kesehatan mulut tersebut dapat menghambat proses meluruskan gigi yang tidak rapi.

Artikel Lainnya: Dampak Merokok yang Bisa Merusak Penampilan

2. Kerusakan GigiSeorang Wanita Mengalami Kerusakan Gigi karena MerokokMerokok dapat menyebabkan penumpukan plak dan karang gigi. Kondisi ini membuat gigi menjadi lebih sensitif. Akibatnya gigi dapat mengalami kerusakan.

Kerusakan gigi juga terjadi karena rokok menyebabkan penyakit gusi.

Dokter gigi Wiena Manggala mengatakan rokok bisa menghambat produksi air liur sehingga membuat mulut menjadi kering. Hal ini memicu rusaknya jaringan serta tulang gigi.

“Seharusnya air liur itu bisa membersihkan bakteri. Jadinya pengguna behel rentan mengalami infeksi bakteri pada gigi dan gusi,” jelas drg. Wiena.

Padahal, berdasarkan Forest & Ray Dental London, Anda harus memiliki jaringan dan tulang gigi yang kuat agar kawat gigi dapat bekerja optimal.

3. Infeksi Gusi Penumpukan plak, karang gigi, serta infeksi bakteri dapat melemahkan jaringan gusi. Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan periodontitis.

Infeksi gusi serius ini merusak gusi, bahkan dapat menghancurkan tulang rahang.

Pada tahap awal, periodontitis menyebabkan gigi dan gusi Anda menjadi lebih sensitif. Akibatnya, proses pelurusan gigi menggunakan behel jadi terhambat.

Artikel Lainnya: Merokok Bisa Menghilangkan Stres? Temukan Faktanya!

4. Bau MulutBau MulutMerokok saat memakai behel dapat menyebabkan bau mulut. Kondisi bau mulut juga dipicu oleh produksi air liur yang sedikit.

Pada gilirannya, hal ini menyebabkan bau mulut karena gigi dan gusi mengalami infeksi.

Selain itu, bau mulut juga dapat muncul karena partikel yang dihisap dari rokok menempel di kawat gigi.

“Seharusnya air liur bisa membersihkan sisa-sisa makanan (termasuk partikel rokok). Sedangkan pada pengguna behel akan mudah sekali sisa-sisa makanan tertinggal di sela-selanya. Hal itu membuat bau mulut,” jelas drg. Wiena.

Oleh karena itu, orang yang menggunakan behel harus sangat teliti ketika membersihkan mulut. Hal ini bertujuan memastikan tidak ada sisa partikel rokok maupun makanan yang menyangkut pada kawat gigi.

5. Gigi Berwarna Menurut drg. Wiena, merokok dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Gigi perokok dapat berwarna kekuningan yang disertai bintik-bintik hitam. Noda ini bahkan sulit dihilangkan kendati Anda sudah menyikat gigi.

Merokok ketika memakai behel dapat menyebabkan masalah gigi kian rumit.

Pasalnya, ketika kawat gigi dilepaskan, permukaan gigi yang sebelumnya terlindung behel akan memiliki warna yang lebih terang ketimbang permukaan lainnya.

Artikel Lainnya: Cara Efektif Berhenti Merokok

6. Kawat Gigi HitamKawat Gigi Hitam pada Pasien BehelMerokok setelah pasang behel dapat mengakibatkan beberapa jenis kawat gigi menghitam. Tentunya, hal tersebut dapat memengaruhi penampilan Anda.

Itu dia deretan bahaya merokok saat memakai behel. Merokok tidak hanya dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti kanker paru, penyakit jantung, diabetes, hingga masalah kesuburan.

Merokok juga dapat bikin kesehatan gigi dan mulut jadi bermasalah, terutama bagi pengguna behel.

Tak heran, ketika pertanyaan “Apakah pakai behel boleh merokok?” diajukan, drg. Wiena dengan tegas menjawab, “Tidak boleh karena dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar informasi kesehatan gigi lainnya, konsultasikan kepada dokter via Live Chat.

[OVI/JKT]

Leave your vote

728 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *