Badai Pasir Ekstrem Mencekik Separuh Wilayah Timur Tengah | DW | 24.05.2022

by -1 views
badai-pasir-ekstrem-mencekik-separuh-wilayah-timur-tengah-|-dw-|-2405.2022

Badai pasir ekstrem, yang sedang menyelimuti Timur Tengah, melumpuhkan kehidupan publik di Irak, Suriah dan Iran, pada Senin (23/5). Ribuan orang dilarikan ke rumah sakit, ketika debu pekat menyusup ke rumah-rumah warga.

Badai pasir, yang menggumpal di langit Timur Tengah pada Senin (23/5), merupakan badai kesembilan sejak kurang dari dua bulan terakhir. Anomali cuaca ekstrem ini turut menyibukkan ilmuwan iklim karena melihat adanya peningkatan intensitas kekeringan di luar batas normal.

Langit berpendar oranye berbalut debu tebal dari Riyadh hingga Teheran. Angin berhembus dari arah barat dan membawa serta badai pasir yang biasanya tiba di musim semi dan panas. Tapi tahun ini, intensitas badai meningkat di setiap pekan sejak awal Maret silam.

Sejumlah video yang beredar di kanal media sosial Irak menampilkan warga mengenakan penutup wajah di dalam rumah lantaran udara yang pekat. Kementerian Kesehatan di Baghdad mengaku sudah mengirimkan tabung oksigen tambahan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak. 

Badai pasir di Shatt al-Arab, Irak, 16 Mei 2022

Lonjakan intensitas badai pasir di Timur Tengah sejak beberapa tahun terakhir diyakini berpangkal pada tren deforestasi dan eksploitasi air sungai secara berlebihan.

“Fenomena ini menimpa seluruh wilayah Timur Tengah,” kata Jaafar Jotheri dari Universitas al-Qadisiyah di Baghdad. “Tapi setiap negara punya tingkat kerentanan dan kelemahannya masing-masing,” imbuhnya. 

Irak dan kawasan timur di Suriah termasuk yang paling parah terdampak cuaca ekstrem tersebut. Di Provinsi Deir al-Zour yang berbatasan dengan Irak, pemerintah di Damaskus menambah pasokan obat-obatan dan tabung oksigen bagi pengidap asma.

Debu pekat juga menyelimuti sebagian wilayah Iran, Kuwait dan Arab Saudi. Senin kemarin, bandar udara Kuwait harus menghentikan operasi lantaran jarak pandang yang rendah. Sementara pemerintah Arab Saudi melaporkan, jarak pandang yang mendekati nol melumpuhkan lalu lintas di kota-kota besar.

Di Riyadh, sepanjang bulan Mei sudah sebanyak 1.285 pasien dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit, akibat gangguan pernafasan akut lantaran kualitas udara yang buruk. Adapun Iran menutup sekolah dan kantor-kantor pemerintahan di Teheran saat dilanda badai pasir pekan lalu.

Iklim dan kerusakan lingkungan

Lonjakan intensitas badai pasir di Timur Tengah sejak beberapa tahun terakhir diyakini berpangkal pada tren deforestasi dan eksploitasi air sungai secara berlebihan. Kelambatan pemerintah lokal  menanggulangi penggembalaan ekseksif yang menggunduli kawasan basah, mempercepat proses desertifikasi di sejumlah kawasan.

Situasi ini bertambah runyam dengan adanya anomali cuaca yang kian marak sejak beberapa tahun terakhir. Musim semi tahun ini tanpa diduga ikut membawa arus udara dingin dan kering yang menggandakan potensi badai pasir, kata Hassan Abdallah, pakar meteorologi di Yordania.

  • Sandsturm in Teheran, Iran 03.06.2014

    Fenomena Badai Pasir

    Gelombang Pasir Kotor

    Badai pasir melaju dengan kecepatan 120 kilometer per jam di Teheran, Senin (02/06/14). Dalam kurun waktu beberapa menit, suhu menjadi lebih dingin hingga 15 derajat. Lima orang meninggal akibat badai tersebut, dan banyak yang mengalami luka-luka.

  • iran teheran sandsturm sturm

    Fenomena Badai Pasir

    Kondisi Darurat

    50.000 rumah tangga sempat tidak memiliki listrik. Setelah badai berlalu, turun hujan deras. Ahli meteorologi memperingatkan warga, bahwa masih ada kemungkinan badai pasir terjadi lagi.

  • Sandsturm über Riad

    Fenomena Badai Pasir

    Badai Pasir di Riyadh

    11 Maret 2009 juga terjadi badai pasir di Riyadh, ibukota Arab Saudi. Karena cuaca buruk, lalu-lintas udara dihentikan selama berjam-jam. Banyak pengemudi yang meninggalkan mobilnya di jalan. Jarak pandang terbatas hingga beberapa meter saja.

  • Sanddünen in der Namib-Wüste in Namibia

    Fenomena Badai Pasir

    Pasir Jumlah Banyak

    Beberapa badai bisa membawa hingga 100 juta ton pasir. Semakin kecil partikel, semakin besar jarak yang telah ditempuh. Butiran pasir yang berat akan terjatuh lebih awal. Di gurun pada lokasi yang terlindung dari angin, secara perlahan akan terbentuk bukit pasir.

  • Saharastaub

    Fenomena Badai Pasir

    Jalur Pasir Sahara

    Foto satelit NASA menunjukan badai gurun di Sahara Barat. Pasir dari benua Afrika ini akan tertiup hingga kepulauan Canaria. Ahli geologi kelautan memperkirakan, debu Sahara yang jatuh di laut juga akan mempengaruhi iklim.

  • 05.2014 Global Ideas Koralle ME 06-05

    Fenomena Badai Pasir

    Pasir Membunuh Terumbu Karang

    Badai pasir juga bertanggung jawab atas ‘mendaratnya’ pasir Sahara di Karibia. Butiran pasir tersebut juga menyebabkan matinya terumbu karang. Dalam 30 tahun terakhir, jumlah terumbu karang di kepulauan Karibia berkurang hingga 40 persen.

  • Ägypten Bäume in der ägyptischen Wüste Wälder

    Fenomena Badai Pasir

    Tembok Hijau Lawan Pasir

    Mesir dan Cina juga sering mengalami badai pasir. Tembok pelindung dari pohon, seperti di dekat Kairo (foto), diharapkan bisa mencegahnya dampak badai yang lebih parah.

  • Deutschland Rostock Massenkarambolage Sandsturm

    Fenomena Badai Pasir

    Tabarakan karena Pasir

    Contoh betapa bahayanya badai pasir bisa dilihat pada pada tahun 2011 di Jerman. Di dekat kota Rostock terjadi tabrakan massal di jalan tol. Penyebabnya: Angin kencang meniupkan pasir dari ladang yang kering ke jalan tol, sehingga pengemudi tidak bisa melihat apa-apa. Delapan orang tewas dalam insiden tersebut.

    Penulis: Clara Walther


Badai yang melemah setibanya di Semenanjung Arab, menciptakan kerusakan yang lebih besar di Iran dan Iran karena rendahnya level air di Sungai Tigris dan Euphrates, minimnya curah hujan dan keringnya lahan basah.

Abdallah menyarankan kepada pemerintah di Timur Tengah untuk “mulai menanggulangi masalah rendahnya level air di Tigris dan Euphrates sesegera mungkin.” Dia juga mengimbau penghijauan kembali lahan basah dan padang rumput.

Jaafar Jotheri, pakar geoarkeologi Irak, mengatakan dampak kerusakan lingkungan selama ini justru  diperparah oleh kebijakan pemerintah. “Lantaran tata kelola air yang buruk dan urbanisasi selama 17 tahun terakhir, Irak kehilangan lebih dari dua pertiga wilayah hijaunya,” kata dia.

“Sebab itu warga Irak terdampak lebih parah akibat badai pasir ketimbang penduduk di negara jiran.”

rzn/hp (afp, rtr)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.