Bacaan Asmaul Husna dan Artinya, Serta Keutamaannya

by -9 views
bacaan-asmaul-husna-dan-artinya,-serta-keutamaannya
Bacaan Asmaul Husna Lengkap dan Keutamaannya
Bacaan Asmaul Husna Lengkap dan Keutamaannya

BincangSyariah.Com- Mengetahui dan mempelajari nama-nama Allah merupakan sebuah keharusan bagi semua umat Islam. Semua nama itu terkumpul dalam sebuah wadah yang dikenal dengan istilah Asmaul Husna, yang artinya adalah nama-nama terbaik. Inilah bacaan asmaul husna dan artinya, serta keutamaannya.

Oleh karenanya, tidak heran jika selama ini menghafal Asmaul Husna bagi umat Islam merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Semua itu mereka lakukan disebabkan banyaknya faedah-faedah dan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Faedah Asmaul Husna dan Artinya

Sejatinya Asmaul Husna memiliki banyak faedah yang tidak terhitung jumlahnya. Kemuliaan bacaan yang satu ini tidak hanya dijelaskan oleh para ulama mulai dari kalangan salaf (klasik) dan khalaf (kontemporer) saja, namun sebelum itu Al-Qur’an dan hadits nabi sudah menjelaskan banyak hal tentang keutamaannya. Berikut keutamaan Asmaul Husna,

Pertama, Terkabulnya Doa

Asmaul Husna bisa dijadikan salah satu media untuk berdoa kepada Allah. Dengan berdoa menggunakan nama-nama terbaik itu, maka semua doa yang dipanjatkan oleh umat Islam akan dengan mudah diterima oleh Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an, yaitu:

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Allah memiliki Asmaul Husna maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna (nama-nama terbaik) itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7]: 180)

Kedua, Jaminan Surga

Sebagaimana ibadah pada umumnya, orang-orang yang beribadah kepada Allah tentunya karena menginginkan pahala dan mendapatkan jaminan masuk surga. Namun demikian, dengan menghafal Asmaul Husna merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan semua itu.

Sebab, orang yang telah menghafal nama-nama mulia itu akan mendapatkan jamninan surga dari Allah, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad dalam haditsnya, yaitu:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدَةٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sungguh Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, atau seratus kurang satu. Siapa yang menghafalnya (mengetahui maknanya), maka ia akan masuk surga.” (HR. Al-Baihaqi)

Selain dua keutamaan itu, orang yang istiqamah membaca Asmaul Husna akan digampangkan segala urusannya oleh Allah, dihilangkan kegelisahan dan kesusahannya, digampangkan membayar utang, tidak akan terzalimi, tidak akan tersesat, akan disembuhkan dari segala penyakit, dan beragam keutamaan lainnya.

Wirid Asmaul Husna 

Selain dua faedah di atas, Asmaul Husna dan artinya memiliki sangat banyak faedah dan keutamaan yang tidak terhitung jumlahnya.

Oleh karenanya, tidak heran jika sebagian besar umat Islam menjadikannya sebagai bacaan rutin setiap selesai shalat. Hal itu mereka yakini sebagai salah satu media (tawasul) untuk dipermudah semua doa dan keinginan oleh Allah.

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam salah satu kitabnya menceritakan keistiqamahan para ulama salaf dalam membacanya. Dalam kitabnya disebutkan, bahwa para ulama selalu istiqamah membaca surah Yasin setiap selesai shalat Maghrib, kemudian dilanjut dengan membaca Asmaul Husna, doa Asmaul Husna, dan diakhiri dengan permohonan (doa) kepada Allah.

Sayyid Muhammad juga mengutip salah satu komentar Syekh Shalih al-Ja’fari. Diceritakan, bahwa Sayyid Idris (guru Syekh Shalih) memiliki keistiqamahan membaca doa dengan Asmaul Husna dalam setiap qunut subuhnya.

Ia kemudian menjelaskan alasan dari keistiqomahan gurunya tersebut. Menurutnya, alam raya dan isinya merupakan manifestasi nama-nama Allah.

Oleh karenanya, siapa saja yang berdoa menggunakan Asmaul Husna, ia tak ubahnya sedang menarik semua kebaikan untuk datang kepadanya, serta membentengi dirinya dari segala keburukan.

Misalnya, ketika seseorang membaca Ya Rahman (wahai Yang Maha Penyayang), maka sesungguhnya ia sedang memohon limpahan kasih sayang atau rahmat dari-Nya; saat membaca Ya Lathif (wahai Yang Mahalembut) maka sejatinya ia telah memohon kelembutan;

ketika melantunkan Ya Razzaq (wahai Yang Maha Pemberi rezeki), maka ia tak ubahnya sedang menarik rezeki datang menghampirinya, dan begitu seterusnya. (Sayyid Muhammad, Abwabul Faraj, [Darul Kutub: 1971], halaman 132).

Tabel 99 Asmaul Husna dan Artinya
No Asmaul Husna (Latin) Asmaul Husna (Arab) Artinya
1 Ar-Rahmânu  الرَّحْمَنُ Yang Maha Pengasih
2 Ar-Rahimu الرَّحِيمُ Yang Maha Penyayang
3 Al-Maliku الْمَلِكُ Yang Maha Merajai
4 Al-Quddusu الْقُدُّوسُ Yang Mahasuci
5 As-Salâmu السَّلاَمُ Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al-Mu’minu الْمُؤْمِنُ Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al-Muhaiminu الْمُهَيْمِنُ Yang Maha Pemelihara
8 Al-‘Azizu الْعَزِيزُ Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
9 Al-Jabbâru الْجَبَّارُ Yang Maha Perkasa
10 Al-Mutakabbiru الْمُتَكَبِّرُ Yang Maha Megah
11 Al-Khâliqu الْخَالِقُ Yang Maha Pencipta
12 Al-Bâri’u الْبَارِئُ Yang Maha Melepaskan
13 Al-Mushawwiru الْمُصَوِّرُ Yang Maha Membentuk Rupa
14 Al-Ghaffâru الْغَفَّارُ Yang Maha Pengampun
15 Al-Qahhâru الْقَهَّارُ Yang Maha Memaksa
16 Al-Wahhâbu الْوَهَّابُ Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar-Razzâqu الرَّزَّاقُ Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al-Fattâhu الْفَتَّاحُ Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al-‘Alimu الْعَلِيمُ Yang Maha Mengetahui
20 Al-Qâbidlu الْقَابِضُ Yang Maha Menyempitkan
21 Al-Bâsithu الْبَاسِطُ Yang Maha Melapangkan
22 Al-Khâfidhlu الَخَافِضُ Yang Maha Merendahkan
23 Ar-Râfi’u الرَّافِعُ Yang Maha Meninggikan 
24 Al-Mu’izzu الْمُعِزُّ Yang Maha Memuliakan
25 Al-Mudzillu الْمُذِلُّ Yang Maha Menghinakan
26 As-Sami’u السَّمِيعُ Yang Maha Mendengar
27 Al-Bashiru الْبَصِيرُ Yang Maha Melihat
28 Al-Hakamu الْحَكَمُ Yang Maha Menetapkan
29 Al-‘Adlu الْعَدْلُ Yang Mahaadil
30 Al-Lathifu اللَّطِيفُ Yang Mahalembut
31 Al-Khabiru الْخَبِيرُ Yang Maha Mengetahui Rahasia
32 Al-Halimu الْحَلِيمُ Yang Maha Penyantun
33 Al-Adhimu الْعَظِيمُ Yang Mahaagung
34 Al-Ghafuru الْغَفُورُ Yang Maha Pengampun
35 Asy-Syakuru الشَّكُورُ Yang Maha Pembalas Budi
36 Al-‘Aliyyu الْعَلِىُّ Yang Maha Tinggi
37 Al-Kabiru الَكَبِيرُ Yang Maha Besar
38 Al-Hafidhu الْحَفِيظُ Yang Maha Menjaga
39 Al-Muqitu الْمُقِيتُ Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al-Hasibu الْحَسِيبُ Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al-Jalilu الْجَلِيلُ Yang Mahamulia
42 Al-Karimu الْكَرِيمُ Yang Maha Pemurah
43 Ar-Raqibu الرَّقِيبُ Yang Maha Mengawasi
44 Al-Mujibu الْمُجِيبُ Yang Maha Mengabulkan
45 Al-Wâsi’u الْوَاسِعُ Yang Maha Luas
46 Al-Hakimu الْحَكِيمُ Yang Maha Bijaksana
47 Al-Wadudu الْوَدُودُ Yang Maha Pencinta
48 Al-Majidu الْمَجِيدُ Yang Maha Mulia
49 Al-Bâ’itsu الْبَاعِثُ Yang Maha Membangkitkan
51 Asy-Syahidu الشَّهِيدُ Yang Maha Menyaksikan
52 Al-Haqqu الْحَقُّ Yang Mahabenar
53 Al-Wakilu الْوَكِيلُ Yang Maha Memelihara
54 Al-Qawiyyu الْقَوِىُّ Yang Mahakuat
55 Al-Matinu الْمَتِينُ Yang Mahakokoh
56 Al-Waliyyu الْوَلِىُّ Yang Maha Melindungi
57 Al-Hamidu الْحَمِيدُ Yang Maha Terpuji
58 Al-Muhshi الْمُحْصِى Yang Maha Mengalkulasi
59 Al-Mubdi’u الْمُبْدِئُ Yang Maha Memulai
60 Al-Mu’idu الْمُعِيدُ Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
61 Al-Muhyi الْمُحْيِى Yang Maha Menghidupkan
62 Al-Mumitu الْمُمِيتُ Yang Maha Mematikan
63 Al-Hayyu الْحَىُّ Yang Mahahidup
64 Al-Qayyumu الَقَيُّومُ Yang Mahamandiri
65 Al-Wâjidu الْوَاجِدُ Yang Maha Penemu
66 Al-Mâjidu الْمَاجِدُ Yang Mahamulia
67 Al-Wâhidu الْوَاحِدُ Yang Maha Tunggal
68 As-Shamadu الصَّمَدُ Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al-Qâdiru الْقَادِرُ Yang Maha Menentukan
70 Al-Muqtadiru الْمُقْتَدِرُ Yang Maha Berkuasa
71 Al-Muqaddimu الْمُقَدِّمُ Yang Maha Mendahulukan
72 Al-Muakhkhiru الْمُؤَخِّرُ Yang Maha Mengakhirkan
73 Al-Awwalu الأَوَّلُ Yang Mahaawal
74 Al-Akhiru الآخِرُ Yang Mahaakhir
75 Adh-Dhâhiru الظَّاهِرُ Yang Mahanyata
76 Al-Bâthinu الْبَاطِنُ Yang Maha Ghaib
77 Al-Wâli الْوَالِى Yang Maha Memerintah
78 Al-Muta’âli الْمُتَعَالِى Yang Maha Tinggi
79 Al-Barru الْبَرُّ Yang Maha Penderma
80 At-Tawwâbu التَّوَّابُ Yang Maha Penerima Tobat
81 Al-Muntaqimu الْمُنْتَقِمُ Yang Maha Penuntut Balas
82 Al-‘Afuwwu الْعَفُوُّ Yang Maha Pemaaf
83 Ar-Ra’ufu الرَّءُوفُ Yang Maha Pengasih
84 Mâlikul Mulki مَالِكُ الْمُلْكِ Yang Maha Menguasai Kerajaan
85 Dzul Jalâli wal Ikrâm ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al-Muqshitu الْمُقْسِطُ Yang Mahaadil
87 Al-Jâmi’u الْجَامِعُ Yang Maha Mengumpulkan
88 Al-Ghaniyyu الْغَنِىُّ Yang Maha Berkecukupan
89 Al-Mughni الْمُغْنِى Yang Maha Memberi Kekayaan
90 Al-Mâni’u الْمَانِعُ Yang Maha Mencegah
91 Adl-Dlâru الضَّارُّ Yang Maha Memberi Derita
92 An-Nâfi’u النَّافِعُ Yang Maha Memberi Manfaat
93 An-Nuru النُّورُ Yang Maha Bercahaya
94 Al-Hâdi الْهَادِى Yang Maha Memberi Petunjuk
95 Al-Badi’u الْبَدِيعُ Yang Maha Pencipta
96 Al-Bâqi الْبَاقِى Yang Mahakekal
97 Al-Waritsu الْوَارِثُ Yang Maha Pewaris
98 Ar-Rasyidu الرَّشِيدُ Yang Mahapandai
99 As-Shaburu الصَّبُورُ Yang Mahasabar

Demikian keutamaan, tabel 99 Asmaul Husna dan artinya. Dengan mengetahuinya, semoga kita bisa mengamalkan apa yang tersimpan dalam maknanya, serta bisa menghafal dan membacanya dengan istiqamah.

(Baca juga:Ketika Terjadi Bencana, Bacalah Asmaul Husna Ini Agar Selamat).

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.