Aset di Boyolali Diduga Terkait Kasus PT ASABRI, dari Rumah Hingga Bus Wisata

by -3 views
aset-di-boyolali-diduga-terkait-kasus-pt-asabri,-dari-rumah-hingga-bus-wisata
Aktivis MAKI menunjukkan foto-foto aset di Boyolali yang diduga terkait kasus korupsi PT ASABRI

SOLO-Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menemukan sejumlah aset di Boyolali yang diduga terkait dengan salah satu tersangka dalam kasus mega korupsi di PT ASABRI (Persero). Aset itu berupa lahan pekarangan, garasi hingga armada bus pariwisata.

“Kami serahkan pagi ini kepada penyidik di Kejaksaan Agung,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Solo, Senin (15/02). Penyerahan daftar aset itu dilakukan melalui layanan daring.

Aset yang disebutkan dalam daftar itu berupa:

1. Gedung untuk garasi bus RWJ di Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.

Perkiraan harga lahan senilai Rp 8 miliar, dan bangunan garasi perkiraan senilai Rp 12 miliar.

2. Lahan seluas 250 meter persegi beserta bangunan di Dusun Tegal Rayung, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.

Perkiraan harga lahan Rp 750 juta, harga bangunan Rp 800 juta.

3. Rumah di Purwotaman, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.

Perkiraan harga Rp 600 juta.

4. Lahan di Simo Baru, Desa Simo, Kecamatan Simo, Boyolali.

Perkiraan harga Rp 800 juta.

5. Tanah di Candi Asri, Desa Simo, Kecamatan Simo, Boyolali seluas 400 meter persegi.

Perkiraan harga Rp 200 juta.

6 . Tanah dan garasi bus FJ di Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede.

Perkiraan harga tanah Rp 1 miliar, harga bangunan Rp 8 miliar.

7. Lahan kosong calon rest area di depan garasi bus FJ di Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Boyolali.

Harga pembelian Rp 2 miliar.

8. Armada bus RWJ berjumlah 15 unit.

Harga perolehan Rp 1,4 miliar menjadi sekitar Rp 20 miliar.

9. Armada bus FJ berjumlah 10 unit.

Harga perolehan Rp 1,4 miliar menjadi sekitar Rp 14 miliar.

Semua aset tersebut diduga terkait dengan salah satu bekas direksi PT ASABRI berinisial SWJ. Menurut Boyamin, pria yang telah menjadi tersangka itu pernah bertugas di wilayah Boyolali.

“Uang tunai dibawa dalam koper dari Jakarta menuju Boyolali dengan kendaraan pribadi,” katanya. Semua aset yang dibeli dengan mengatasnamakan orang lain. Hal itu yang membuat keberadaan aset di Boyolali itu tidak tercium oleh penyidik.

Menurut Boyamin, semua transaksi pembelian aset di Boyolali itu terjadi antara 2016 hingga 2020.

Leave your vote

581 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *