26.1 C
Jakarta
Saturday, May 28, 2022

Apresiasi Kerja Turos Pustaka, Pengasuh Darus-Sunnah: Penerjemah Harus Disaring dan Dikader

IslamiApresiasi Kerja Turos Pustaka, Pengasuh Darus-Sunnah: Penerjemah Harus Disaring dan Dikader

BincangSyariah.com – Pengasuh Pesantren Darus-Sunnah, KH. Zia Ul Haramein, Lc., M.Si. atau yang akrab disapa Gus Zia, sangat mengapresiasi buku-buku terbitan Turos Pustaka. Putra semata wayang Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub ini juga sangat mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas ekosistem penerjemahan dan penerbitan karya ulama klasik.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan tim Turos Pustaka di kediamannya yang terletak di komplek pesantren hadis ternama ini pada Rabu (30/3/2022),

“Saya sangat mengapresiasi usaha Turos Pustaka dalam menghadirkan buku-buku terjemahan yang berasal dari karya para ulama klasik. Usaha ini harus diiringi dengan penguatan ekosistemnya, terutama para penerjemah harus disaring secara ketat dan dikader secara terus menerus agar kualitas buku terjemahan tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum dengan baik,” ujar Gus Zia dalam jamuan sore tersebut.

Menurut ulama muda ini, kehadiran buku terjemahan yang berasal dari karya-karya ulama terdahulu dapat menjadi jembatan ilmu bagi generasi sekarang. Sebagaimana yang selalu ia pesankan kepada para santri dan mahasantri asuhannya yang terus didorong untuk mengenal sosok, pemikiran, dan manhaj sang ayah, Kiai Ali Mustafa melalui karya-karyanya.

“Untuk mengenal pesantren, para santri, mahasantri, dan wali santri Darus-Sunnah diwajibkan mengenal sosok Kiai Ali Mustafa Yaqub lewat karya-karyanya. Begitu juga dengan masyarakat umum, kehadiran karya ulama dapat menjadi wasilah untuk mengenal dan mengetahui manhaj para ulama,” ungkap dosen PTIQ dan IIQ ini.

Tidak hanya sebatas dukungan lisan belaka, kiai muda yang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Islam Madinah dan Universitas Indonesia ini langsung mengajak Turos Pustaka untuk berkolaborasi, salah satunya dengan mengadakan berbagai pelatihan literasi yang digelar di lingkungan Pesantren Darus-Sunnah.

Seiring perkembangan zaman, Gus Zia menilai bahwa selain harus menguasai keterampilan mengkaji kitab, para santri juga harus menguasai keterampilan lain seperti penerjemahan dan editing. Hal ini dapat menjadi peluang bagi para mahasantri untuk bekal bekerja setelah lulus kelak.

Kunjungan ini merupakan agenda Sowan Tokoh yang dilakukan Turos Pustaka setiap bulan. Hal ini bertujuan agar semakin banyak para tokoh yang diharapkan bisa diajak untuk berkoalborasi dan berkontribusi dalam ekosistem Turos. Kunjungan kali ini ditutup dengan ziarah kubur ke makam Kiai Ali Mustafa yang berada persis di sebelah masjid pesantren.

Pada Sowan Tokoh ini Turos Pustaka menghadiahi Gus Zia empat buku terbaru sebagai kenang-kenangan: Istirahatkan Dirimu dari Kesibukan Duniawi (Kitab At-Tanwir) karya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, Hidup Sering Kali Tidak Baik-baik Saja, Tapi Kita Bisa Menghadapinya (Kitab Izhatun Nasyi’in) karya Syekh Musthafa al-Ghalayain, Kitab Sirrul Asrar karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dan Kitab Al-Ibanah karya Imam Asy’ari.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles