Apakah Onani di Siang Hari Ramadhan Harus Membayar Kafarat? | Bincang Syariah

by -6 views
apakah-onani-di-siang-hari-ramadhan-harus-membayar-kafarat?-|-bincang-syariah

BincangSyariah.Com– Dalam kitab-kitab fikih disebutkan bahwa mengeluarkan mani dengan cara onani atau masturbasi di siang hari bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa. Sehingga jika ada orang yang sedang berpuasa melakukan onani, maka puasanya batal dan wajib mengqadhanya di lain hari di luar bulan Ramadhan. Namun apakah onani di siang hari Ramadhan harus membayar kafarat juga?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai kewajiban membayar kafarat bagi orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan cara onani di siang hari bulan Ramadhan. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, tidak wajib membayar kafarat. Ini adalah pendapat ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah. Menurut mereka, orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan cara onani di siang bulan Ramadhan hanya wajib qadha saja, dan tidak wajib bayar kafarat.

Ini karena yang wajib membayar kafarat jika puasa batal karena jimak, sementara onani tidak bisa disebut dengan jimak dan tidak bisa disamakan dengan jimak.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَلاَ كَفَّارَةَ فِيهِ مَعَ الإْبْطَال عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ، وَهُوَ مُقَابِل الْمُعْتَمَدِ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ، وَأَحَدُ قَوْلَيِ الْحَنَابِلَةِ، لأِنَّهُ إفْطَارٌ مِنْ غَيْرِ جِمَاعٍ، وَلأِنَّهُ لاَ نَصَّ فِي وُجُوبِ الْكَفَّارَةِ فِيهِ وَلاَ إجْمَاعَ

Meski batal, onani tidak harus bayar kafarat, menurut ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah. Ini berlawanan dengan pendapat yang kuat di kalangan ulama Malikiyah, juga ini salah satu dari dua pendapat ulama Hanabilah. Ini disebabkan karena onani membatalkan tanpa jimak, dan juga tidak ada nash mengenai kewajiban membayar kafarat sebab onani, serta tidak ada kesepakatan para ulama.

Kedua, wajib membayar kafarat. Ini adalah pendapat yang kuat di kalangan ulama Malikiyah. Menurut mereka, selain wajib qadha, orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan cara onani di siang hari bulan Ramadhan juga wajib bayar kafarat. 

Ini karena dia telah sengaja membatalkan puasanya. Menurut mereka, sengaja membatalkan puasa dengan cara yang dilarang dan diharamkan, seperti dengan jimak, onani, makan dengan sengaja tanpa udzur, selain wajib qadha, juga wajib membayar kafar. 

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَمُعْتَمَدُ الْمَالِكِيَّةِ عَلَى وُجُوبِ الْكَفَّارَةِ مَعَ الْقَضَاءِ

Pendapat yang kuat di kalangan ulama Malikiyah adalah kewajiban membayar kafarat beserta qadha. 

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa menurut ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah, melakukan onani di siang hari bulan Ramadhan hanya wajib qadha dan tidak wajib bayar kafarat. Sementara menurut ulama Malikiyah, selain wajib qadha juga wajib bayar kafarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.