Apakah Lalat Benar-Benar Memuntahkan Sesuatu Di Makanan Saat Hinggap Di Atasnya?

by -1 views

Apakah lalat benar-benar memuntahkan sesuatu di makananku saat ia hinggap di atasnya? – Henry E., usia 10, Somerville, Massachusetts, Amerika Serikat

Bayangkan, kamu sedang piknik dan ingin memakan sandwich. Tiba-tiba seekor lalat terbang di hadapanmu, dibantu dengan matanya yang banyak dan antenanya, ia hinggap di atas makananmu. Ia berhasil lolos dari pukulanmu, mendarat di sandwich dan kemudian seperti muntah di atasnya!

Ini mungkin tampak menjijikkan, tapi lalat memang memuntahkan makanan yang ia cerna, atau meludahkannya ke atas makananmu.

Sebagian besar dari lebih dari 110.000 spesies lalat yang diketahui manusia tidak memiliki gigi, jadi mereka tidak dapat mengunyah makanannya yang padat. Mulut mereka seperti sedotan spons. Begitu mereka mendarat di makananmu, mereka perlu mengeluarkan cairan pencernaan untuk mencairkan makanan menjadi sup yang sudah dicerna dan bisa mereka telan. Singkatnya, beberapa lalat menjalani diet cair.

Seekor lalat menelan makanan cairnya. Untuk memasukkan lebih banyak makanan ke dalam perut mereka, beberapa lalat mencoba mengurangi cairan yang telah mereka makan. Mereka memuntahkan makanan ke dalam gelembung muntah untuk mengurangi sedikit. Setelah sebagian air menguap mereka dapat menelan makanan yang lebih pekat ini.

Manusia tidak perlu meludah dan memuntahkan sesuatu seperti ini untuk mendapatkan nutrisi dari makanan. Tapi kamu menghasilkan cairan pencernaan dalam air liurmu, enzim yang disebut amilase, yang mencerna sandwich saat kamu mengunyah. Amilase memecah pati yang tidak memiliki rasa, menjadi gula sederhana seperti glukosa. Itu sebabnya roti semakin manis bila kamu mengunyahnya semakin lama.

Bulu dan rambut pada lalat Tachinid. Maria Cleopatra Pimienta, CC BY-ND Apakah kamu tahu bahwa lalat dapat merasakan makanannya tanpa menggunakan mulut mereka? Saat mereka hinggap, mereka akan menggunakan reseptor pada kaki mereka untuk mendeteksi apakah mereka berdiri di atas sesuatu bernutrisi.

Kamu juga pasti menyadari bahwa lalat menggosokkan kedua tangannya, seperti orang yang mempersiapkan dirinya untuk melahap makanan. Hal ini disebut sebagai grooming (mempersiapkan diri) – lalat membersihkan dirinya sendiri, dan aktivitas itu juga membersihkan sensor pengecap pada bulu dan rambutnya yang terletak di atas kakinya agar dapat mengetahui makanan macam apa yang ia hinggapi.

Perlukah kamu membuang makanan yang sudah dihinggapi lalat? Saat seekor lalat hinggap di sandwichmu, yakinlah bukan hanya makananmu yang ia hinggapi seharian itu. Lalat kerap hinggap di hal-hal menjijikkan, seperti tempat sampah atau makanan yang membusuk, yang penuh dengan mikroba. Kuman dapat naik ke lalat, dan jika lalat hinggap cukup lama, kuman itu akan ikut tertempel ke makananmu. Ini jauh lebih berbahaya daripada air liur mereka karena beberapa mikroba dapat menyebabkan penyakit, seperti kolera dan tifus. Tetapi jika lalat tidak bertahan lebih lama dari beberapa detik, kemungkinan perpindahan mikroba rendah, dan makananmu mungkin baik-baik saja.

Untuk menjaga makananmu agar tidak dihinggapi serangga, kamu harus terus menutup makananmu. Bila rumahmu dipenuhi dengan lalat, kamu bisa menggunakan perangkap sederhana untuk menyingkirkan mereka. Tanaman pemakan daging juga dapat memakan lalat dan membantu kita mengendalikan populasi serangga ini.

Apakah lalat bisa bermanfaat? Meski lalat meludahi makananmu dan menyebarkan penyakit yang terdengar sangat menjijikkan, ia tidak sepenuhnya jahat.

Suatu saat bila kamu keluar rumah, perhatikan dari dekat dan kamu akan terkejut dengan banyaknya lalat yang menghampiri bunga demi mendapatkan nektarnya. Mereka adalah kelompok penyerbuk bunga penting, dan banyak sekali tanaman yang membutuhkan lalat untuk membantu mereka bereproduksi.

Lalat juga sumber makanan yang baik untuk katak, kadal, laba-laba, dan burung, dan itu menjadikan mereka sebagai bagian dari ekosistem yang berharga.

Seorang dokter menggunakan belatung steril seperti yang ada di tabung ini untuk membersihkan luka kaki pasien. Norbert Försterling/picture alliance via Getty Images Beberapa lalat memiliki kegunaan medis juga. Misalnya, dokter menggunakan belatung lalat – lalat muda yang belum dewasa – untuk menghilangkan jaringan yang membusuk pada luka. Belatung melepaskan cairan antivirus dan antimikroba, dan ini telah membantu para ilmuwan menciptakan pengobatan baru untuk infeksi.

Lebih penting lagi, lalat buah yang mungkin pernah kamu lihat terbang di sekitar pisang matang di dapurmu sangat berharga dalam penelitian biologi. Ilmuwan biomedis dari seluruh dunia mempelajari lalat buah untuk menemukan penyebab dan pengobatan penyakit serta kelainan genetik. Dan di lab kami, kami mempelajari seperti apa dunia bagi serangga, dan bagaimana mereka menggunakan penglihatannya untuk terbang. Pengetahuan ini dapat menginspirasi para insinyur untuk membangun robot yang lebih baik.

Jadi, jika mencegah lalat hingga di makananmu itu merepotkan, mungkin kamu bisa berbagi saja sedikit makanan itu.

Apakah kamu punya pertanyaan yang ingin ditanyakan ke ahli? Minta bantuan ke orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk mengirim pertanyaanmu pada kami.

Ketika mengirimkan pertanyaan, pastikan kamu sudah memasukkan nama pendek, umur, dan kota tempat tinggal. Kamu bisa:

mengirimkan email ke redaksi@theconversation.com tweet ke kami @conversationIDN dengan tagar #curiouskids DM melalui Instagram @conversationIDN Rachel Noorajavi menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *