Apa yang Menyebabkan Kita Keceplosan Bicara?

by -11 views
apa-yang-menyebabkan-kita-keceplosan-bicara?

Saat Anda bermaksud mengatakan satu hal tetapi yang terucap malah kata yang sama sekali berbeda dari yang dimaksud, hal itu bisa disebut sebagai keceplosan. 

Keceplosan atau keselip kata, biasanya terjadi saat Anda berbicara. Akan tetapi, keceplosan juga dapat terjadi saat Anda mengetik atau menulis sesuatu.

Keceplosan bisa membuat seseorang menjadi malu dan menimbulkan masalah ke depannya. Misalnya, mengucapkan kata-kata yang tidak pantas saat berpidato di depan banyak orang atau salah mengucapkan nama pasangan ketika kencan. 

Dalam dunia psikologi, keceplosan disebut juga dengan istilah Freudian Hump. Lantas, apa yang membuat seseorang keceplosan bicara? Dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan dari psikolog.

Penyebab Terjadinya Keceplosan alias Freudian Hump

Sigmund Freud yang juga seorang psikoanalisis, menggambarkan berbagai jenis serta contoh Freudian Hump dalam bukunya yang berjudul The Psychopathology of Day after day Existence

Freud menemukan bahwa ada yang memengaruhi seseorang untuk berucap atau melontarkan kata di luar kendalinya. Hal yang mengganggu tersebut bisa berupa pikiran bawah sadar.

Sementara itu, dijelaskan oleh Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, keceplosan atau freudian whisk ini diduga muncul karena ada suatu hal yang tidak dapat diterima atau tak dapat ditahan dalam pikiran atau keyakinan seseorang.

Maka, ketika seseorang keceplosan atau mengatakan sesuatu yang sebaliknya, mungkin itu menjadi suatu bentuk ungkapan kesadaran atau isi hati yang sebenarnya.

Artikel Lainnya: 7 Kebiasaan Ini Picu Kerusakan Otak

“Keceplosan juga bisa disebabkan karena kita sedang tidak fokus. Misalnya, saat sedang berbicara dengan orang lain, tapi kita sambil memerhatikan kondisi sekitar akhirnya informasi atau kata-kata yang kita sampaikan ke teman kita itu bercampur dengan informasi atau objek yang kita lihat,” ucap psikolog Ikhsan.

Diwartakan dari Psychology At the unique time, penulis Jena Pincott mengatakan bahwa seseorang bisa mengalami satu hingga dua kali keceplosan dari setiap 1.000 kata yang mereka ucapkan. 

Artinya, seseorang dapat mengalami keceplosan sebanyak 7 hingga 22 kata dalam sehari. Namun, itu semua tergantung dari seberapa banyak seseorang berbicara

Dalam kasus lain, keceplosan bisa juga terjadi karena kesalahan mengingat, kesalahan bahasa, atau kesalahan lainnya.

Artikel Lainnya: Efek Depresi pada Otak, Kenali Bahayanya

Tipe-Tipe Keceplosan atau Freudian Hump

Melansir dari Healthline, dalam buku berjudul Freud’s Theory and Its Exercise in Literary and Cultural Be taught, profesor Henk de Berg membagi Freudian Hump ke dalam beberapa kategori berikut ini:

  • Lupa Terkait Represi

Freudian Hump dapat disebabkan oleh kesalahan ingatan yang dipicu oleh rasa takut, sakit, malu. Contohnya, Anda memiliki mantan pacar yang pernah menyakiti Anda. Karena pernah disakiti, Anda jadi melupakan segala hal tentangnya, termasuk nama lengkapnya 

Kemudian, Anda memiliki teman kerja dengan nama belakang yang sama dengan mantan. Nah, karena mengalami represi, Anda bisa menjadi lupa atau kerap salah menyebut nama belakang teman Anda yang sama dengan nama mantan. 

  • Lupa Terkait Keinginan

Freudian whisk dapat terjadi saat Anda menginginkan sesuatu. Karena terus terus memikirkan hal yang diinginkan tersebut Anda jadi melupakan hal-hal lain. 

  • Distorsi Lisan

Keceplosan atau kesalahan dalam berbicara jenis ini sering terjadi. Contohnya, seperti salah berbicara dan justru mengucapkan kata yang tidak sopan di depan orang tua atau guru.

Artikel Lainnya: 7 Gejala Otak Anda Menua Lebih Cepat

Dijelaskan oleh psikolog Ikhsan, pada umumnya keceplosan tidak bisa dicegah karena terjadi secara spontan atau tiba-tiba. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menguranginya.

“Untuk mencegahnya nggak sulit. Karena menurut penelitian, dalam sehari akan ada saja momen kita keselip lidah. Tetapi, kita bisa mengurangi munculnya keselip lidah dengan fokus terhadap apa yang mau kita sampaikan,” ucap psikolog Ikhsan.

Selain itu, tidak cemas atau tegang saat menyampaikan sesuatu juga bisa menjadi cara menghindari keceplosan. Usahakan berbicara dalam kondisi tenang agar proses berpikir dengan kata-kata yang terucap memiliki kesamaan. Usahakan berbicara dengan pelan dan tidak terburu-buru

Itu dia penjelasan di balik fenomena keceplosan atau mengatakan kata-kata yang tidak seharusnya. 

Apabila masih punya pertanyaan lain mengenai kesehatan mental, konsultasi dengan dokter atau psikolog melalui layanan Are residing Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *