Apa Itu CloudFlare?

by -2 views
apa-itu-cloudflare?

Hai Exabytes Friends!

Apakah kamu sudah mengenal tentang CloudFlare? Cloudflare adalah sebuah Content Delivery Network (CDN) yang dapat berfungsi untuk melindungi situs web dari ancaman dan meningkatkan kecepatan website. Sebagai pemilik website untuk bisnis online, CloudFlare sangat menguntungkan produktivitas bisnis.

Tahukah kamu bahwa beberapa perusahaan terkenal seperti Udemy, Tinder, Medium, juga menggunakan CloudFlare sebagai Content Delivery Network mereka? Content Delivery Network (CDN) adalah sekelompok server yang didistribusikan secara geografis yang bekerja sama untuk pengiriman konten internet dengan cepat. 

Cloudflare
Cloudflare (Sumber: Shutterstock)

Apa itu CloudFlare? Kamu akan mempelajarinya di bawah ini. Yuk scroll down!

Pengertian CloudFlare

CloudFlare bekerja sebagai perantara server website dan visitors (para pengunjung website).

CloudFlare dikenal sebagai Content Delivery Network (CDN). Content Delivery Network (CDN) sendiri mengacu kepada sekelompok server yang didistribusikan secara geografis, yang bekerja sama untuk menyediakan pengiriman konten internet dengan cepat.

Sebuah Content Delivery Network (CDN) seperti CloudFlare membantu melindungi website dari ancaman serangan, seperti serangan Malicious Traffic, serangan hacker dan penyerang yang biasa kita sebut dengan serangan DDoS.

Malicious traffic atau lalu lintas berbahaya adalah tautan, file, atau koneksi yang mencurigakan diterima melalui jaringan. Malicious traffic merupakan ancaman yang berbahaya yang dapat merusak sebuah situs web.

Cloudflare dapat melindungi dari malicious traffic dan serangan DDoS
Cloudflare dapat melindungi dari malicious traffic dan serangan DDoS (Sumber: Shutterstock)

Serangan DDoS (Distributed Denial-of-Service) merupakan upaya jahat dunia siber di mana pelakunya menyerang situs website dengan cara mengganggu lalu lintas normal (normal traffic) server, layanan, dan jaringan milik target, membanjiri target dengan banjir lalu lintas internet, yaitu keadaan ketika sebuah situs web dibanjiri oleh banyak pengunjung dan dapat mengakibatkan website down.

Tanda-tanda situs web mengalami serangan DDoS dapat ditandai dengan munculnya sejumlah traffic mencurigakan yang membanjiri situs web, yang berasal dari IP address yang sama. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu membutuhkan perlindungan situs web.

Salah satu fungsi CloudFlare yang bisa kamu rasakan adalah dapat memproteksi dari serangan Malicious Traffic seperti ini. Kamu dapat simak selengkapnya bagaimana fungsi CloudFlare untuk melindungi situs web, meningkatkan kecepatan website, menghemat penggunaan bandwidth, sampai membuat website tetap dapat diakses ketika mengalami website down di bawah ini.

Fungsi CloudFlare

Apa saja fungsi CloudFlare yang bisa kamu rasakan sebagai pemilik website? Di bawah ini ada empat fungsi CloudFlare yang bisa kamu rasakan.

Sebagai proteksi situs web dari traffic berbahaya

Saat kamu memiliki sebuah website untuk bisnis online, kamu membutuhkan sebuah sekuritas website yang melindungi dari upaya jahat para peretas. Sama seperti seorang pemilik bangunan toko yang membutuhkan bagian keamanan untuk memantau setiap pengunjung yang mampir ke dalam toko. Begitu juga dengan website untuk online bisnis, yang membutuhkan keamanan juga.

CloudFlare adalah sebuah proxy (perantara) visitors dengan server situs yang sebenarnya. Bayangkan CloudFlare terletak di tengah keduanya. CloudFlare bekerja dengan cara mengecek setiap pengunjung yang menuju situs web. CloudFlare akan mendeteksi traffic berbahaya yang mengancam situs web mengalami serangan DDoS.

Cloudflare dapat melindungi website dari traffic berbahaya
Cloudflare dapat melindungi website dari traffic berbahaya (Sumber: Shutterstock)

CloudFlare akan menganalisis permintaan akses setiap pengunjung untuk memastikan bahwa pengunjung tersebut tidak berbahaya. Jika terdeteksi adanya sebuah ancaman, maka CloudFlare akan memblokir pengunjung tersebut. Ini berfungsi untuk mencegah serangan DDoS yang akan membanjiri traffic, yang bisa mengakibatkan website down. CloudFlare juga dapat mendeteksi serangan virus yang dapat merusak website.

Selain serangan DDoS, kamu juga dapat mempelajari Mengapa Website Down di artikel Exabytes untuk mempelajari hal-hal lainnya yang menyebabkan website down.

Menghemat penggunaan bandwidth

Penggunaan bandwidth bisa sangat mahal. Sebuah situs web milik perusahaan E-Commerce berukuran sedang dengan hampir seribu pengunjung setiap harinya membutuhkan bandwidth sekitar minimal 8,5 GB per bulan menurut jurnal resellerclub. Seterusnya, penggunaan bandwidth tergantung kepada ukuran sebuah halaman website.

Kamu dapat membatasi visitors ke dalam website dengan Content Delivery Network (CDN) CloudFlare. Kamu bisa memblokir sebuah negara untuk melarangnya mengakses konten website milikmu. Kamu juga dapat memilih IP Geolocation atau negara mana yang kamu atur untuk daftar hitam atau daftar putih. Sehingga hal ini dapat berfungsi untuk penghematan penggunaan bandwidth karena ini akan mengurangi jumlah visitor yang masuk situs web.

Mempercepat jaringan

Menggunakan CDN (Content Delivery Networks) sangat mengurangi pengukuran waktu yang diperlukan beberapa data untuk sampai ke tujuannya di seluruh jaringan. Ini mempercepat situs web yang menggunakan CDN CloudFlare. CDN juga membantu mencegah kemacetan pada jaringan, membantu mendekatkan konten situs web kepada pengguna sehingga mempercepat kerja situs website.

Membuat website tetap bisa diakses ketika mengalami down

Selain itu, menggunakan CloudFlare Always Online akan membantu website tetap bisa diakses ketika mengalami website down. Always Online merupakan fitur yang ditawarkan kepada pengguna supaya ketika server sedang tidak tersedia, tetapi para pengunjung tetap bisa mengakses situs web tersebut.

Jadi semisalnya terdapat masalah di salah satu data center, pengunjung website dapat dialihkan ke data center lainnya. Hal ini membuat kamu dapat memastikan performa website selalu berada di puncak.

Menyimpan konten statis

Fungsi CloudFlare lainnya adalah dapat menyimpan konten secara statis. Konten statis ini bisa berupa gambar, JavaScript, CSS dan lainnya.

Dengan menggunakan CloudFlare, kamu bisa menyimpan konten website untuk dikirimkan ke server terdekat. Hal ini memungkinkan Cloudflare mengirimkan konten website kamu kepada pengunjung dari lokasi yang paling dekat dengan mereka. Kelebihan ini tentunya dapat dapat mengoptimalkan waktu loading. Tak hanya itu, CloudFlare juga dapat menyimpan halaman situs di berkas penyimpanan.

Kesimpulan

CloudFlare merupakan Content Delivery Network (CDN) yang berfungsi sebagai perantara antara pengunjung dan server website yang berfungsi sebagai sekuritas website. Ancaman seperti serangan DDoS yang membanjiri traffic akan menyebabkan website mengalami down. Menggunakan CloudFlare mencegah ancaman seperti ini yang merusak website karena CloudFlare mendeteksi ancaman dari setiap pengunjung mencurigakan yang mengunjungi situs web.

Manfaat yang didapatkan dari menggunakan CloudFlare adalah mencegah penurunan produktivitas akibat ancaman dari penyerang yang berupaya untuk merusak website. Fungsi yang bisa kamu rasakan adalah proteksi situs web, menghemat penggunaan bandwidth, mempercepat kecepatan website, sampai membuat website tetap diakses saat server sedang offline. Bagi kamu pemilik website untuk bisnis online, situs web sekolah, dan lainnya, sangat penting bagimu untuk mencegah ancaman-ancaman dari penyerang yang dapat merusak website.

Jika kamu ingin menggunakan CloudFlare, Exabytes menyediakan Layanan CloudFlare untukmu dengan kinerja super cepat, uptime maksimal, tambahan keamanan dan perlindungan, dan kinerja optimal.

Kini kamu telah mengetahui mengenai CloudFlare dan fungsinya. Semoga artikel ini dapat membantu.

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *