Antara Listrik Prabayar dan Pascabayar, Mana yang Lebih Hemat?

by -5 views

Di era sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa listrik telah menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi sebagian besar orang. Mengapa? karena hampir semua kegiatan di dunia membutuhkan listrik. Tak hanya itu, listrik dan teknologi yang telah berkembang bersama, sedikit banyak juga telah mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih cepat dan simpel. 

Melihat begitu pentingnya peran listrik, sudah pasti Anda harus memikirkan cara yang tepat dalam memanfaatkan sumber energi yang satu ini. Anda harus memutuskan secara matang mengenai besarnya daya yang diperlukan serta besar pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Jika tak dipikirkan secara menyeluruh, bukan tidak mungkin akan timbul masalah di kemudian hari.

Di Indonesia sendiri, perusahaan milik negara yang mengatur dan mengurus segala hal tentang listrik untuk masyarakat adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Oleh PLN, jenis listrik dibagi menjadi dua macam, yaitu listrik prabayar dan pascabayar. Keduanya memiliki layanan dan tarif yang serupa, namun tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Baca Juga: Cara Pembayaran Listrik Online

Apa Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar?

listrik prabayar dan pascabayar

Perbedaan jenis listrik prabayar dan pascabayar terletak pada waktu pembayarannya. Sesuai dengan namanya, ‘pra’ berarti sebelum, sedangkan ‘pasca’ berarti sesudah. 

Artinya, jika menggunakan listrik jenis prabayar, Anda harus membayar atau membeli voucher terlebih dahulu, baru bisa menggunakannya. Jika membeli voucher listrik sebesar 100 ribu Rupiah, Anda hanya bisa menggunakan listrik sebatas nominal tersebut. Jika voucher habis, listrik akan otomatis mati dan Anda harus mengisinya kembali. 

Sebaliknya, ketika menggunakan pascabayar, Anda bisa menggunakan listrik sesuka hati tanpa batasan tapi harus siap dengan jumlah tagihan setiap bulannya. Terkadang, ketika lepas kontrol, penggunaan listrik bisa bertambah dan akibatnya tagihan pun ikut membengkak. 

Listrik Prabayar

Kelebihan

Kekurangan

Terkontrol: Hal ini karena seseorang bisa menentukan sendiri budgetnya. Sehingga, Anda akan lebih “dipaksa” berhemat dan bijak dalam menggunakan listrik. 

Meteran Cukup Sensitif dan Mudah Rusak: Meteran bisa tidak sinkron karena sering digunakan atau disentuh terutama saat pengisian token listrik. 

Dapat Disesuaikan dengan Anggaran Bulanan: Seperti penjelasan sebelumnya, pemakaian listrik prabayar bisa disesuaikan dengan anggaran bulanan. Anda bisa mengira-ngira besarnya listrik yang dibutuhkan, sehingga tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan lainnya. 

Voucher PLN Tidak Bisa Diisikan di jam 23.00-02.00: Sebenarnya ini yang paling tidak menyenangkan ketika menggunakan listrik prabayar. Mengapa demikian? Karena ketika listrik habis di jam 23.00-02.00, Anda tak akan bisa mengisi ulang dan mengaktifkannya. 

Anda baru bisa mengisinya kembali setelah jam 02.00. Nah, jika ada sesuatu yang urgent, bukankah kondisi seperti ini dapat merugikan? Untuk itu, sangat disarankan untuk pengguna agar sering memeriksa token listrik sehingga tidak akan kehabisan di tengah malam.

Tidak Ada Biaya Keterlambatan: Jika terlambat mengisi voucher, Anda tidak perlu takut dikenakan denda keterlambatan. 

 

Terhindar dari Pemutusan: Jika biasanya pengguna akan ditegur dan diperingatkan saat terlambat atau tak bisa membayar tagihan listrik dalam kurun waktu tertentu, Anda tak akan mengalami ini ketika menggunakan listrik prabayar. Hal ini karena Anda berperan penuh terhadap penggunaan listrik tanpa campur tangan petugas PLN.

 

Listrik Pascabayar

Kelebihan

Kekurangan

Tidak Perlu Takut Listrik Habis Sewaktu-waktu: Hal ini karena tak ada batasan bagi Anda dalam menggunakan listrik. Namun, semua pemakaian listrik akan berdampak pada besarnya tagihan di akhir bulan.

Tagihan Membengkak: Jika pemakaian cukup tinggi, Anda harus siap-siap jika tagihannya membengkak.

Tidak Perlu Repot Berulang Kali Isi Daya: Mengingat pemakaian listrik pascabayar yang tiada batas, maka Anda pun tak perlu repot mengisi daya berulang kali. Seluruh kebutuhan daya akan dipasok oleh PLN, Anda hanya perlu menyiapkan budget untuk membayar tagihan.

Pemutusan Aliran: Nah, ketika tagihan listrik sudah keluar, Anda harus segera membayarnya, ya! Jika tidak, pihak PLN akan mengambil tindakan pemutusan aliran listrik sampai pembayaran dilunasi. Biasanya, Anda akan diberikan waktu paling lama 3 bulan untuk menyelesaikan pembayaran tersebut.

 

Privasi Sedikit Terganggu karena Petugas PLN Datang ke Rumah: Jika menjadi pengguna layanan listrik pascabayar, Anda harus siap jika sewaktu-waktu ada petugas PLN yang datang ke rumah. Biasanya mereka akan memeriksa meteran listrik sekaligus mengontrol apakah listrik mengalir dengan baik. 

Meskipun begitu, kadang hal ini menimbulkan perasaan tidak nyaman karena kedatangan petugas yang tak tentu terkadang mengganggu privasi. Belum lagi jika Anda sendirian di rumah, kedatangan petugas seperti itu cukup perlu diwaspadai. Karena beberapa oknum tidak bertanggung jawab, memanfaatkan hal ini untuk melakukan tindak kejahatan.

Semua Kembali Lagi pada Kebutuhan

Dari kedua jenis di atas, baik listrik prabayar maupun pascabayar, tak ada yang lebih menguntungkan atau merugikan. Semua tergantung pada kebutuhan dan pemakaian. Meskipun begitu, semua tetap harus dipikirkan secara matang-matang, ya!

Baca Juga: Trik Hemat Listrik Agar Bayar Tagihan Lebih Murah

Leave your vote

526 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *