Angkatan Udara China Terus Dekati Taiwan, Mau Apa?

by -3 views
angkatan-udara-china-terus-dekati-taiwan,-mau-apa?

Kementerian Pertahanan Taiwan telah melaporkan serangan baru oleh Angkatan Udara China, yang terbaru dalam pola perambahan Beijing yang semakin berani ke wilayah udara Taiwan.

Senin (5/4), Pejabat Taiwan menyatakan bahwa empat jet tempur multiperan J-16 dan empat J-10, pesawat anti-kapal selam Y-8, dan pesawat peringatan dini dan kontrol KJ-500, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Y-8 dilaporkan terbang melalui Selat Bashi yang menghubungkan Pasifik ke Laut China Selatan, sementara yang lain melakukan perjalanan di wilayah udara barat daya Taiwan, The Nationwide Interest melaporkan.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional, Taiwan sedang berusaha keras untuk memperingatkan pesawat China itu pergi. Insiden ini adalah yang terbaru dari prosesi serangan China yang semakin ambisius.

Pada akhir Maret, Taiwan melaporkan serangan China terbesar ke dalam ADIZ-nya. Kementerian pertahanan mengidentifikasi sebanyak dua puluh pesawat China, termasuk empat pembom H-6K berkemampuan nuklir dan sepuluh jet tempur J-16.

Seseorang yang mengetahui rencana keamanan Taiwan mengatakan kepada Reuters bahwa penerbangan itu adalah bagian dari latihan untuk “mensimulasikan operasi” terhadap kapal perang AS yang berlayar di selat Bashi.

Serangan Besar-besaran China ke Taiwan

Pesawat pengebom hingga jet tempur China serbu wilayah udara Taiwan. (Foto: Nikkei Asia)

Pakar lain telah mengidentifikasi konteks militer yang lebih mengkhawatirkan, mencatat bahwa pesawat China tampaknya mempraktikkan pengepungan pembom luas di Taiwan. Jika terjadi konflik konvensional besar, manuver ini dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk menekan pertahanan udara dan pesisir Taiwan, sebagai awal dari kemungkinan invasi China ke pulau tersebut.

Sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Taipei sebelumnya mencatat, pesawat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mencatat 380 serangan ke ADIZ Taiwan pada 2020.

Serangan udara yang sering terjadi hanyalah salah satu bagian dari upaya Beijing yang lebih luas untuk menandai kedaulatannya atas Taiwan melalui kekuatan militer, catat The Nationwide Interest.

Awal pekan ini, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa kelompok serang kapal induk (CSG) China, yang dipimpin oleh kapal induk Liaoning, melakukan latihan “rutin” di perairan dekat Taiwan, dengan tujuan untuk meningkatkan “kemampuannya untuk menjaga kedaulatan nasional, keselamatan, dan kepentingan pembangunan.”

Kantor media pemerintah China, World Times, memberikan deskripsi yang lebih tajam, mencatat bahwa latihan tersebut ditujukan untuk “secara komprehensif meningkatkan kemampuan tempurnya dan melawan para separatis Taiwan dan bukannya negara tertentu.”

Liaoning didampingi oleh lima kapal lainnya, termasuk kapal perusak berpeluru kendali Form 052D Chengdu dan Taiyuan, kapal perusak utama Tipe 055 Nanchang, fregat Tipe 054A Huanggang, dan sebuah kapal suplai.

Menawarkan peningkatan muatan senjata substansial dari kelas Tipe 052D sebelumnya, lini Tipe 055 selanjutnya akan meningkatkan kemampuan tempur CSG China. Angkatan Laut menambahkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa “latihan serupa akan dilakukan secara teratur di masa depan.”

Aparat militer dan kebijakan luar negeri China semakin terang-terangan dalam klaim teritorial Beijing atas Taiwan. Pemimpin China Deng Xiaoping pernah mengatakan, Republik Rakyat China dapat menunggu seratus tahun untuk bersatu kembali dengan Taiwan jika perlu.

Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, jangka waktu itu tampaknya telah dipersingkat. Seiring dengan tekanan militer yang terus berlanjut, pejabat China dan media pemerintah terus memperkuat retorika mereka tentang pulau-pulau yang berdaulat itu.

“Kami memperingatkan elemen ‘kemerdekaan Taiwan’: mereka yang bermain api akan membakar diri mereka sendiri,” tegas juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian pada Januari, dikutip The Nationwide Interest.”‘Kemerdekaan’ Taiwan berarti perang,” tukasnya.

Penerjemah: Desi Widiastuti

Editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Pesawat tempur F-16 saat latihan militer di Taiwan selatan bulan Mei 2019. Sebuah proposal penjualan akan memperbesar armada pejuang F-16 Taiwan menjadi sekitar 210 dari sekitar 140 pesawat saat ini. (Foto: Getty Images/Agence France-Presse/Sam Yeh)

Angkatan Udara China Terus Dekati Taiwan, Mau Apa?

, , ,

Leave your vote

368 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *