Amnesty International: COVID Memperburuk Pelanggaran HAM di Dunia

by -1 views
amnesty-international:-covid-memperburuk-pelanggaran-ham-di-dunia

Mulai dari penuntutan jurnalis hingga penindasan terhadap aktivis, Amnesty International mengutuk pelanggaran HAM global yang dilakukan selama masa pandemi. Perempuan, kaum minoritas dan anak turut jadi korban.

Dengan menggunakan alasan pandemi corona sebagai “senjata”, banyak pemerintahan semakin menekan hak-hak warga negara selama setahun terakhir, tulis kelompok hak asasi Amnesty International (AI) dalam laporan tahunannya, yang dipublikasikan hari Rabu (07/04). Laporan itu juga menggambarkan bagaimana etnis minoritas, pengungsi, dan perempuan menjadi korban.

“Di tingkat global, pandemi COVID-19 memperburuk ketidaksetaraan,” ujar Philip Luther, Direktur Riset dan Advokasi Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Amnesty International, kepada DW. “Kejamnya, mereka yang paling banyak berkorban, sering kali paling sedikit terlindungi dalam pandemi ini. Pandemi itu berdampak buruk pada petugas kesehatan,” tambah Luther.

Pada tahun 2020, pemerintah dituntut menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa untuk mengurangi dampak pandemi, terutama pada kelompok yang kurang beruntung. Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard mengecam pemerintah karena gagal mengambil peran itu. Dia meminta para pemimpin untuk mengatur ulang dan memulai kembali untuk membangun dunia yang didasarkan pada kesetaraan, hak asasi manusia, dan kemanusiaan.

  • Chinese medical staff carry a box outside a hospital (Reuters/Str)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Virus Corona Baru Diidentifikasi

    Ilmuwan Cina pada 7 Januari mengumumkan, berhasil identifikasi virus corona jenis baru yang menyerang Wuhan dan memicu infeksi paru-paru yang kemudian diberi nama SARS-CoV-2. Berbeda virus corona pemicu SARS sebelumnya, virus baru menyerang saluran pernafasan bawah. Gejala penyakitnya: demam, batuk kering, kesulitan bernafas dan paru-paru berisi cairan.

  • Chinese workers rush to build a hospital in Wuhan to deal with the coronavirus outbreak (AFP/STR)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Jutaan Warga Dikarantina

    Cina mengkarantina Wuhan pada 23 Januari dalam upaya membatasi penyebaran virus corona. Pekerja berupaya untuk segera membangun rumah sakit baru untuk merawat pasien terinfeksi, yang jumlahnya lebih dari 830 orang dan jumlah kematian yang meningkat menjadi 26 orang pada 24 Januari. Para pejabat akhirnya memperluas lockdown ke 13 kota lain, yang memengaruhi setidaknya 36 juta orang.

  • The hospital in Munich where the first case of German coronavirus is being held in quarantine

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Jerman Batasi Kontak Sosial

    Pada tanggal 27 Januari, Jerman mengumumkan kasus virus corona pertama yang teridentifikasi. Pasiennya seorang pria berusia 33 tahun di Bayern yang kontak langsung dengan rekan kerja dari Cina selama pelatihan di tempat kerja. Tanggal 22 Maret Jerman umumkan lockdown parsial dan sosial distancing. Tanggal 6 April, John Hopkins konformasi lebih 100.000 kasus di Jerman dengan lebih 1.500 kematian.

  • Tourist at the Colosseum (Reuters/R. Casilli)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Italia Berlakukan Lockdown

    Kasus infeksi Covid-19 di Italia meningkat secara dramatis. Pada 3 Maret dikonfirmasi 77 kematian dan ribuan kasus infeksi corona. Pada 8 Maret, pemerintah Italia memerintahkan “lockdown“ seluruh kawasan Lombardy yang berpenghuni 16 juta orang. Italia pada 5 April masih memegang rekor jumlah infeksi dan kematian terbanyak di Eropa, dengan lebih 128.000 kasus dan lebih 15.000 kematian.

  • People walk in front of sign showing stock markets (picture-alliance/Jiji Press/M. Taguchi)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Ekonomi Terjun Bebas

    Pasar saham Eropa dan AS anjlok pada 6 Maret, menjadi minggu terburuk sejak krisis keuangan 2008. Efek pandemi pada bisnis global sangat signifikan. Banyak perusahaan melaporkan kerugian. Sektor industri pariwisata dan maskapai penerbangan terpukul. 10 Maret, Uni Eropa menjanjikan dana investasi sebesar € 7,5 miliar ($ 8,4 miliar) untuk mencoba menghentikan zona euro merosot ke situasi resesi.

  • Tedros Adhanom Ghebreyesus (picture-alliance/Photoshot)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    WHO Deklarasikan Pandemi

    Ketika kasus terinfeksi di seluruh dunia mencapai 127.000 orang dan 4.700 korban meninggal, Organisasi Kesehatan Dunia pada 11 Maret menyatakan wabah global ini sebagai “pandemi”. Presiden AS Trump mengumumkan pembatasan perjalanan bagi wisatawan yang datang dari Zona Schengen di Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengumumkan bahwa 70% populasi di Jerman dapat terinfeksi virus corona.

  • A screen in Madrid shots Spain'd Prime Minister speaking as he announces a state of emergency for 15 days on March 13 (picture-alliance/dpa/AAB. Akbulut)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Kehidupan Publik Berhenti di Eropa

    Pada 14 Maret, Spanyol mengikuti langkah Italia melakukan lockdown secara nasional untuk 46 juta warganya, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus corona. Spanyol berada di peringkat kedua kasus di Eropa, dengan 131.000 terinfeksi dan lebih 12.000 meninggal. Di Prancis, kafe, restoran, dan toko-toko tutup pada 15 Maret.

  • New York hospital ship (picture-alliance/Photoshot/J. Fischer)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    AS Terpukul Telak

    Pada 27 Maret, Jumlah terinfeksi di AS melampaui Cina. Ini terjadi ketika Presiden Donald Trump mengklaim bahwa negara akan kembali pulih “dengan cukup cepat.” AS mencatat lebih 337.000 kasus infeksi dan hampir 10.000 meninggal (6/4). Contemporary York terdampak yang paling parah, dengan 63.000 kasus Covid-19 dan lebih 3000 meninggal. Kapal rumah sakit dikerahkan untuk membantu tenaga medis.

  • USA Coronavirus (Reuters/J. Redmond)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara International

    Lebih 1 Juta Orang Terinfeksi Covid-19

    Universitas Johns Hopkins mengumumkan, Senin (6/4), lebih 1.2 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Sekitar 70.000 orang meninggal akibat Covid-19. AS mencatat rekor infeksi dengan jumlah tiga kali lipat dari Cina, tempat virus itu muncul pada Desember 2019. Kemungkinan kondisi pandemi akan semakin buruk dengan jumlah yang terinfeksi dan meninggal terus naik. (fs/as)

    Penulis: Richard Connor


“Kita harus belajar dari pandemi, dan bersatu untuk bekerja dengan berani dan kreatif sehingga semua orang memiliki pijakan yang sama,” katanya dalam siaran pers. Laporan AI tersebut mencakup 149 negara. Delapan di antaranya jadi sorotan utama DW.

Mesir

Di bawah pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sisi, pihak berwenang di Mesir telah melakukan penindasan brutal terhadap kebebasan berekspresi dan menekan yang mengkritik pemerintah. Jurnalis dan petugas kesehatan yang menyampaikan masalah kesehatan masyarakat dalam masa COVID-19 banyak mengalami represi. Setidaknya sembilan petugas kesehatan diselidiki atas tuduhan terkait terorisme, serta “menyebarkan berita palsu”.

“Mereka adalah petugas kesehatan yang di Mesir menyatakan keprihatinan akan keselamatan dan mengkritik penanganan pemerintah terhadap pandemi,” kata Luther. Menurut Luther, penyelidikan atas mereka masih berlangsung. Pihak berwenang – dalam konteks pandemi – telah meningkatkan tekanan pada kebebasan berpendapat.

Lebanon

Lebih dari delapan bulan setelah ledakan dahsyat pada tanggal 4 Agustus 2020 yang mengoyak ibu kota Beirut, pihak berwenang Lebanon gagal menyampaikan hasil penyelidikan kepada keluarga lebih dari 200 orang yang tewas dalam ledakan itu.

Sebuah akun resmi mengaitkan ledakan itu dengan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di pelabuhan, tetapi pihak berwenang gagal meminta pertanggungjawaban siapa pun. Dalam laporannya, Amnesty International mengutip dokumen resmi yang bocor, di mana pihak berwenang di bea cukai, pengadilan, militer dan aparat keamanan sudah berulangkali dalam enam tahun terakhir, memperingatkan pemerintah tentang timbunan bahan kimia berbahaya di pelabuhan itu.

Brazil

Presiden berhaluan ekstrim kanan Brasil, Jair Bolsonaro, yang terkenal karena komentar rasisnya tentang masyarakat adat, telah membiarkan perusakan hutan hujan Amazon terus berlanjut sejak ia menjabat pada bulan Januari 2019. Di bawah  pemerintahan Bolsonaro, kekerasan polisi meningkat selama pandemi. Deforestasi meningkat tajam, sementara polisi memperketat cengkeraman mereka terhadap aktivis lingkungan.

Amnesti mencatat setidaknya 3.181 warga sipil dibunuh oleh polisi di seluruh negeri antara bulan Januari dan Juni tahun lalu – dengan rata-rata 17 kematian per hari. Menurut LSM International Peek, negara ini adalah negara paling mematikan ketiga di dunia bagi aktivis lingkungan dan hak asasi manusia. Pada tahun 2020, penderitaan masyarakat adat Brazil memburuk, baik karena COVID dan penambangan ilegal, kebakaran hutan dan perampasan tanah.

Meksiko

Sementara itu, selama pandemi juga dilaporkan, kekerasan dalam rumah tangga dan berbasis gender melonjak secara global. Di Meksiko, Amnesty mengutip kasus pembunuhan seorang perempuan berusia 25 tahun yang dilaporkan dikuliti dan dimutilasi oleh suaminya. Beberapa hari kemudian dalam insiden lain,jasad seorang gadis berusia 17 tahun ditemukan di dalam kantong plastik.

Pada tahun 2020, dilaporkan terjadi pembunuhan terhadap lebih dari 3.700 perempuan. Lebih dari 900 di antaranya diselidiki sebagai kasus femisida.”Kekerasan terhadap perempuan adalah epidemi dalam proporsi global. Dan kegagalan pemerintah untuk memprioritaskan tindakan untuk memerangi kekerasanlah yang memungkinkan hal ini terjadi,” tambah Luther.

Bulgaria

Dalam gambaran umumnya, Amnesty meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mencapai keadilan gender dan melindungi anggota komunitas LGBT+.

Di Bulgaria lebih dari 70% orang LGBT+ merasa harus menyembunyikan orientasi seksual mereka, demikian menurut survei yang dilakukan oleh Badan Hak Elementary Uni Eropa. Penggemar sepak bola dilaporkan ingin “membersihkan” Kota Plovdiv dari komunitas LGBT+.

Denmark

Di Denmark, Undang-undang Perumahan yang diskriminatif menjadi sorotan. Amnesty International menyampaikan kekhawatirannya atas undang-undang yang mengatur proporsi warga non-Barat pada sebuah pemukiman, sebatas maksimal 50%. Peraturan tersebut memberi trace pemukiman penduduknya yang terdiri lebih dari 50% “non-Barat” sebagai “ghetto”.

Para aktivis baru-baru ini juga memperingatkan bahwa perubahan aturan yang diusulkan pemerintah akan mengurangi persentase jumlah orang “non-Barat” di perumahan sosial, hingga 30%. Laporan AI juga menyebutkan peningkatan pelecehan secara verbal dan fisik yang menargetkan minoritas selama masa lockdown  dari bulan Maret hingga Juni tahun lalu.

Myanmar

Setidaknya 550 warga sipil tewas di Myanmar sejak kudeta militer 1 Februari lalu, demikian laporan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Tetapi bahkan sebelum junta militer menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, konflik bersenjata telah meningkat di negara itu. Amnesty International memperingatkan tentang “pelanggaran hak asasi manusia yang serius”, termasuk penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya terhadap tahanan sipil yang dilakukan pasukan pemerintah, dengan purpose kaum minoritas.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Perempuan Muslim Favorite

    Perempuan muda berusia 19 tahun ini menjadi pusat perhatian saat peluncuran produk kecantikan di Yangon. Pasalnya dia termasuk segelintir blogger kecantikan yang mengenakan jilbab. “Saya tidak menyesali keputusan mengenakan jilbab” kata Grunt. “Jilbab adalah kunci buat saya. Saya bisa berpergian kemanapun dan melakukan apapun yang saya suka.”

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Rentan Diskriminasi

    Kaum Muslim hanya berjumlah 5% dari 50 juta penduduk Myanmar. Kebanyakan mengeluhkan tidak bisa membangun masjid baru selama satu dekade terakhir dan kesulitan menyewa rumah dari pemilik beragama Buddha. Diskriminasi dan persekusi sistematis terhadap minoritas Muslim sedang marak di Myanmar. Lebih dari 700.000 anggota etnis Rohingya misalnya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Persekusi Tanpa Akhir

    Kaum muslim di Myanmar juga mengeluhkan tidak mendapat kartu identitas penduduk dan ditolak masuk ke sejumlah rumah ibadah. Demikian laporan Human Rights Network tahun lalu. Akibatnya kebanyakan kaum Muslim tidak bisa menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah Myanmar.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Pemberdayaan Perempuan

    Buat sebagian murid Grunt Lae Phyu Sin, perawatan wajah dan kecantikan lebih dari sekedar urusan penampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri di tengah mayoritas Buddha. “Saya melihat perempuan berjilbab merias wajahnya dan dia terlihat sangat cantik,” kata Hay Mann Aung tentang Grunt Lae Phyu Sin. “Saya ingin terlihat cantik seperti dia,” imbuhnya.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Jembatan Kebudayaan

    Upaya Grunt Lae menghadirkan warna muda dan up-to-the-minute pada wajah Muslim Myanmar dengan mengenakan busana yang berpadu serasi dengan warna jilbabnya atau dengan dandanan yang menekankan kecantikan wajahnya, sukses menyedot penggemar non partisan. Ia mampu menonjolkan sisi positif kaum minoritas yang sering disalahpahami oleh masyarakat Myanmar.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Meniti Sukses di Medsos

    Grunt kini memiliki 6.000 pengikut di Facebook dan ribuan penggemar di kanal media sosial yang lain. Lebih dari 600 murid ikut serta dalam program pelatihan tentang bagaimana mengenakan kosmetika atau membangun studio kecantikan di rumah sendiri. Sejak awal tahun, sekitar 150 kursus yang ditawarkan Grunt selalu penuh pengunjung.

  • Myanmar - Leben als Muslima in Yangon - Bloggerin Win Lae Phyu Sin (Reuters/A. Wang)

    Kisah Perempuan Muslim Melawan Diksriminasi di Myanmar

    Mengundang Permusuhan

    Tapi upaya Grunt bukan tanpa cela. Ia berulangkali mendapat ejekan atau serangan verbal di media sosial ketika ketahuan ia seorang Muslimah. Sebaliknya kelompok Islam konservatif mengritiknya karena dianggap merusak honest perempuan Muslim di Myanmar. Namun Grunt tidak peduli. “Saya cuekin saja. Ada banyak pekerjaan yang harus saya tuntaskan,” tukasnya. (rzn/as: Reuters)


Serangan udara tanpa pandang bulu menewaskan dan melukai warga sipil sepanjang tahun, termasuk anak-anak. Februari lalu, pada Hari Anak, peluru artileri mendarat di sebuah sekolah dasar di Negara Bagian Rakhine, dan melukai sedikitnya 17 siswa. Militer membahayakan nyawa warga sipil dengan menduduki sekolah dan mengubahnya menjadi pangkalan militer sementara, tulis Amnesty.

Kenya

Penggunaan kekuatan polisi Kenya yang berlebihan menjadi pusat perhatian dalam pelanggaran hak di negara sub-Sahara itu. Pada bulan Januari, polisi menembakkan peluru tajam ke arah para demonstran damai di Nairobi, yang memprotes kondisi jalan yang mengerikan di lingkungan mereka.

Polisi juga memberlakukan jam malam dengan kekuatan mematikan, yang menewaskan sedikitnya enam orang hanya dalam 10 hari, tulis Amnesty. (rzn/as)

Leave your vote

298 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *