Alat Musik Tiup dari Cangkang Siput, Warisan Peradaban Orang Magdalenia

by -2 views
alat-musik-tiup-dari-cangkang-siput,-warisan-peradaban-orang-magdalenia
Sumber: Wikimedia Commons

Cangkang siput laut berusia 18.000 tahun ditemukan di gua Marsoulas di Pirenia (Pyrenees), Prancis pada tahun 1931. Ini memberikan informasi pada kita bahwa lebih dari dua puluh ribu tahun yang lalu, manusia telah memanfaatkan cangkang siput laut yang mengering supaya mengeluarkan suara jika ditiup dengan cara tertentu. Siput adalah dari moluska gastropoda yang bisa dimanfaatkan sebagai alat musik tiup dan merupakan salah satu alat musik tertua.

Diketahui bahwa cangkang siput laut yang ditemukan di gua Marsoulas itu dimainkan oleh orang-orang Magdalenia sebagai alat musik. Jejak peradaban budaya Magdalenia sudah ada sejak zaman Paleolitik dan Mesolitik sekitar 17.000 hingga 20.000 tahun yang lampau. Pendukung budaya Magdalenia tersebar di wilayah Eropa Barat.

Sumber: Wikimedia Commons

Salinan instrumen cangkang siput dari periode Magdalenian ini dipamerkan di Museum Toulouse. Setelah hampir 80 tahun setelah penemuannya, cangkang besar dari Gua Marsoulas kemudian dipelajari oleh tim multidisiplin dari CNRS, Muséum de Toulouse, Université Toulouse.

Mereka percaya itu adalah alat musik tiup tertua dari jenisnya. Gua Marsoulas antara Haute-Garonne dan Ariège adalah gua prasejarah pertama yang dapat ditemukan di Pirenia. Gua Marsoulas ditemukan pada tahun 1897 dan menjadi saksi awal budaya Magdalenia pada akhir Masa Glasial Terakhir.

Para ilmuwan memeriksa cangkang jenis charonia besar itu. Ujung cangkang pecah membentuk bukaan berdiameter 3,5 centimeter. Pada ujung bukaan cangkang menunjukkan jejak retouching (pemotongan) oleh orang Magdalenia.

Sumber: Wikimedia Commons

Cangkang telah dihiasi dengan pigmen merah. Untuk membuktikan bahwa cangkang siput ini dahulu pernah dipakai sebagai alat musik tiup, para ilmuwan meminta bantuan pemain musik untuk meniupnya. Suara dari cangkang siput menghasilkan tiga suara mendekati not C, C-sharp dan D.

Para peneliti berasumsi bahwa corong tambahan yang dipasang untuk memperbesar dan menyaringkan suara. Sebagaimana cangkang siput koleksi Musum du quai Branly.

Leave your vote

674 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *