8 Tips Risk Taking yang Harus Dicoba agar Karier Gemilang

by -24 views
8-tips-risk-taking-yang-harus-dicoba-agar-karier-gemilang

Siapa bilang mengambil risiko alias risk taking dalam karier itu berbahaya? Padahal, mengutip Harvard Business Review, tidak mengambil risiko adalah keputusan karier yang paling besar risikonya.

Sebuah risiko berpeluang membawa kita ke pencapaian karier. Kalau risiko tersebut tidak diambil, perkembangan karier jadi tak maksimal.

Memang, mengambil risiko bisa terasa menyeramkan. Akan tetapi, jangan khawatir.

Glints akan memberikan tips risk taking dan trik meminimalkan risiko dalam artikel ini. Dengan begitu, kamu lebih siap mengambil risiko dalam karier.

Tak perlu lama-lama lagi, ini dia penjelasan lengkapnya.

8 Tips Risk Taking untuk Karier Gemilang

1. Belajar dan cari informasi

laki-laki berkemeja dan sweater yang merasa berhasil sambil mengepalkan tangan memegang HP dan tersenyum

© Freepik.com

Tips risk taking yang pertama adalah belajar dan mencari informasi.

Semakin senior seorang dokter, semakin kompleks pula punyakit yang bisa ia sembuhkan. Semakin pintar seorang karyawan, ia tentu semakin mahir menyelesaikan pekerjaan.

Itu terjadi karena, seperti dituliskan Entrepreneur, pengetahuan berhubungan dengan persepsi besar-kecil risiko yang kamu ambil. 

Semakin banyak dan kompleks pengetahuanmu, risiko yang kamu ambil akan terasa semakin kecil. Kamu akan semakin berani mengambil risiko kalau punya bekal ilmu.

Jadi, terus belajar dan cari informasi, ya! Dengan begitu, kamu bisa semakin berani dalam mengambil risiko.

2. Hitung kelebihan dan kekurangan risiko

Setiap keputusan punya kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, sebelum mengambil risiko, timbang dulu plus minus itu.

Dengan begitu, melansir MasterClass, kamu bisa menilai risiko dengan baik. Jangan-jangan, kelebihan risiko yang ingin kamu ambil tak sepadan dengan kekurangannya.

Jika perlu, coba gambarkan plus-minus risiko dengan tabel. Bandingkan keduanya agar keputusanmu semakin matang.

3. Pikirkan alternatif dari risiko

perempuan duduk di sofa sambil berpikir dan memegang pulpen serta buku tulis

© Freepik.com

Tips risk taking selanjutnya adalah memikirkan alternatif risiko. Kalau ada risiko yang lebih kecil namun mengantarkanmu ke tujuan yang sama, mengapa tidak ambil itu saja?

Misalnya, kamu seorang desainer grafis yang ingin mulai mengubah karier ke bidang UI design. Daripada resign dan harus menjalani masa probation dari nol, ada alternatif risiko yang bisa kamu ambil.

Coba ajak atasanmu mengobrol. Tanyakan ada atau tidaknya proyek UI design di kantormu. Katakan bahwa kamu ingin dilibatkan, karena sedang mempelajari bidang tersebut dengan serius.

4. Fokus ke skenario terbaik

Tips risk taking selanjutnya adalah fokus ke skenario yang terbaik.

Potensi gagal memang harus dipikirkan dan ditimbang-timbang. Akan tetapi, kalau kamu berpikir terlalu lama atau terlalu takut mengambil risiko, kesempatan bisa hilang begitu saja.

Jadi, fokuslah pada skenario terbaik, yakni kalau kamu berhasil. Dengan begitu, kamu terdorong untuk berani mengambil risiko.

Walau begitu, tetap jaga ekspektasimu, ya. Kalau ternyata risiko yang kamu ambil tak maksimal, terimalah dengan lapang dada.

5. Minta saran dari orang yang sudah berpengalaman

seorang pria sedang menjelaskan solusi ke konsumennya secara langsung

© Pexels.com

Selanjutnya, mintalah saran dari orang yang sudah berpengalaman mengambil risiko. Mereka tentu punya tips dan strategi yang bisa kamu pelajari dan terapkan.

Kalau bingung harus mengobrol dengan siapa, tenang saja. Glints punya solusinya.

Kamu bisa bertanya kepada sesama pekerja di Glints Feed. Glints Feed adalah salah satu fitur dari Glints App.

Di sana, kamu bisa melakukan diskusi seputar karier dan dunia kerja.

Ingin resign walau belum dapat kerja karena kamu kurang cocok dengan atasan? Ingin berhenti kerja full-time dan menjadi freelancer karena mengincar work-life balance

Apa pun risiko yang ingin kamu ambil, minta saja saran di Glints Feed. Jadi, tunggu apa lagi? Download Glints App dan mulai diskusi di Glints Feed. Klik tombol di bawah ini, ya:

KLIK DI SINI

6. Pilih lingkunganmu

Kalau ingin lebih lancar dan berani dalam risk taking, coba cari lingkungan orang-orang yang sering mengambil risiko. Itu merupakan saran dari Ashley Sumner, co-founder Quilt, yang disampaikan ke The Muse

Kita sering kali berbagi rencana ke depan, termasuk risiko-risiko yang ingin kita ambil, kepada rekan-rekan terdekat.

Kalau bercerita ke orang-orang yang terbiasa mengambil risiko, kamu akan cenderung didukung. Kamu juga bisa mendapat saran dan tips dari orang-orang tersebut.

Tak hanya itu saja, saat sudah bercerita ke orang lain, kamu jadi punya dorongan untuk melakukan apa yang sudah kamu rencanakan.

Jadi, coba terapkan tips risk taking yang satu ini, ya.

7. Pandang risiko sebagai eksperimen

seorang perempuan sedang tersenyum di depan laptop sambil mengetik

© Pexels.com

Seperti dituliskan Budi Tanrim, Group Product Manager di GovTech Edu, coba pandang hidup sebagai sebuah eksperimen.

Eksperimen tak harus selalu berhasil. Meski hasil eksperimen jauh dari ekspektasimu, kamu tetap bisa belajar.

Misalnya, kamu takut meminta kenaikan gaji pada atasan. Saat memandangnya sebagai risiko, kamu mungkin takut ditolak atau dipandang buruk oleh atasan.

Coba ubah cara pandang tersebut menjadi, “bagaimana cara meminta kenaikan gaji dengan baik?”

Kalau berhasil, gajimu akan naik. Kalaupun gagal, kamu bisa belajar dari pengalaman tersebut.

8. Cek lagi risiko dari tidak mengambil risiko

Terakhir, mengutip Forbes, coba cek lagi risiko dari tidak mengambil risiko.

Misalnya, atasanmu memberi banyak pekerjaan. Karena merasa tidak enak, kamu pun menerima tugas-tugas tersebut. Akhirnya, kamu kewalahan dan kelelahan.

Padahal, kamu bisa berkata tidak. Meski langkah tersebut berisiko, kewalahan dan kelelahanmu bisa dicegah.

Dapat disimpulkan, kadang kala, tidak mengambil risiko punya dampak lebih besar daripada mengambil risiko. Jadi, beranikan dirimu, ya.

Demikian penjelasan Glints seputar risk taking. Meski langkah ini penting, selalu lakukan pertimbangan sebelum mengambilnya, ya.

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.