6 Manfaat Berkumpul Bersama Orang Saleh Agar Tetap Istiqamah dalam Iman

by -2 views
6-manfaat-berkumpul-bersama-orang-saleh-agar-tetap-istiqamah-dalam-iman

Hijrah atau proses perpindahan dari masa kegelapan (buruk) ke generation yang tercerahkan tak cukup dengan niat. Keinginan dalam hati untuk berubah menjadi baik mesti ditindaklanjuti. Salah satunya sering berkumpul dengan orang-orang saleh.

Banjirembun.com

Orang disebut saleh bukan sekadar rajin ibadah ke Masjid, sedekah, beramal baik, berakhlak mulia, atau perbuatan terpuji lain. Tidak pula mereka yang punya fanatisme buta, ikut-ikutan (taqlid), dan terlalu over (berlebihan) dramatis.

Lebih dari di atas, orang saleh mesti punya prinsip maupun landasan kuat dalam menjalani kehidupan. Diutamakan punya ke dalaman ilmu sehingga dapat dijadikan salah satu sumber rujukan. Serta bukan cuma salah fisik tapi juga hatinya.

al Imam Ibnu al Qayyim bertutur yang terjemahannya kurang lebih “Hidup bersama orang-orang saleh akan merubah dirimu dari 6 hal ke 6 hal yang lain: (1) dari keraguan menjadi keyakinan, (2) dari sifat riya’ menjadi sifat ikhlas, (3) dari kelalaian berzikir menjadi selalu berzikir, (4) dari ambisi pada dunia menjadi cinta urusan akhirat, (5) dari kesombongan menjadi tawadu (rendah hati), (6) dari niat yang buruk menjadi ketulusan.”

Barangkali penjelasan di atas tatkala diuraikan akan menjadi sebagai berikut:

1. Dari Keraguan Menjadi Keyakinan

Awal masa bertaubat dan niat berhijar seringkali dihadapkan pada banyak godaan. Tak hanya itu, kadang disertai dengan bisikan setan agar berpaling dari keimanan. Tentu hembusan kesesatan itu menimbulkan keraguan di hati.

Niat pertama memakai hijab supaya Allah mencitai dirinya dan orang tuanya. Akan tetapi karena tanpa dukungan ilmu dan factual akhirnya bimbang. Dengan berkumpul bersama orang-orang saleh/salehah dijamin rasa used to be-used to be jadi sirna.

2. Dari Sifat Riya’ Menjadi Sifat Ikhlas

Mungkin alasan mengenakan hijab karena ada ambisi untuk dipuji serta mendapat perhatian. Percayalah, orang yang awalnya riya’ ketika berkumpul dengan orang-orang saleh/salehah lama kelamaan sifat ikhlas bakal tumbuh subur.

Sifat riya’ bisa sirna lantaran sudah terbawa suasana. Terlalu sering berkumpul dengan orang-orang lurus menyebabkan niat awal untuk pamer telah terkikis. Setelah melihat betapa orang-orang di sekitar berubah tanpa ada unsur riya’.

3. Dari Lalai Berzikir Menjadi Selalu Berzikir

Esensi atau hakikat dari berzikir yaitu guna mengingat Allah SWT. Di setiap kesempatan selalu ingat dengan-Nya. Hal tersebut bakal sulit dan berat dilakukan bahkan menjadi lalai berzikir saat seseorang jauh dari jamaah orang saleh.

Berkumpul dengan orang saleh apa-apa yang hal yang dibicarakan senantiasa berujung pada menguatnya iman. Tidak ada yang sia-sia. Kendati bercanda, candanya tak berlebihan. Meski sedang wisata, tetap menjaga salat.

4. Dari Ambisi pada Dunia Menjadi Cinta Urusan Akhirat

Motif atau faktor pendorong orang berhijrah mungkin karena urusan dunia. Dengan hijrah diharapkan banyak yang bersimpati. Supaya pembeli jualan makin banyak dapat juga karena ingin penghasilan bikin konten makin besar.

Komunitas orang saleh mampu membentengi saudaranya seiman dari ambisi pada dunia. Bukan berarti meninggalkan sama sekali kepentingan dunia. Melainkan menyeimbangkan antara urusan akhirat dengan impian pada kesuksesan dunia.

5. Dari Kesombongan Menjadi Tawadu (Rendah Hati)

Pihak yang baru jadi mualaf dan behijrah kerapkali terlalu semangat. Minim ilmu tapi punya militansi tinggi. Akibatnya banyak yang mengesankan sebagai sombong. Merendahkan dan menghina orang-orang yang belum hijrah.

Sifat tawadu merupakan salah satu ciri orang saleh. Dengan berkumpul dengan mereka golongan yang baru hijrah bakal sadar diri. Mereka saja yang punya keunggulan dalam bidang agama menunjukkan sikap rendah hati dan tatapan sejuk.

6. Dari Niat yang Buruk Menjadi Ketulusan

Maksud hati memakai jilbab agar dilirik cowok idaman, calon mertua, hingga mendapat nilai A+ dari Dosen Agama Islam. Alhasil yang didapat cuma itu. Padahal hanya kesemuan. Tanpa memperoleh pahala dari Allah sama sekali.

Hal berbeda terjadi saat orang yang pertama kali memakai jilbab berkumpul dengan perkumpulan orang saleh/salehah. Dia bakal mendapat tuntutan untuk selalu menata niat dengan baik. Sebab semua amal tergantung pada niatnya.

Leave your vote

368 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *