6 Cara Membuat Profil Linkedin Menarik dan Profesional

by -5 views
6-cara-membuat-profil-linkedin-menarik-dan-profesional

Di era modern, bagi pelamar kerja yang membuat Curriculum Vitae yang menarik untuk dilirik perusahaan sangat penting. Kini, curriculum vitae tidak hanya dibuat dengan bentuk kertas saja. Melainkan dengan bentuk digital, layaknya profil di media sosial. Salah satu aplikasi media sosial yang bisa Parents gunakan untuk merangkai CV digital adalah LinkedIn. Bagaimana sih cara membuat profil linkedin menarik?

Rupanya, penting bagi Parents untuk menyusun CV agar cepat dilirik oleh perusahaan yang diinginkan. Simak cara-cara membuat profil linkedin menarik di sini yuk!

6 Cara Membuat Profil Linkedin Menarik
1. Cara Membuat Profil Linkedin Menarik Utama: Pasang Foto Profil Profesional

Tidak hanya pihak HRD, bahkan CEO perusahaan juga banyak yang menggunakan linkedin untuk mencari calon pekerja lho. Tentunya, recruiters yang menggunakan LinkedIn adalah orang-orang yang profesional di bidang mereka.

Nah, dengan memasang foto profil profesional, Parents dapat memberikan kesan untuk siap bekerja. Gunakan foto profil dengan mengenakan pakaian yang rapi, formal, serta menunjukkan wajah secara jelas. Pastinya, tidak menggunakan filter yang berlebihan juga! Jangan pakai foto selfie juga ya! 

Artikel terkait: Tak Perlu Antre! Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

2. Lengkapi Data Diri di Kolom Headline dan About

Di LinkedIn, biodata diri bagaikan sampul. “Headline” dan “About” adalah kolom pertama yang terlihat ketika profil Parents dikunjungi. Kalau ingin dilirik recruiters dari perusahaan yang diminati, pastikan profil Anda terlihat menarik.

Di kolom Headline, Parents bisa menulis profesi terakhir atau perusahaan tempat bekerja saat ini serta tahun menjabat. Parents yang masih kuliah bisa mengisi nama universitas dan jurusan. Gunakan kata kunci yang deskriptif sekaligus menarik. Misalnya, ‘Recruiter, HR, Talent Management Expert’ atau ‘Brand Marketing, PR, Communications Professional’.

Sedangkan di kolom “about”, Parents bisa memberikan informasi diri yang menarik, seperti karakter diri sendiri, soft skill atau hard skill yang kamu punya, dan yang paling penting adalah bidang pekerjaan yang kamu minati.

Hal ini bertujuan agar memudahkan recruiters untuk menempatkan posisi untukmu! Cukup deskripsikan diri Parents dalam satu paragraf, tentunya dengan gaya bahasa yang sopan dan ejaan yang benar.

Dalam menggunakan bahasa asing atau bahasa Indonesia di profil LinkedIn, Parents bisa menyesuaikan dengan perusahaan yang dituju. Parents yang ingin melamar di perusahaan nasional, gunakanlah Bahasa Indonesia yang sopan dan komunikatif. Sebaliknya, jika ingin melamar di perusahaan taraf Internasional, gunakanlah Bahasa Inggris!

Artikel terkait: Sedang Cari Kerja? Ini 4 Contoh Surat Lamaran Kerja agar Diterima

3. Isi Riwayat Pengalaman dan Accomplishment Menjadi Cara Membuat Profil Linkedin Menarik

skillacademy.com

Bagian yang satu ini tak kalah penting. Selain data diri, jangan lupa lengkapi riwayat pengalaman kerja dan juga kolom prestasi. Jangan minder kalau Parents merasa belum banyak pengalaman, ya. Perlahan selama berkarya, perlahan juga profil LinkedIn-mu akan terisi banyak pengalaman kok! 

Lengkapi tahun menjabat, serta nama perusahaan. Jika diperlukan, tulislah di kolom deskripsi apa saja yang Parents kerjakan selama menjabat di posisi itu! Bagi fresh graduate bisa melengkapi kolom “Experience” dengan organisasi yang kamu ikuti selama menjadi mahasiswa!

Di kolom “Prestasi”, Parents bisa menuliskan semua pencapaian prestasi selama menjabat di suatu posisi. Selain itu, Parents juga bisa menambahkan prestasi yang didapatkan selama kuliah, misalnya beasiswa, kegiatan relawan, atau project yang pernah dijalani bersama tim.

Semakin lengkap riwayat dan info yang kamu berikan, semakin bertambah kepercayaan orang ketika melihat profil LinkedIn Anda! Yang terpenting, Parents harus jujur dalam mengisi profil linkedin.

Artikel terkait: 7 Poin yang Harus Ada di CV Lamaran Kerja, Jangan Sampai Terlewat!

4. Koneksi dan Saling Memberi Apresiasi

Dalam dunia profesional, koneksi memegang peran penting. Parent bisa mulai membuat koneksi dengan menambahkan akun teman-teman kampus atau teman organisasi. Bisa juga teman di kantor, rekan seprofesi, atau bahkan juga dosen di kampus! 

Usahakan Parents sering memberikan konten yang positif dan membangun di kolom activity kamu ya. Misalnya, memberikan komentar dan saling mengapresiasi di profil koneksi kamu dengan kata-kata sederhana yang positif. 

Gini nih misalnya, “Wah! Semangat ya telah menjabat posisi baru!” Ciptakan personal branding yang baik agar profil Parents dilirik!

5. Minta Testimoni Rekomendasi

skillacademy.com

Testimoni rekomendasi di LinkedIn merupakan pujian yang diberikan dari koneksi mengenai hal terbaik yang ada dalam diri Parents. Hal ini akan memberi nilai positif karena orang lain jadi tahu potensi terbaik yang kamu punya!

Nah, Parents yang sudah memiliki banyak koneksi bisa meminta dan mencari rekomendasi skill! Parents bisa meminta rekomendasi tersebut dari rekan kerja perusahaan, atasan perusahaan, bahkan bisa juga dosen terdekat kamu di kampus! 

Caranya adalah, pertama, mengunjungi profil koneksi yang ingin diminta rekomendasi. Lalu, klik more dan request recommendation. Setelah itu, deskripsikan hubungan Parents dengan koneksi tersebut. Kemudian, tulislah pesan yang sopan mengenai rekomendasi yang Parents minta.

6. Bergabung dengan LinkedIn Groups

Sumber: Dummies.com

Networking yang luas tentunya penting untuk menambah pengalaman. Parents yang ingin meningkatkan prospek pekerjaan bisa membuat jejaring. Nah, Parents bisa bergabung ke Linkedin Group untuk menambah koneksi yang berada di dalam bahkan di luar lingkup kerja.

Linkedin Group dibuat untuk membantu pengguna berbagi dan berpartisipasi dalam sebuah lingkup profesional dengan industri atau minat tertentu. Selain itu, Parents bisa dengan mudah update informasi tentang tips pekerjaan, lowongan pekerjaan, dan info berguna lainnya lewat linkedin groups.

Itulah beberapa cara membuat profil linkedin menarik agar dilirik HRD. Semangat untuk Parents yang ingin memulai personal branding di linkedin!

https://id.theasianparent.com/belum-terlambat-simak-7-tips-mencari-pekerjaan-di-usia-50-an 

https://id.theasianparent.com/prospek-kerja-jurusan-psikologi 

https://id.theasianparent.com/syarat-menjadi-pramugari-kereta-api 

Leave a Reply

Your email address will not be published.