4 Negara Ini Siap Bayar Mahal Penduduknya Agar Mau Punya Anak, Minat Pindah?

by -8 views
4-negara-ini-siap-bayar-mahal-penduduknya-agar-mau-punya-anak,-minat-pindah?

Ada satu istilah yang mungkin sering terdengar di telinga kita, yakni ‘makin banyak anak bakal makin banyak rezeki’. Ya, konsep itu bisa dibilang masih dipercayai hingga sekarang baik masyarakat desa maupun kota. Jadi bukan hal yang aneh kalau Indonesia akhirnya nangkring di posisi empat dari daftar negara dengan jumlah populasi yang paling banyak di dunia.

Akan tetapi, ungkapan ‘makin banyak anak makin banyak rezeki’ ternyata juga diterapkan di beberapa negara ini. Pasalnya di negara tersebut bahkan memberikan tunjangan yang luar biasa banyak untuk mereka yang memiliki anak. Wah enak juga ya, jadi mengurangi beban ekonomi. Lalu negara mana saja kah itu? Simak ulasan di bawah ini.

Finlandia dengan tunjangan tahunan yang bikin kaget

Negara yang satu ini dikenal dengan pendidikannya yang nomor satu di dunia. Meskipun begitu, ternyata ada hal lain yang jadi problematika di negara ini. Dilansir dari laman BCC, tingkat kelahiran di Finlandia sedang morat-marit. Bahkan di salah satu kota di sana bernama Lestijärvi, sempat hanya 1 anak saja yang dilahirkan dalam kurun waktu satu tahun.

Keluarga Finlandia [sumber gambar]

Alhasil, pemerintah lokal pun menyiasati masalah tersebut dengan memberikan tunjangan 10 ribu Euro (Rp155 juta). Namun uang ini tak langsung diberikan, melainkan akan dibayarkan dalam kurun waktu 10 tahun. Kebijakan ini nampaknya cukup berhasil, terbukti dengan lahirnya 60 bayi di Lestijärvi pada 2019 lalu.

Estonia miliki problem berat masalah angka kelahiran

Tak jauh beda dengan Finlandia, negara yang berada di semenanjung teluk Balkan ini angka kelahirannya kian merosot dalam dekade terakhir. Nah untuk menyelesaikan masalah yang telah berlarut-larut ini akhirnya Estonia memberikan banyak kelonggaran berupa cuti bersama keluarga. Tujuannya, tahu sendirilah, biar makin erat hubungan suami istri dan akhirnya angka kelahiran jadi meningkat.

Keluarga Estonia [sumber gambar]

Tak sampai di situ, pada tahun 2017 bahkan negara ini memberikan tunjangan khusus. Kalau memiliki anak pertama maka akan dapat tunjangan bulanan sebesar 60 Euro, atau sekitar Rp900 ribu, 60 Euro untuk anak kedua, dan 100 Euro atau Rp1,5 juta untuk anak ketiga. Nah kalau lebih dari tiga, ada bonus sebesar 300 Euro, atau Rp4,6 juta. Mantap kan?

Prancis yang pro dengan kelahiran anak di negaranya

Negara yang satu ini juga punya cara yang hampir sama dalam menangani masalah angka kelahiran yang merosot. Salah satu upayanya adalah memberikan ‘hibah kelahiran’ sebesar 950 euro atau sekitar Rp14,7 juta. Tak sampai di situ, ternyata Prancis juga memberikan tunjangan anak yang akan dibayarkan tiap bulannya.

Keluarga Prancis [sumber gambar]

Saking inginnya pemerintah negara ini agar kelahiran naik, sampai-sampai ada kebijakan pengurangan pajak penghasilan hingga biaya penitipan anak yang disubsidi negara. Dilansir dari laman BCC, lantaran ada kebijakan itu, angka kelahiran di negara ini jadi lumayan naik pada tahun 2018, bahkan jadi yang nomor satu di Uni Eropa.

Salah satu provinsi di Italia siap bayar warga buat punya anak

Italia juga mengalami gelombang kemunduran dalam masalah angka kelahiran kecuali satu provinsi di sana. Ya, itu semua terjadi karena di kota Bolzano punya kebijakan otonom yang ramah dengan kelahiran. Bagaimana tidak, pasalnya kota ini siap memberikan tunjangan sebesar 200 Euro, atau Rp3,1 juta tiap bulannya untuk seorang anak.

Keluarga Italia [sumber gambar]

Angka tersebut lumayan besar, bahkan dua kali lipat tunjangan tingkat nasional di sana. Alhasil jangan kaget kalau di sana, fasilitas penitipan anak sangat mudah dijumpai ketimbang yang lain karena memang pemerintah sangat mendukung warganya.

BACA JUGA: Menengok Potret Miris Kehidupan Anak Hasil Protitusi Kota ‘Malaikat’ Filipina yang Mengiris Hati

Waduh, enak juga ya di  negara-negara di atas itu. Pasalnya konsep khas Indonesia ‘Banyak anak, banyak rezeki’ benar-benar diterapkan oleh negaranya. Itu tidak terlepas dari problematika negaranya juga yang memang angka kelahirannya minus. Sistem ini kalau diberlakukan di Indonesia mungkin selama sepuluh tahun bisa menyaingi India nih jumlah warganya.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *