4 Metode Pengobatan Ekstrim Yang Ternyata Manjur Menyembuhkan Penyakit

by -0 views

Anehdidunia.com – Manusia pasti pernah jatuh sakit setidaknya satu kali seumur hidupnya. Banyaknya mikroorganisme penyebab penyakit yang bertebaran di sekeliling manusia menjadi penyebab utamanya. Selain akibat faktor luar, ada pula kasus orang yang jatuh karena orang tersebut memiliki riwayat alergi dan kelainan tertentu pada tubuhnya.

Untuk mengobati orang yang jatuh sakit, beragam metode pengobatan pun dikembangkan oleh manusia. Tidak jarang pengobatan tersebut menggunakan metode ekstrim karena terbukti mujarab dan tidak ada metode alternatif. Berikut ini adalah 4 contoh metode pengobatan ekstrim dan tidak biasa yang terbukti membawa kesembuhan bagi pasiennya.

Terapi VirusTerapi Virus via globalfoodsafetyresource.comMendengar nama virus, maka seketika orang bakal membayangkan makhluk penyebab penyakit-penyakit berbahaya pada manusia. Mulai dari AIDS, ebola, hingga Covid-19 yang sekarang ini tengah menggemparkan dunia. Saking kuatnya reputasi virus sebagai makhluk berbahaya, manusia menggunakan istilah virus komputer untuk menyebut program yang bisa merusak komputer dan ponsel.

Namun virus sendiri ternyata tidak selalu membawa dampak negatif bagi manusia. Virus juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit berbahaya pada manusia. Khususnya jika penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri.

Virus phage adalah contoh virus yang banyak dipakai untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Pasalnya virus phage hanya mengincar bakteri jenis tertentu sehingga virus phage tidak akan menyerang sel-sel manusia maupun bakteri baik pada tubuh.

Saat virus phage sudah menempel pada bakteri korbannya, virus phage akan menyuntikkan isi tubuhnya ke dalam tubuh bakteri. Di dalam tubuh bakteri tersebut, komponen-komponen virus kemudian memperbanyak diri. Sesudah beberapa waktu, virus-virus baru akan muncul dan mencari korban berikutnya, sementara bakteri korbannya akan mati.

Terapi pengobatan memakai virus phage sudah beberapa kali dicoba oleh manusia dan berhasil. Pada tahun 2019 lalu misalnya, seorang pria di Brownsville, Amerika Serikat, terancam mengalami amputasi pada kakinya akibat infeksi bakteri. Namun berkat pengobatan memakai virus phage, bakteri yang menginfeksi kakinya berhasil dilenyapkan dan pria tersebut batal diamputasi.

Menembak Otak Memakai LaserMenembak Otak Memakai Laser via wikipedia.orgLobotomi adalah metode pengobatan kontroversial yang di masa lampau kerap digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan. Dalam praktik lobotomi, dahi pasien akan ditusuk memakai benda menyerupai paku besar. Tujuan lobotomi adalah merusak bagian tertentu pada otak supaya gangguan kejiwaan yang diidap oleh pasien menghilang.

Dari penjelasan di atas saja kita pasti sudah bisa menduga kenapa lobotomi memiliki reputasi kontroversial. Selain karena lobotomi menggunakan metode yang terkesan sadis, lobotomi menyebabkan pasien berubah menjadi manusia yang perilakunya amat pasif dan bahkan terkesan tidak memiliki semangat hidup.

Atas sebab itulah, praktik lobotomi pun secara berangsur-angsur mulai ditinggalkan sejak tahun 1950-an. Penderita gangguan kejiwaan kini ditangani dengan obat-obatan antipsikotik dan antidepresan. Meskipun begitu, praktik lobotomi tidak lantas ditinggalkan sepenuhnya.

Praktik lobotomi yang dilakukan di masa kini dilakukan dengan memakai sinar laser. Untuk melakukannya, laser akan ditembakkan ke bagian tertentu pada kepala pasien untuk memutus jaringan tertentu pada otak yang disinyalir menjadi penyebab gangguan kejiwaan. Selain terlihat lebih manusiawi, laser bisa mengenai sasaran dengan lebih efektif.

Metode lobotomi memakai laser biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita gangguan obsesif kompulsif (OCD), suatu kondisi di mana pasien kerap melakukan suatu hal secara berulang-ulang dalam intensitas yang tidak normal. Misalnya membuka dan menutup pintu berkali-kali.

Karena lobotomi masih memiliki reputasi yang kontroversial, lobotomi memakai laser biasanya baru akan dilakukan jika tidak ada pilihan lain. Sebanyak lebih dari separuh pasien yang pernah menjalani lobotomi memakai laser diketahui sembuh dari gangguan yang dideritanya.

Memasukkan Tinja ke Dalam AnusMemasukkan Tinja ke Dalam Anus via emedicinehealth.comC. diff atau lengkapnya Clostridium difficile colitis adalah suatu gangguan kesehatan serius yang menimpa saluran pencernaan. Fenomena ini terjadi ketika bakteri baik yang ada dalam usus seseorang mengalami kematian massal, misalnya karena orang tersebut meminum terlalu banyak antibiotik.

Karena bakteri baik dalam usus menghilang, bakteri jahat Clostridium difficile pun mulai mengambil alih isi usus manusia. Dalam kasus infeksi ringan, penderita C. diff hanya akan mengalami diare dan sakit perut. Namun dalam kasus yang parah, orang tersebut bisa mengalami dehidrasi dan buang air besar hingga 15 kali sehari.

Penderita C. diff dalam stadium parah juga kerap menampakkan gejala-gejala seperti demam, berak darah, demam, hingga pembengkakan pada perut serta dubur. Jika seseorang sudah menampakkan gejala-gejala demikian, orang yang bersangkutan harus segera dilarikan ke unit gawat darurat.

C. diff bisa diobati memakai antiobiotik. Namun metode pengobatan lebih jauh seringkali diperlukan supaya pasien bisa kembali hidup normal sesudah itu. Dan metode pengobatan tersebut adalah dengan cara memasukkan tinja orang lain ke dalam anus pasien.

Saat orang yang sehat buang air besar, akan ada sejumlah bakteri baik yang ikut terbawa oleh tinja. Bakteri baik inilah yang dicari oleh dokter. Setelah mengambil potongan tinja berisi bakteri baik, tinja tersebut kemudian dimasukkan ke dalam dubur pasien.

Masuknya kembali bakteri baik ke dalam dubur pasien diharapkan bisa membantu menormalkan kembali kondisi usus pasien. Meskipun metode ini terlihat aneh dan menjijikan, nyatanya metode ini terbukti efektif dalam menyembuhkan kasus-kasus C. diff.

Menaruh Belatung Pada LukaMenaruh Belatung Pada Luka via detik.comSiapa yang tidak tahu belatung? Hewan berbentuk menyerupai ulat ini amat mudah dijumpai di tempat kotor dan di bangkai hewan. Belatung sendiri aslinya merupakan fase larva dari lalat. Seperti halnya lalat dewasa, belatung juga memakan sampah organik. Itulah sebabnya lalat kerap terlihat beterbangan di tempat-tempat kotor.

Lalat kerap dianggap sebagai hewan yang menganggu oleh manusia. Selain karena menimbulkan suara berisik saat terbang, lalat juga kerap menjadi perantara menyebarnya penyakit-penyakit berbahaya semisal diare.

Lalat bisa menjadi penyebar penyakit karena saat lalat hinggap pada benda yang kotor, akan ada kuman penyakit berbahaya yang tersangkut pada tubuh lalat. Saat lalat kemudian hinggap pada makanan yang hendak dimakan oleh manusia, kuman itupun turut menempel pada makanan sehingga orang yang memakannya kelak bisa jatuh sakit.

Meskipun begitu, bukan berarti lalat dan belatung hanya bisa menyebabkan manusia jatuh sakit. Dewasa ini, belatung kembali digunakan oleh kalangan dokter untuk membantu mengobati pembusukan atau nekrosis pada anggota badan. Belatung yang digunakan tentu saja yang sudah berada dalam kondisi bersih.

Pengobatan memakai belatung memiliki metode yang sederhana. Belatung akan ditaruh pada bagian tubuh yang terluka dan mengalami pembusukan. Belatung tersebut kemudian akan dibiarkan memakan bagian-bagian tubuh yang sudah membusuk supaya tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dengan begitu, bahaya amputasi pada bagian tubuh yang bersangkutan bisa dihindari.

Metode pengobatan memakai belatung sebenarnya pernah digunakan pada masa lampau. Namun metode tersebut kemudian ditinggalkan karena belatung menyandang reputasi sebagai hewan yang menjijikan. Sebagai gantinya, antibiotik digunakan untuk menghentikan peradangan dan nekrosis pada anggota badan.

Namun bak istilah “kembali ke alam” (back to nature), kalangan dokter kembali melirik belatung sebagai metode alternatif untuk mengobati nekrosis. Pasalnya dalam kasus-kasus tertentu, antibiotik tidak bisa lagi digunakan untuk mengobati nekrosis akibat meningkatnya kekebalan bakteri terhadap nekrosis. Supaya nekrosis bisa dihentikan, dokter pun kemudian menggunakan belatung.

referensi :

Top 10 Surprising Ways Diseases Have Been Cured – Listverse

Medicine is better than ever, thank goodness. And those of us lucky to be alive (and in the right countries and societies) have access to the best medical science and technology in history. But curing diseases is not all lab-coated researchers moving colored liquid from one test tube to another, as every science scene in movie history would have you believe.

Phage therapy – Wikipedia

Phage therapy, viral phage therapy, or phagotherapy is the therapeutic use of bacteriophages to treat pathogenic bacterial infections. Bacteriophages, known as phages, are a form of virus. Phages attach to bacterial cells, and inject a viral genome into the cell. The viral genome effectively replaces the bacterial genome, halting the bacterial infection.

Lobotomy: Definition, Procedure & History

(Image credit: mikroman6 via Getty Images) Lobotomy, also known as leucotomy, is a neurosurgical operation that involves permanently damaging parts of the brain’s prefrontal lobe, according to the American Association for the Advancement of Science (AAAS).

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/c-difficile/symptoms-causes/syc-20351691

Leave your vote

765 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *