16 Usaha Rumahan yang Cocok untuk Ibu Hamil, Berdasarkan Kisah Nyata!

by -4 views
16-usaha-rumahan-yang-cocok-untuk-ibu-hamil,-berdasarkan-kisah-nyata!

Peluang untuk mencari cuan semakin menipis jelang persalinan. Salah satu penyebabnya, perut yang terus membesar yang membatasi gerak dan aktivitas. Padahal, Bunda ingin sekali membantu suami menutupi kebutuhan bayi pascapersalinan. Jangan khawatir, Bunda, ada banyak usaha rumahan yang cocok untuk ibu hamil di masa cuti seperti Anda, kok. Penasaran? Yuk, simak cerita singkat para ibu yang membuka usahanya sendiri berkat pengalaman kehamilannya berikut ini.

16 Usaha Rumahan yang Cocok untuk Ibu Hamil, Berdasarkan Kisah Nyata!

Memiliki bayi membutuhkan persiapan yang matang, tidak hanya fisik, tetapi juga psikis dan ekonomi. Seperti Bunda tahu, kebutuhan bayi tidaklah sedikit. Kebutuhan ini bahkan sudah harus dicukupi dari sejak ia tumbuh di dalam rahim, seperti biaya perawatan prenatal bulanan, persalinan, pakaian, popok, mainan, dan lain sebagainya.

Kebutuhan inilah yang menuntut beberapa ibu untuk berkreasi dan berkreativitas membuat sesuatu yang kemudian dijadikan peluang bisnis. Yang menarik, usaha ini dibangun oleh mayoritas ibu bekerja, yang memanfaatkan masa cuti kehamilannya untuk mencari cuan.

Mother and Baby di lamannya membahas tentang 16 ibu pengusaha yang membangun usahannya berdasarkan pengalaman kehamilannya. Siapa tahu dari cerita mereka, Bunda menjadi terinspirasi untuk membuka usaha yang sama atau baru yang sesuai dengan pengalaman Anda sendiri.

Kalau mereka saja bisa, Bunda juga pasti bisa! Ini dia 16 usaha rumahan yang cocok untuk ibu hamil seperti Anda.

Artikel terkait: Bisa Nambah Cuan! 10 Peluang Usaha Rumahan Ini Bisa Dilakukan Secara Online

1. SweetDreamers oleh Lynda Harding

Suatu malam bayinya keenamnya menangis terus-menerus. “Dan itu adalah perjuangan malam yang sangat panjang untuk membuatnya tertidur,” kata Lynda. Dia mencoba segalanya untuk menenangkan bayinya. Hingga akhirnya ia menemukan satu cara paling andal untuk menenangkannya, yakni dengan meredupkan lampu, menyalakan penyedot debu, dan mengayunkannya saat berada di ranjangnya. Dari situlah kemudian Linda terinspirasi untuk menciptakan tokoh Ewan The Dream Sheep melalui brand SweetDreamers.

Ewan The Dream Sheep merupakan boneka yang dirancang untuk membantu si kecil tidur di malam hari. Mainan cuddly yang lucu dan imut ini meniru kenyamanan rahim dengan cahaya merah melatonin yang lembut dan suara menenangkan ‘pink and white noise’, termasuk rekaman detak jantung dan rahim yang sebenarnya untuk meninabobokan bayi dari usia newborn hingga balita. Boneka ini hadir dalam berbagai rangkaian.

2. Net-a-Porter oleh Natalie Massenet

Natalie Massenet memulai kerajaan mode mewah online-nya, Net-a-Porter, saat hamil anak pertamanya –saat itu ia berusia 33 tahun. Natalie memanfaatkan dunia digital online untuk berjualan. Bersama dengan suaminya, ia membuka bisnis pakaian dan mengerjakannya hanya dari apartemennya di London. 

Bisnisnya terus berkembang, dan dari situ ia bisa memiliki 15 orang pegawai, hingga kini Net-a-Porter menjadi salah satu tujuan belanja mode paling maju di dunia.

3. Blade & Rose oleh Amanda Peffer

Blade & Rose adalah brand fashion anak yang mengkhususkan diri memproduksi legging berkualitas tinggi dengan desain lucu di bagian bawah untuk bayi dan balita. Amanda saat itu merupakan ibu dari dua anak. Ketika ia memulai usahanya, ia sedang di masa cuti hamil mengurus putri keduanya yang berusia empat bulan.

Kisah bisnisnya berawal dari dirinya yang terus-menerus menarik pakaian putrinya guna menutupi popoknya. Dari situ, ia terpikir membuat legging yang dapat menutupi seluruh bagian bokong bayi.

Amanda sekarang memiliki stokis di seluruh Inggris serta di Jerman, Prancis, Spanyol, Belgia, Italia, Belanda, Yunani, Jepang, AS, Cina, dan Dubai. Kedua anaknya telah menjadi model untuk mereknya, dan suaminya melepaskan pekerjaannya untuk bekerja penuh di perusahaannya.

4. Skinny Tan oleh Kate Cotton dan Louise Ferguson

Kate Cotton dan Louise Ferguson mendirikan Skinny Tan saat sedang menghabiskan masa cuti hamil di Australia. Di negara itu, cuti kehamilan tidak dibayar oleh perusahaan tempatnya bekerja, dan inilah yang menginspirasinya untuk berbisnis demi mendapatkan uang.

Setelah itu, mereka kembali ke Inggris dan meluncurkan produknya. Ternyata sukses, malah mendapatkan dana investasi dari Dragon’s Den BBC. Skinny Tan kemudian menjadi produk tanning kulit dengan penjualan tercepat di Inggris.

5. Gumigem oleh Jenny McLaughlan

Gumigem merupakan produk teether yang didesain menyerupai perhiasan kalung yang diciptakan oleh Jenny McLaughlan. Sebelum memulai dan meluncurkan bisnisnya, Jenny bekerja di bidang farmasi, dan juga sedang menjalani mas cuti hamil anak keduanya (sekitar awal tahun 2010).

Sebagai orang yang bekerja di bidang farmasi dan disebut-sebut sebagai ahli teether, Jenny tentu saja menguasai segala hal yang berkaitan dengan gigi bayi-balita dan teether. Kemampuannya itu kemudian memberinya ide untuk berbisnis. Dan setelah melakukan penelitian juga pengembangan selama berbulan-bulan, akhirnya ia melahirkan Gumigem.

Artikel terkait: 21 Peluang Usaha Rumahan dengan Modal Kecil, Tambah Penghasilan Keluarga

6. Funky Giraffe Bibs oleh Yasemin Drury

Funky Giraffe, merek perusahaan untuk produk bib dribble didirikan pada tahun 2009 oleh Yasemin Drury. Sebelum menjadi ibu, ia bekerja untuk pengecer besar. Dari situ ia belajar tentang biaya produksi, mark up yang dibebankan oleh perusahaan, dan produk bib seperti apa yang dibutuhkan bayi.

Setelah memiliki anak, akhirnya ia terpikir untuk memroduksi bib sendiri untuk putranya itu. Tentunya dengan harga yang wajar dan terjangkau.

7. YogaBellies oleh Cheryl MacDonald

Cheryl MacDonald mendapati dirinya diberhentikan dari tempatnya bekerja ketika ia cuti hamil. Dari situ ia berjuang mencari uang dengan membuka bisnis jasa yoga yang dinamakan Yogabellies.

“Saat saya hamil, saya menyadari ada kebutuhan nyata akan aktivitas yang cocok bagi wanita hamil sehingga lahirlah YogaBellies –bentuk yoga yang cocok untuk ibu baru dan calon ibu,” kata Cheryl.

8. Little Ducklings Boutique oleh Jessica Bartlett

“Sementara saya sedang cuti hamil putra saya, saya mendapati diri saya menghabiskan banyak uang untuk membelikannya pakaian yang indah dari semua jenis situs web. Hingga kemudian saya memutuskan untuk melakukan penelitian dan saya berhasil memulai butik bayi saya sendiri yang disebut Little Ducklings, di mana saya menjual pakaian bayi Portugis yang cantik dengan harga terjangkau.”

9. Myfamilyclub.co.uk oleh Gemma Johnson

Ini adalah laman situs keuangan keluarga untuk orang tua dengan anak berusia hingga 16 tahun yang diciptakan Gemma Johnson ketika sedang hamil anak pertamanya di tahun 2006. Tujuan dari laman ini adalah membantu para ibu menghemat uang untuk kebutuhan keluarga.

“Saya kemudian mengumpulkan dana selama kehamilan kedua saya dan situs web diluncurkan pada 2012,” cerita Gemma. Kini Gemma sudah memiliki lebih dari 220.000 member di situsnya dan jumlahnya terus bertambah hingga kini.

10. Skip Hop oleh Ellen Diament

Ketika putra Ellen Diament yang bernama Spencer lahir pada tahun 2003, ia terinspirasi menciptakan produk pertamanya, yaitu tas ganti popok. Dia melihat ada celah di pasaran untuk mengganti desain tas bayi yang sudah ada dengan yang lebih fungsional, bagus, unisex, dan tidak mahal.

Setelah meluncurkan desain pertamanya itu, ia dan suaminya kemudian menciptakan Skip Hop, yang hingga kini menjual produk parenting yang cerdas untuk bayi dan balita.

11. Cheeky Chompers oleh Amy Livingstone dan Julie Wilson

Pasangan Amy Livingstone dan Julie Wilson menciptakan Neckerchew, yaitu kombinasi unik dari bib dribble dan teether kenyal di masa cuti hamil anak pertama mereka. Produk ini diciptakan berdasarkan pengalaman mereka yang sering kehilangan teether dan membersihkan ulang teether karena sering terjatuh dari tangan buah hatinya.

Lantaran pasar untuk produk ini belum ada, akhirnya ‘melemparkannya’ ke publik, dan tak disangka peminat produk yang diberi nama Cheeky Chompers ini sangat banyak.  

12. Big Wave PR oleh Hilary Collins

Hilary mendirikan bisnis public relation-nya sendiri, Big Wave PR, juga saat cuti hamil. Saat itu putrinya lahir dalam kondisi yang dikenal sebagai hemangioma dan memaksanya dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu dan hidup dengan bantuan steroid selama kurang lebih 18 bulan.

Agar bisa terus merawat putrinya, Hilary keluar dari tempatnya bekerja di Great Ormond Street. “Dalam setahun kami (Big Wave PR) telah mengantongi Carlsberg sebagai klien dan tidak pernah melihat ke belakang,” kata Hilary.

13. Cley Celebration oleh Rhianne Ford

​Rhianne Ford memulai Cley Celebrations yang merupakan toko perlengkapan pesta anak-anak pada Agustus 2017.

“Saya mengetahui kehamilan ini pada bulan April 2017 saat masih bekerja di kantor Camden Council. Sebelumnya saya selalu memiliki gagasan untuk menjalankan bisnis saya sendiri, dan saat itu saya berpikir bahwa ini mungkin waktu yang tepat bagi saya untuk memulainya. Jadi, sebelum saya mengambil cuti hamil, saya bertekad memulainya dan menjadikannya sesuatu untuk mengisi waktu luang di waktu kerja.”

Tak disangka, kegiatan pengisi waktu luang itu menjadi ladang usaha baru baginya.

Artikel terkait: 7 Tips Membuka Usaha Rumahan di Era Pandemi, Bisa Tambah Penghasilan Keluarga!

14. Bag All Done oleh Dinara Khusainova

Bosan dengan tas tangan yang berantakan? Dinara Khusainova mengerti kebutuhan para perempuan dan meluncurkan bisnis handbag organizer-nya yang diberi nama Bag All Done saat cuti hamilnya.

15. Hugo’s Workshop oleh Rebecca de Jager

Rebecca membuka bisnis piala penghargaan yang dibuat dari ukiran potongan kayu ek. “Ini dimulai ketika saya sedang cuti hamil putra pertama saya pada tahun 2013, setelah suami saya pulang dengan mesin ukiran kayu sebagai hadiah yang sangat aneh dan tak terduga untuk saya!” kenang Rebecca.

Setelah masa cutinya habis, Rebecca kembali bekerja paruh waktu dan menjadikan bisnis pialanya sebagai pekerjaan sampingan. Namun, ia kemudian kesulitan membagi waktu antara pekerjaan, menjaga anak, dan menjalankan bisnisnya. Hingga kemudian di saat putra keduanya berusia 10 bulan (2016), ia memutuskan fokus pada bisnisnya.

“Saya pergi ke garasi saya, membersihkan mesin pengukir saya, membuka halaman Facebook bisnis saya, dan 2 tahun kemudian saya memiliki bisnis yang benar-benar mulai membuahkan hasil. Butuh banyak kerja keras dan waktu yang lama, tapi itu benar-benar layak!”

16. BabyBoo oleh Vicki O’Callaghan dan Michelle O’Riordan

Babyboo adalah merek pakaian anak-anak dengan inovasi ramah eksim dan baik untuk kulit sensitif.

“Putri saya, Ruby, mengalami refluks dan eksim yang parah dan kerap mengeluarkan air liur, dan saya tidak dapat menemukan bib yang berfungsi dengan baik dengan tampilan yang juga baik,” jelas Vicki.

Akhirnya, ia dan pasangannya mengembangkan Bandana Bib yang ikonik dari merek Drool Busting dan membuatnya dengan merek mereka sendiri, Baby Boo.

Dari kisah mereka membuat usaha rumahan yang cocok untuk ibu hamil, kita jadi tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila dilakukan dengan keyakinan. Jangan jadikan keterbatasan Bunda –dalam hal ini kehamilan- menjadi penghalang untuk berkreativitas dan sukses. Ayo, Bunda, realisasikan mimpi bisnis Anda sekarang juga!

16 inspiring mums who started their own business on maternity leave
https://www.motherandbaby.co.uk/pregnancy/maternity-paternity/16-inspiring-mums-who-started-their-own-business-on-maternity-leave/

Ingin Punya Bisnis? Ini 13 Contoh Usaha Modal Kecil dan Tips Sukses Memulainya

20 Inspirasi Jualan atau Bisnis Rumahan yang Sukses, Laris, dan Populer

Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.